Sabtu, 26 September 2026
14:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Si Sabariah

Si Sabariah

roman tahun 1928 karya Hamka

page1-250px-Tjerita_Si_Sabariah.pdf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cetakan keempat Si Sabariah (1957)

Si Sabariah adalah roman berbentuk kaba karya Hamka yang terbit pertama kali pada 1928. Ini merupakan karya fiksi pertama Hamka. Si Sabariah ditulis dalam bahasa Minangkabau dengan abjad Jawi.[1]

Hamka mulai menyusun roman ini ketika di Medan pada 1928 usai pulang dari ibadah haji. Dalam pengantarnya, Hamka menyebut Si Sabariah didasarkan pada cerita "cinta yang suci dan pembunuhan yang ngeri" di Sungai Batang pada 1915.

Sebelum terbit, Hamka terlebih dulu membacakan Si Sabariah di depan sang ayah, Abdul Karim Amrullah yang sedang berkumpul bersama dengan Jamil Jambek dan Abdullah Ahmad dalam Rapat Besar Umat Islam di Bukittinggi pada Agustus 1928.

Si Sabariah laris di pasaran dan mengalami cetak ulang selang setahun. Dari honor Si Sabariah, Hamka dapat membiayai pernikahannya. Cetakan keempatnya diterbitkan oleh Tsamaratul Ichwan di Bukittinggi pada April 1957. Pada 2020, karya ini diterbitkan ulang dalam versi bahasa Indonesia oleh Gema Insani dan dalam versi bahasa Melayu oleh Jejak Tarbiah.[2][3]

Referensi

  1. ↑ Kenang-kenangan 70 i.e. tujuh puluh tahun Buya Hamka. Pustaka Panjimas. 1983.
  2. ↑ Hamka (2020). Sabariah. Gema Insani. ISBN 978-602-250-712-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Hamka (2020). Si Sabariah (dalam bahasa Melayu). Jejak Tarbiah. ISBN 978-967-17971-1-2.

Pranala luar

Keluarga
Moyang
Kerabat
Saudara
Istri
Anak
Organisasi
Karya
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan