Artikel biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis. (Februari 2024) |
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Djatikoesoemo" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Februari 2024) |
Djatikoesoemo | |
|---|---|
Potret Djatikoesoemo | |
| Menteri Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi dan Pariwisata | |
| Masa jabatan 10 Juli 1959 –13 November 1963 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Soekardan |
| Pengganti | Hidajat Martaatmadja |
| Menteri Perhubungan Indonesiake-12 | |
| Masa jabatan 10 Juli 1959 –13 November 1963 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Soekardan |
| Pengganti | Hidajat Martaatmadja |
| Kepala Staf TNI Angkatan Daratke-1 | |
| Masa jabatan 15 Mei 1948 –27 Desember 1949 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Jabatan baru |
| Pengganti | Abdul Haris Nasution |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Bendara Raden Mas Subandana (1917-07-01)1 Juli 1917 |
| Meninggal | 4 Juli 1992(1992-07-04) (umur 75) |
| Makam | Astana Pajimatan Himagiri, Bantul, Yogyakarta |
| Suami/istri | Raden Ayu Suharsi |
| Hubungan |
|
| Orang tua |
|
| Almamater | Corps Opleiding Voor Reserve Officieren |
| Pekerjaan | |
| Karier militer | |
| Pihak |
|
| Dinas/cabang |
|
| Pangkat | |
| Satuan | Zeni |
| Komando | Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat |
| Pertempuran/perang | |
| Pahlawan Nasional Indonesia S.K. Presiden No. 073/TK/2002 tanggal 6 November 2002. | |
Gusti Pangeran Harya Djatikoesoemo (EYD: Jatikusumo; 1 Juli 1917 – 4 Juli 1992)[1] adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Ke-1 (1948-1949) dan Duta Besar RI untuk Singapura (1958—1960).
Djatikoesoemo adalah putra bangsa yang berdarah keraton, terlahir sebagai putra ke-23 dari Susuhunan Pakubuwono X. Jenazahnya dimakamkan di kompleks Makam Imogiri, Bantul, Yogyakarta.[2]
Karier
GPH Djatikoesoemo memulai karier militernya saat ia mengikuti pendidikan militer pada zaman belanda yaitu di Corps Opleiding Voor Reserve Officieren (CORO) akan tetapi di Tanggal 3 Maret 1942, Djatikoesoemo yang saat itu masih taruna CORO ditugaskan ikut bertempur melawan tentara Jepang di Ciater, Subang, Jawa Barat sampai dengan tanggal 8 Maret 1942 karena pada tanggal tersebut Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada tentara Jepang di Pangkalan Udara Suryadarma.[3]
Setelah Belanda menyerah maka Djatikoesoemo pun mengikuti pendidikan militer yang bernama Jawa Boei Kanbu Giyugun Resentai di mana pendidikan tersebut diselenggarakan oleh Jepang di Bogor, Jawa Barat dengan tujuan melatih calon perwira tentara Pembela Tanah Air yang bertugas memimpin pasukan sukarela untuk mempertahankan pulau jawa dari ancaman invasi Sekutu setelah lulus dari pendidikan tersebut, Djatikoesoemo pun menyandang pangkat Shodancho (Komandan Kompi) dan ditugaskan di Daidan (Batalyon) I Tentara PETA Surakarta.
Pasca proklamasi kemerdekaan, Shodancho GPH Djatikoesoemo bergabung kedalam Badan Keamanan Rakyat dan menjabat sebagai Ketua BKR Surakarta hingga pada puncaknya menjadi perwira tinggi diperbantukan Markas Besar TNI Angkatan Darat di tahun 1972.
Riwayat Jabatan
Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. |
- Ketua BKR Surakarta (1945).
- Komandan Batalyon I TKR Divisi X Surakarta (1945).
- Perwira Menengah dpb Markas Besar Tentara (MBT) di Yogyakarta (1945 – 1946).
- Panglima TRI Divisi IV / Panembahan Senopati (1946).
- Panglima TRI kemudian menjadi TNI Divisi V / Ronggolawe (1946–1948).
- Kepala Staf Angkatan Darat (1948 – 1949).
- Gubernur Military Academie (MA) Yogyakarta (1948 – 1950).
- Ketua Panitia Gencatan Senjata Pusat, Jakarta (1949–1950).
- Kepala Biro Perancang Operasi Militer, Kementerian Pertahanan (1950).
- Kepala Biro Pendidikan Pusat, Kementerian Pertahanan (1950-1952).
- Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat (1952–1955).
- Direktur Corps Zeni Angkatan Darat merangkap sebagai Koordinator Operasi Militer di Sumateta (1955–1958).
- Ketua Tim Pengatur Penempatan Kontingen Pasukan Indonesia pada United Nations Emergency Forces (UNEF) (1958).
- Kepala KJRI di Singapura juga merangkap sebagai Kepala KJRI di Serawak, Sabah dan Brunei (1958–1959).
- Menteri Muda Perhubungan Darat, Pos, Telegraf dan Telepon pada Kabinet Kerja I (1959–1960).
- Menteri Perhubungan Darat, Pos, Telegraf dan Telepon pada Kabinet Kerja II (1960–1962).
- Menteri Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi dan Pariwisata pada Kabinet Kerja III (1962–1963).
- Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh pada Kerajaan Malaya (1963).
- Deputi I Menko Hankam / KSAB (1963–1965).
- Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh pada Kerajaan Maroko (1965 – 1966).
- Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh pada Republik Perancis dan Kerajaan Spanyol merangkap Kepala Perwakilan Tetap pada UNESCO (1966 – 1969).
- Perwira Tinggi diperbantukan Markas Besar Angkatan Darat (1969 – 1972).
- Pensiun (1972).
- Anggota Dewan Pengurus Pusat PEPABRI (1973 – 1992).
- Anggota Dewan Pertimbangan Agung R.I (1978 – 1992).
- Wakil Ketua DPA RI (1979 – 1983).
- Anggota Tim P-7 (1978 – 1992).
Kepangkatan
Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. |
- Mayor (1945).
- Letnan Kolonel (1945-1946).
- Kolonel (1946).
- Mayor Jenderal (1946-1948).
- Kolonel (1948-1957), pangkat diturunkan karena adanya kebijakan Re–Ra dalam TNI.
- Brigadir Jenderal TNI (1957-1959).
- Mayor Jenderal TNI (1959-1963).
- Letnan Jenderal TNI (1963-1972).
- Pensiun (1972).
- Jenderal TNI Kehormatan (1997), diberikan kenaikan pangkat tersebut karena jasanya atas nusa dan bangsa.
Kematian
Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. |
Djatikoesoemo meninggal dunia pada 4 Juli 1992 dalam usia 75 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto), Jakarta akibat serangan jantung. Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Sudharmono melayat ke rumah duka. Sudharmono merupakan anak didik Djati saat di Divisi Ronggolawe. Anak didik lainnya, Jenderal Try Sutrisno yang kala itu menjadi Panglima ABRI memimpin upacara penghormatan terakhir pemakaman KSAD pertama itu. Djati dimakamkan di Imogiri, makam keluarga raja-raja Jawa. Lima tahun kemudian, pada November 1997, Presiden Soeharto memberikan penghargaan untuk para mantan KSAD.[2]
Penghargaan
Tanda jasa[4]
| Baris ke-1 | Bintang Mahaputera Adipradana (17 Agustus 1982)[5] | Bintang Dharma | |
|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Bintang Gerilya | Bintang Kartika Eka Paksi Utama (1978)[6] | Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia |
| Baris ke-3 | Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun | Satyalancana Perang Kemerdekaan I | Satyalancana Perang Kemerdekaan II |
| Baris ke-4 | Satyalancana G.O.M I | Satyalancana G.O.M II | Satyalancana Sapta Marga |
| Baris ke-5 | Satyalancana Wira Dharma | Satyalancana Penegak | Satyalancana Dwidya Sistha |
| Baris ke-6 | Satyalancana Perintis Kemerdekaan | Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia | Knight of the Order of Pope Pius IX (K.P.O.) - Vatikan |
Pahlawan Nasional
Atas jasa dan perjuangannya GPH. Djatikusumo dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh presiden RI Megawati Soekarno Putri dengan No. SK 073/TK/2002 tanggal 6 November 2002.[7]
Referensi
- ↑ G.P.H Djatikusumo, Sosok Prajurit Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe. Bandung: Dinas Sejarah Angkatan Darat. 2009.
- 1 2 Profil Kepala Staf Angkatan Darat. Bandung: Dinas Sejarah Angkatan Darat. 2011.
- ↑ Salam, Solichin (1993). GPH Djatikusumo Prajurit - Pejuang dari Kraton Surakarta. Jakarta: Gema Salam.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Dinas Sejarah TNI AD 2011, hlm. 15.
- ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
- ↑ "Penganugerahan bintang Eka Paksi Utama kepada Letjend (Purn) G.P.H.Jati kusumo yang dilakukan oleh Menhankam/Pangab Jend TNI M.Pangabean, di Aula Gedung Hankam Jakarta". onesearch.id. Diakses tanggal 2023-05-21.
- ↑ Khusniani (10 November 2020). "Penghargaan Pahlawan Nasional Indonesia". Kompas.id. Diakses tanggal 1 Januari 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Sumber referensi
- Dinas Sejarah TNI AD (2011), Profil Kepala Staf Angkatan Darat Ke-1 s.d.Ke-26, vol. I
Pranala luar
| Jabatan militer | ||
|---|---|---|
| Jabatan baru | Kepala Staf TNI Angkatan Darat 1948—1949 |
Diteruskan oleh: Abdul Harris Nasution |
| Jabatan politik | ||
| Didahului oleh: Soekardan sebagai Menteri Perhubungan |
Menteri Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi, dan Pariwisata 1959—1963 |
Diteruskan oleh: Hidajat Martaatmadja |
| Jabatan diplomatik | ||
| Didahului oleh: Mohamad Razif |
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Januari 1963—September 1963 |
Diteruskan oleh: Tan Sri HA Thalib Depati Santio Bowo |
| Jabatan baru | Duta Besar Indonesia untuk Maroko 1965—1966 |
Diteruskan oleh: Taufik Rachman Sudarbo |
| Didahului oleh: Tamzil Gelar Sutan Narajau |
Duta Besar Indonesia untuk Prancis 1966—1968 |
Diteruskan oleh: Harry Askari |
| Menteri Pariwisata (1966) | ||
|---|---|---|
| Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi (1983–1998) | ||
| Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya (1998) | ||
| Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya (1998–1999) | ||
| Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian (1999–2001) | ||
| Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata (2001–2004) | ||
| Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (2004–2011) | ||
| Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2011–2014) | ||
| Menteri Pariwisata (2014–2019) | ||
| Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2019–2024) | ||
| Menteri Pariwisata (2024–sekarang) | ||
Miring: Ad interim Kategori | ||
| Internasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |