Minggu, 18 Oktober 2026
20:47 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
S.H. Simatupang

S.H. Simatupang

Bagikan:
Ini adalah nama Batak Toba, marganya adalah Simatupang.
Sahala Hamonangan Simatupang
Bc.A.P.
250px-Sahala_Hamonangan_Simatupang%2C_50_Tahun_Peranan_Pos_dan_Telekomunikasi_%281996%29%2C_p8.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan
Masa jabatan
Juni 1967 –Juli 1968
PresidenSoeharto
PendahuluMuhammad Effendi Saleh
PenggantiSujono Suparto
Menteri Pos dan Telekomunikasi Indonesia
Masa jabatan
31 Maret 1966 –28 Juli 1966
PresidenSukarno
PendahuluSoerjadi Soerjadarma
PenggantiSoehardjono
(sebagai Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi)
Asisten Menteri untuk Urusan Pos, Giro, dan Telekomunikasi
Masa jabatan
18 November 1965 –24 Februari 1966
PresidenSukarno
PendahuluPetahana
(sebagai Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi)
PenggantiPetahana
(sebagai Deputi Menteri Pos dan Telekomunikasi)
Informasi pribadi
Lahir(1918-07-07)7 Juli 1918
Meninggal16 November 1992(1992-11-16) (umur 74)
MakamTPU Menteng Pulo
Hubungan

Sahala Hamonangan Simatupang (7 Juli 1918 – 16 November 1992) adalah seorang politikus dan pegawai negeri sipil asal Indonesia yang pernah menjadi Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Direktur Jenderal PN Pos dan Telekomunikasi, Asisten Menteri untuk Urusan Pos, Giro, dan Telekomunikasi, Deputi Menteri Pos dan Telekomunikasi, serta Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan.

Masa kecil

Sahala Hamonangan Simatupang lahir pada tanggal 7 Juli 1918 di Sidikalang,[2] sebagai anak pertama dari Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang dan Mina Boru Sibuea. Namanya, Sahala Hamonangan, berarti "Wibawa Kemenangan" dalam bahasa Batak Toba.[3]

Sahala Hamonangan Simatupang pertama kali bersekolah di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (setara SMP) di Tarutung mulai tahun 1932 hingga 1935. Setelah lulus, ia pindah ke Batavia dan melanjutkan sekolahnya di Algemene Middelbare School (setara SMA) di Jakarta mulai tahun 1935 hingga 1938. Ia kemudian berkuliah di Akademi Pos, Telepon, dan Telegraf di Bandung mulai tanggal 5 November 1938 hingga tahun 1941.[2]

Di bidang telekomunikasi

250px-Sahala_Hamonangan_Simatupang_with_Johannes_Leimena%2C_Volume_IV_of_Sejarah_Pos_dan_Telekomunikasi_di_Indonesia_%281980%29%2C_p151.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sahala Hamonangan Simatupang (kiri) bersama Johannes Leimena dalam sebuah upacara peresmian pengoperasian teleks di Indonesia pada tanggal 4 Januari 1961.

Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 1 Oktober 1945, Kantor Pos, Telepon, dan Telegraf pun dibentuk di Sumatra. Simatupang ditunjuk menjadi asisten Noermatias, Inspektur Daerah Pos, Telepon, dan Telegraf.[4] Setahun kemudian, Simatupang ditunjuk oleh partainya, Perchi, untuk mewakili Sumatra di Komite Nasional Indonesia Pusat.[5][6]

Setelah Revolusi Nasional Indonesia berakhir, Simatupang ditunjuk menjadi Kepala Inspeksi Pos dan Telegraf untuk Wilayah I, yang berkantor di Jakarta. Beberapa saat kemudian, pada tanggal 7 Februari 1952, Simatupang menggantikan M. Soedibjo yang telah pensiun sebagai Kepala Jawatan Administrasi.[7] Pasca Oesadi pensiun sebagai Kepala Jawatan Pos, Simatupang pun menempati jabatan tersebut mulai tanggal 1 Juli 1959.[8]

Pada tahun 1960, Simatupang ditunjuk menjadi pejabat sementara Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi, menggantikan Raden Samdjoen. Selama menjabat, ia mencetuskan sistem pos multi layanan di Indonesia, yakni mengintegrasikan layanan giro ke layanan pos. Ia juga memulai konstruksi sistem jaringan gelombang mikro antara Jawa dan Bali, memperkenalkan perangkat elektromekanis dari Siemens, serta mengotomatisasi sistem telegraf dengan teleks.[2]

Pasca terbitnya peraturan yang membubarkan Jawatan Pos dan Telekomunikasi, sekaligus membentuk PN Pos dan Telekomunikasi pada tanggal 1 Januari 1962, Simatupang lalu ditunjuk sebagai Direktur Jenderal PN Pos dan Telekomunikasi pada tanggal 24 Mei 1963. Ia resmi dilantik oleh Menteri Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi, dan Pariwisata, Djatikusumo, pada tanggal 27 Mei 1963. Pelantikan tersebut juga menandai berdirinya PN Pos dan Telekomunikasi.[9]

Pada tanggal 18 November 1965, Simatupang ditunjuk sebagai asisten Menteri Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi, dan Pariwisata, Djatikusumo. Ia dilantik bersama lima asisten lain pada tanggal 18 November 1965.[10]

Pasca pembentukan Kabinet Dwikora II pada tanggal 24 Februari 1966, status Asisten Menteri untuk Urusan Pos dan Telekomunikasi ditingkatkan menjadi Menteri. Simatupang pun digantikan oleh Marsekal Udara Soerjadi Soerjadarma.[10] Status tersebut tidak bertahan lama, sebulan kemudian, kabinet tersebut dibubarkan dan digantikan oleh Kabinet Dwikora III. Status Menteri Pos dan Telekomunikasi pun diturunkan menjadi Deputi Menteri, dan Simatupang dilantik untuk menempati jabatan tersebut pada tanggal 31 Maret 1966.[11] Simatupang memegang jabatan tersebut selama tiga bulan hingga terbentuknya Kabinet Ampera pada tanggal 28 Juli 1966.[12]

Setahun kemudian, pada bulan Juni 1967, Simatupang ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan, menggantikan Muhammad Effendi Saleh.[13] Ia memegang jabatan tersebut hingga Juli 1968 dan digantikan oleh Sujono Suparto.[14]

Pengunduran diri hingga kematian

Setelah mengundurkan diri dari Departemen Perhubungan, Simatupang bekerja di Southeast Asian Agency for Regional Transport and Communication Development di Kuala Lumpur, Malaysia, mulai tahun 1972 hingga 1982. Ia juga merupakan pendiri dan komisioner dari Bumi Asih Group serta Presiden Direktur dari Bank Ina Perdana.[15]

Pada tahun 1991, Simatupang divonis menderita penyakit hati. Untuk menyembuhkan penyakit tersebut, pada tanggal 19 Agustus 1992, keluarganya membawa Simatupang ke Eindhoven, Belanda untuk menjalani operasi bypass arteri koroner. Walaupun penyakit tersebut berhasil disembuhkan, ia kemudian divonis menderita komplikasi ginjal sekembalinya di Indonesia.[15]

Simatupang akhirnya meninggal pada tanggal 16 November 1992 jam 04.50. Ia lalu dimakamkan di TPU Menteng Pulo pada tanggal 18 November 1992 jam 14.00.[15]

Kehidupan pribadi

Simatupang menikahi Siti Rukaya Hutapea. Keduanya memiliki empat anak.[15]

Referensi

  1. ↑ Nafisa, Lusi (17 Oktober 2020). "Istri Luhut Binsar Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Devi Simatupang, Bapaknya Menteri Era Soekarno". Pikiran Rakyat. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-17. Diakses tanggal 17 Agustus 2021.
  2. 1 2 3 Tim Penyusun 1996, hlm. 8.
  3. ↑ Simatupang 1996, hlm. 14.
  4. ↑ Panitia Penyusun Naskah Buku 20 Tahun Indonesia Merdeka 1965, hlm. 293.
  5. ↑ Panitia Penyusun Naskah Buku 20 Tahun Indonesia Merdeka 1965, hlm. 288.
  6. ↑ Tim Penyusun Sejarah 1970, hlm. 581.
  7. ↑ Panitia Penyusun Naskah Buku 20 Tahun Indonesia Merdeka 1965, hlm. 300.
  8. ↑ Panitia Perumus 1990a, hlm. 47.
  9. ↑ Panitia Perumus 1990b, hlm. 14-15.
  10. 1 2 Panitia Perumus 1990b, hlm. 23.
  11. ↑ "Sultan's Appeal". Antara. Jakarta. 31 Maret 1966. Diakses tanggal 5 September 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Text of Sukarno's Speech in the Cabinet". Djakarta Domestic Service. Jakarta. 28 Juli 1966. Diakses tanggal 5 September 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Keputusan Presiden No. 77 Tahun 1967
  14. ↑ "Keputusan Presiden No. 24 Tahun 1968" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-06-24. Diakses tanggal 2021-06-24.
  15. 1 2 3 4 RIE (17 November 1992). "Nama dan Peristiwa: Sahala Hamonangan Simatupang, mantan Menmud Perdagangan meninggal dunia". Kompas (dalam bahasa Indonesian). Jakarta.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bibliografi

Menteri Pariwisata
(1966)
120px-Lambang_Kementerian_Pariwisata_Republik_Indonesia_%282024%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi
(1983–1998)
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya
(1998)
Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya
(1998–1999)
Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian
(1999–2001)
Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata
(2001–2004)
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
(2004–2011)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(2011–2014)
Menteri Pariwisata
(2014–2019)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(2019–2024)
Menteri Pariwisata
(2024–sekarang)
Miring: Ad interim
Kategori
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan