Jumat, 09 Oktober 2026
08:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Frits Laoh

Frits Laoh

mantan menteri perhubungan Indonesia (1955-1956)

Bagikan:
Ini adalah nama Minahasa, marganya adalah Laoh.
Frits Laoh
250px-Frits_Laoh%2C_Kami_Perkenalkan_%281954%29%2C_p._97.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Perhubungan IndonesiaKe-8
Masa jabatan
12 Agustus 1955 –24 Maret 1956
PresidenSoekarno
PendahuluAdnan Kapau Gani
PenggantiSjuchjar Tedjasukmana
Informasi pribadi
Lahir(1888-12-25)25 Desember 1888
Meninggal18 Juni 1961(1961-06-18) (umur 72)
Indonesia
Partai politikPartai Rakyat Nasional (PRN)
Suami/istriClaudina Frederika de Adelhart Kalangie Toorop
HubunganHerling Laoh (Adik)
Anak4
ProfesiPolitisi

Frits Laoh (25 Desember 1888 – 18 Juni 1961)[1] adalah Menteri Perhubungan Indonesia pada Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956).[2]

Riwayat Hidup

Kakak kandung dari Ir. Herling Laoh ini adalah putera tukang emas asal Sonder kelahiran Tompaso. Pada tanggal 30 Desember 1908 ia menikah dengan Claudina Frederika de Adelhart Kalangie Toorop di Jakarta[3] dan memiliki empat anak yakni, Eddy Adelbert Laoh (meninggal dunia pada usia sepuluh tahun), Vera Christina Francina Laoh, Martinus Reynier Laoh dan Karel Philip Max Laoh.[1]

Setelah lulus dari Middelbare Handels Onderwijs di Batavia, ia bekerja di Deutsch-Australische Dampfschiffs-Gesellschaft A.G. di Jakarta hingga tahun 1908. Pada tahun 1908-1935 sebagai kepala karyawan di KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij).[2]

Pada tahun 1918 ia menjadi anggota Volksraad sebagai delegasi dari Kieskring X, Celebes (Dewan Rakyat sebagai utusan daerah Sulawesi). Setelah proklamasi hingga tahun 1950 ia menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Agung, direktur Perusahaan "Indonesian Motors Company" dan kemudian Presiden Direktur "NV RIS Trading Company" di Jakarta. Ia adalah anggota parlemen dan anggota Partai Rakyat Nasional (PRN).[2]

Rujukan

  1. 1 2 "Putusan Mahkamah Agung". Mahkamah Agung Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-07-31. Diakses tanggal 2014-08-24.
  2. 1 2 3 (Belanda) "Beknopte biografie van de nieuwe ministers: F. Laoh". Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie. Vol. No.4 Tahun ke-104. 13 Agustus 1955. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 6 Februari 2016.{{cite news}}: |volume= memiliki teks tambahan
  3. ↑ (Belanda) "Advertentien" dalam Harian "Bataviaasch nieuwsblad" edisi 22 Desember 1908, No.19 Tahun ke-24. Diarsipkan 2023-07-26 di Wayback Machine
Jabatan politik
Didahului oleh:
Roosseno
Menteri Perhubungan Indonesia
1955–1956
Diteruskan oleh:
Sjuchjar Tedjasukmana
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan