Minggu, 25 Oktober 2026
12:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Abdul Karim Amrullah

Abdul Karim Amrullah

ulama Islam di Indonesia

Bagikan:
Untuk ulama Jawa, lihat Abdul Karim (ulama).
Abdul Karim Amrullah
Muhammad Rasul
Abdul Karim Amrullah
GelarDoktor (gelar akademik)
Syekh Tuanku Nan Mudo (gelar pascahaji)
Kehidupan pribadi
Lahir
Muhammad Rasul

(1879-02-10)10 Februari 1879
Meninggal2 Juni 1945(1945-06-02) (umur 66)
MakamTaman Pemakaman Umum Karet Bivak
(1945–1975)
Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam
(sejak 1975)
Pasangan
Raihanah
​
​
(m. 1901;meninggal 1906)​

Syafiyah
​
​
(m. 1906;c. 1945)​

Siti Hindun
Rafi'ah
Anak
Orang tua
EraZaman modern
WilayahPesisir Barat Sumatera
RelationsAhmad Rasyid Sutan Mansyur (menantu)
Rusydi Hamka (cucu)
Irfan Hamka (cucu)
Aliyah Hamka (cucu)
Kehidupan religius
AgamaIslam
Garis keturunanbin Muhammad Amrullah bin Muhammad Abdullah Saleh
ProfesiUlama

Dr. H. Abdul Karim Amrullah (né: Muhammad Rasul) (10 Februari 1879 – 2 Juni 1945), dikenal sebagai Haji Rasul atau lebih akrab dengan sapaan Inyiak Deer, adalah seorang jurnalis dan ulama terkemuka sekaligus reformis Islam di Indonesia. Ia juga merupakan pendiri Sumatera Thawalib, sekolah Islam modern pertama di Indonesia. Ia bersama Abdullah Ahmad menjadi orang Indonesia terawal yang memperoleh gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar, di Kairo, Mesir. Selain itu, ia juga seorang ayah dari Ketua Umum pertama Majelis Ulama Indonesia, Hamka.

Kehidupan

Abdul Karim Amrullah dilahirkan dengan nama Muhammad Rasul dari pasangan Syeikh Muhammad Amrullah Tuanku Abdullah Saleh dengan istri ketiga bernama Tarwasa. Ia anak ketiga dari tujuh bersaudara.[1] Ayahnya, yang juga dikenal sebagai Tuanku Kisai, merupakan syekh dari Tarekat Naqsyabandiyah. Saudara Abdul Karim Amrullah yang seibu, yakni Maryam, Aisyah, Maimunah, Hafsah, Muhammad Saleh, dan Yusuf.

Pada tahun 1894, ia dikirim ayahnya ke Mekkah untuk menimba ilmu, dan berguru pada Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang pada waktu itu menjadi guru dan imam Masjidil Haram.[2] Pada tahun 1925, sepulangnya dari perjalanan ke Jawa, ia mendirikan cabang Muhammadiyah di Minangkabau, tepatnya di Sungai Batang, kampung halamannya.[3]

Ia diasingkan oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan pengawalan polisi ke Sukabumi pada 12 Agustus 1941 ditemani oleh istri dan anak-anaknya.[4][5] Direktur Binnenlandsch Bestuur baru memberikan tunjangan tahanan kepadanya terhitung 1 Januari 1942 sebesar f50 perbulan.[4]

Ia meninggal dunia pada 2 Juni 1945 di Jakarta.[6] Salah satu putranya, yaitu Hamka (nama pena dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah), dikenal banyak orang sebagai ulama besar dan sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka.

Karya

Buku pertama kali yang diterbitkannya pada tahun 1908 berjudul Amdatul Anam fi Ilmil Kalam yang membahas dua puluh sifat Allah, lalu disusul buku-buku lain, yakni Qatthi'u Riqabil Mulhidin (1910), Syamsyul Hidayah (1912), Sullamul Ushul (1914), Aiqazum Niam (1916), Al-Qawlus-Shahih (bantahan terhadap Ahmadiyah, 1926),[7][8] Cermin Terus (1928), dst.[9]

Kematian

Abdul Karim Amrullah meninggal dunia di Jakarta pada 2 Juni 1945. Beliau dimakamkan di Kecamatan Tanjung Raya, Jorong Nagari, Nagari Sungai Batang.[10]

Referensi

  • Graves, Elizabeth E. (2007). Asal-usul Elite Minangkabau Modern: Respons Terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-661-1.
  • Santosa, Kholid O. (2007). Manusia di Panggung Sejarah, Pemikiran dan Gerakan Tokoh-tokoh Islam. Bandung: Sega Arsy.
  • Jamal, Murni (2002). Dr. H. Abdul Karim Amrullah, Pengaruh dalam Gerakan Pembaharuan Islam di Minangkabau Pada Awal Abad ke-20.

Referensi

Rujukan
  1. ↑ Hamka 1982, hlm. 53–54.
  2. ↑ Hamka 1982, hlm. 56.
  3. ↑ Nirwansyah (6 Desember 2019). "Haji Rasul: Pembawa Matahari Muhammadiyah di Minangkabau". ibtimes.id.
  4. 1 2 "Onderstand voor Geïnterneerde". Bataviaasch nieuwsblad. 15-02-1942.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ "DE GEINTERNEERDE DR. KARIM AMAROELLAH VERLAAT DE WESTKUST". De Sumatra post. 14-08-1941.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ Hamka 1982, hlm. 328.
  7. ↑ Langka, Buku (24 Apr 2012). "RARE BOOK - BUKU LANGKA: Haji Abdul Karim Amarullah (ayahanda Buya Hamka)". Diakses tanggal 16 Mar 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Burhanudin, Jajat (2 Jan 2017). "Islam Dalam Arus Sejarah Indonesia". Prenada Media. Diakses tanggal 16 Mar 2025 – via Google Books.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Ayahku". Gema Insani. 24 Apr 2020. Diakses tanggal 16 Mar 2025 – via Google Books.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Writer, Enol. "Biografi Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul), Sang Ulama Reformis Dari Minangkabau 1879 | Surau.co". Diakses tanggal 2023-01-14.
Daftar pustaka

Pranala luar

Keluarga
Moyang
Kerabat
Saudara
Istri
Anak
Organisasi
Karya
Terkait
Cabang lainnya
Tokoh utama
Era klasik
Era Kebangkitan
Nasional
Pasca-
kemerdekaan
Organisasi
Negara
Masyarakat sipil
Partai politik
Laskar
Sejarah
Pra-
kemerdekaan
Pasca-
kemerdekaan
Daerah
Sumatra
Jawa
Nusa Tenggara
Kalimantan
Sulawesi
Maluku
Papua
Kebudayaan
Pendidikan
Gerakan
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan