Selasa, 27 Oktober 2026
06:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Dinitrogen pentoksida

Dinitrogen pentoksida

senyawa kimia

Bagikan:
Dinitrogen pentoksida
Rumus struktur lengkap dengan ukuran
Model bola dan tongkat
Nama
Nama IUPAC
Dinitrogen pentaoxide
Nama lain
Anhidrida nitrat
Nitronium nitrat
Nitril nitrat
DNPO
Asam nitrat anhidrat
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/N2O5/c3-1(4)7-2(5)6 checkY
    Key: ZWWCURLKEXEFQT-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/N2O5/c3-1(4)7-2(5)6
    Key: ZWWCURLKEXEFQT-UHFFFAOYAN
  • [O-][N+](=O)O[N+]([O-])=O
Sifat
N2O5
Massa molar 108,01 g/mol
Penampilan padatan putih
Densitas 1,642 g/cm3 (18 °C)
Titik lebur 41 °C (106 °F)[1]
Titik didih 47 °C (117 °F)menyublim
bereaksi menghasilkan HNO3
Kelarutan larut dalam kloroform
tidak larut dalam CCl4
−35,6·10−6 cm3/mol (aq)
1,39 D
Struktur
heksagonal
planar, C2v (sekitar. D2h)
N–O–N ≈ 180°
Termokimia
Entropi molar standar (So) 178,2 J K−1 mol−1 (s)
355,6 J K−1 mol−1 (g)
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) −43,1 kJ/mol (s)
+11,3 kJ/mol (g)
Energi bebas Gibbs (ΔfG) 114,1 kJ/mol
Bahaya
Bahaya utama oksidator kuat, membentuk asam kuat jika terkena air
Titik nyala Tidak mudah terbakar
Senyawa terkait
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Dinitrogen pentoksida adalah senyawa kimia dengan rumus N. Dikenal juga sebagai nitrogen pentoksida, N adalah salah satu oksida nitrogen biner, suatu keluarga senyawa yang hanya mengandung nitrogen dan oksigen. Ia tidak stabil dan memiliki bahaya potensial sebagai oksidator yang pernah digunakan sebagai pereaksi sebagai larutan dalam kloroform untuk nitrasi, tetapi telah banyak digantikan oleh NO (nitronium tetrafluoroborat).

N adalah contoh langka senyawa yang mengadopsi dua struktur bergantung pada kondisi: paling banyak ia adalah garam, tetapi pada beberapa kondisi ia adalah molekul polar:

[ NO 2 + ] [ NO 3 − ] ↽ − − ⇀ N 2 O 5 {\displaystyle {\ce {[NO2^+][NO3^-] <=> N2O5}}} {\displaystyle {[\mathrm {NO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{\vphantom {A}}^{+}][\mathrm {NO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{\vphantom {A}}^{-}]{}\mathrel {\longrightleftharpoons } {}\mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{5}}}}

Sintesis dan sifat

N pertama kali dilaporkan oleh Deville pada tahun 1840, yang membuatnya melalui perlakuan AgNO3 dengan Cl2.[2][3] Sintesis laboratorium yang disarankan memerlukan dehidrasi asam nitrat (HNO3) menggunakan fosforus(V) oksida:[4]

P 4 O 10 + 12 HNO 3 ⟶ 4 H 3 PO 4 + 6 N 2 O 5 {\displaystyle {\ce {P4O10 + 12HNO3 -> 4H3PO4 + 6N2O5}}} {\displaystyle {\mathrm {P} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{4}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{10}}{}+{}12\,\mathrm {HNO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}4\,\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}\mathrm {PO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{4}}{}+{}6\,\mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{5}}}}

Metode lain adalah:

NO 3 − + NO 2 BF 4 ⟶ N 2 O 5 + BF 4 − {\displaystyle {\ce {NO3^- + NO2BF4 -> N2O5 + BF4^-}}} {\displaystyle {\mathrm {NO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{\vphantom {A}}^{-}{}+{}\mathrm {NO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {BF} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{4}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{5}}{}+{}\mathrm {BF} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{4}}{\vphantom {A}}^{-}}}
2 NO 2 ↽ − − ⇀ N 2 O 4 {\displaystyle {\ce {2NO2 <=> N2O4}}} {\displaystyle {2\,\mathrm {NO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}\mathrel {\longrightleftharpoons } {}\mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{4}}}}
N 2 O 4 + O 3 ⟶ N 2 O 5 + O 2 {\displaystyle {\ce {N2O4 + O3 -> N2O5 + O2}}} {\displaystyle {\mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{4}}{}+{}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{5}}{}+{}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}}}
  • Elektrolisis asam nitrat dengan adanya N:[5]
2 HNO 3 → E l e k t r o l i s i s ,   N 2 O 4 N 2 O 5 + H 2 O {\displaystyle {\ce {2HNO3->[\mathrm {Elektrolisis,\ } {\ce {N2O4}}]N2O5{}+H2O}}} {\displaystyle {2\,\mathrm {HNO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{}\mathrel {\xrightarrow {\mathrm {Elektrolisis,\ } \mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{4}}} } {}\mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{5}}{}+{}\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} }}

Pada proses sebaliknya, N bereaksi dengan air (terhidrolisis) menghasilkan asam nitrat. Oleh karena itu, dinitrogen pentoksida adalah anhidrida dari asam nitrat:

N 2 O 5 + H 2 O ⟶ 2 HNO 3 {\displaystyle {\ce {N2O5 + H2O -> 2HNO3}}} {\displaystyle {\mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{5}}{}+{}\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {}\mathrel {\longrightarrow } {}2\,\mathrm {HNO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}}}

N berada sebagai kristal tak berwarna yang menyublim sedikit pada suhu ruang. Garamnya akan terdekomposisi pada suhu ruang menghasilkan NO2 dan O2. [6]

Struktur

250px-N2O5.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur Lewis N2O5 fase gas

N2O5 padat adalah garam, yang terdiri dari anion dan kation terpisah. Kationnya adalah ion nitronium NO+2 linier dan anionnya adalah ion nitrat NO−3 planar. Oleh karena itu, padatannya dapat disebut nitronium nitrat. Kedua pusat nitrogen memiliki tingkat oksidasi +5.

Molekul utuh O2N–O–NO2 ada ketika dalam fase gas (diperoleh melalui sublimasi N2O5) dan ketika padatannya diekstraksi ke dalam pelarut nonpolar seperti CCl4. Dalam fase gas, sudut O–N–O adalah 133° dan sudut N–O–N adalah 114°. Ketiks gas N2O5 didinginkan mendadak, dapat diperoleh bentuk molekul metastabil, yang secara eksotermis berubah menjadi bentuk ionik di atas −70 °C.[4]

Reaksi dan aplikasi

Dinitrogen pentoksida, misalnya sebagai larutan dalam kloroform, telah digunakan sebagai pereaksi untuk memasukkan fungsionalitas NO2. Reaksi nitrasi ini digambarkan sebagai berikut:

N 2 O 5 + Ar − H ⟶ HNO 3 + Ar − NO 2 {\displaystyle {\ce {N2O5 + Ar-H -> HNO3 + Ar-NO2}}} {\displaystyle {\mathrm {N} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{5}}{}+{}\mathrm {Ar} {-}\mathrm {H} {}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {HNO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{3}}{}+{}\mathrm {Ar} {-}\mathrm {NO} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}}}

dengan Ar mewakili gugus aril.

Untuk penggunaan ini, dinitrogen pentoksida sebagian besar telah diganti dengan nitronium tetrafluoroborat [NO2]+[BF4]−. Garam ini mempertahankan reaktivitas yang tinggi dari NO+2, tetapi stabil secara termal, terdekomposisi pada sekitar 180 °C (menjadi NO2F dan BF3). Reaktivitas NO+2 dapat ditingkatkan dengan asam kuat yang menghasilkan "super-elektrofil" HNO2+2.

Dinitrogen pentoksida relevan dengan persiapan bahan peledak.[3][7]

Di atmosfer, dinitrogen pentoksida adalah reservoir penting dari spesies NOx yang bertanggung jawab atas penipisan ozon: pembentukannya, menghasilkan siklus nil yaitu NO dan NO2 sementara ditahan dalam kondisi tidak reaktif.

Bahaya

N2O5 adalah oksidator kuat yang membentuk campuran eksplosif dengan senyawa organik dan garam amonium. Dekomposisi dinitrogen pentoksida menghasilkan gas nitrogen dioksida yang sangat beracun.

Referensi

  1. ↑ Emeleus (1 Januari 1964). Advances in Inorganic Chemistry. Academic Press. hlm. 77–. ISBN 978-0-12-023606-0. Diakses tanggal 20 September 2011. {{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggalPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ M.H. Deville (1849). "Note sur la production de l'acide nitrique anhydre". Compt. Rend. 28: 257–260.
  3. 1 2 Jai Prakash Agrawal (19 April 2010). High Energy Materials: Propellants, Explosives and Pyrotechnics. Wiley-VCH. hlm. 117–. ISBN 978-3-527-32610-5. Diakses tanggal 20 September 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Holleman, A. F.; Wiberg, E. (2001), Inorganic Chemistry, San Diego: Academic Press, ISBN 0-12-352651-5
  5. ↑ Thomas M. Klapötke (2009), Chemie der hochenergetischen Materialien, Walter de Gruyter, hlm. 142, ISBN 311021487-3
  6. ↑ Nitrogen(V) Oxide. Inorganic Syntheses. Vol. 3. 1950. hlm. 78–81.
  7. ↑ Talawar, M. B.; et al. (2005). "Establishment of Process Technology for the Manufacture of Dinitrogen Pentoxide and its Utility for the Synthesis of Most Powerful Explosive of Today—CL-20". Journal of Hazardous Materials. 124: 153–64. doi:10.1016/j.jhazmat.2005.04.021.
Bilangan oksidasi campuran
Bilangan oksidasi +1
Bilangan oksidasi +2
Bilangan oksidasi +3
Bilangan oksidasi +4
Bilangan oksidasi +5
Bilangan oksidasi +6
Bilangan oksidasi +7
Bilangan oksidasi +8
Terkait
Senyawa oksida ini diurutkan berdasarkan bilangan oksidasi. Kategori:Oksida
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan