Rabu, 23 September 2026
16:37 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Lokomotif DD52

Lokomotif DD52

salah satu lokomotif uap di Indonesia

Lokomotif DD52
330px-SS_1260.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SS1260 / DD5210
Jenis dan asal
Sumber tenagauap
ProdusenWerkspoor, Belanda; Hanomag, Jerman; Hartmann, Jerman
Nomor seriDD52 / SS 1250
ModelDD52
Tanggal produksi1923-1924
Jumlah diproduksi10 unit
Data teknis
Konfigurasi:
  Whyte2-8-8-0
  AAR1-D-D
  UIC(1D')D'
Lebar sepur1.067 mm
Diameter roda1102 mm
Jari-jari lengkung terkecil170 m
Panjang20.737 mm
Lebar2.670 mm
Tinggi3.800 mm
Jenis bahan bakarKayu jati, Batubara, Minyak residu
Tekanan ketel1.25 MPa
Jumlah silinder700 mm x 610 mm (depan), 450 mm x 610 mm (belakang)
Rem rangkaianRem Tangan, rem vakum, dan rem uap (rem lokomotif)
Performansi
Daya mesin1.4 MW

Lokomotif DD 52 adalah lokomotif uap mallet artikulasi terbesar di Indonesia dengan susunan roda 2-8-8-0 yang dibeli oleh Staatsspoorwegen. Lokomotif ini Diproduksi oleh pabrik Werkspoor, Belanda, Hanomag dan Hartmann, Jerman.

Sejarah

Lokomotif ini didatangkan dari pabrik Hartmann dan Hanomag di Jerman serta Werkspoor di Belanda pada tahun 1923, mulai berdinas sejak 1924, setelah lokomotif DD50 dan lokomotif DD 51. Berbeda dengan kedua pendahulunya yang dibuat oleh ALCO asal Amerika Serikat, lokomotif DD52 dibuat di Eropa, tepatnya di Jerman dan Belanda. Keunggulan lokomotif ini dibandingkan dengan DD50 dan DD51 adalah kecepatan maksimalnya yang dapat mencapai 50 km/jam, di mana kedua lokomotif sebelumnya hanya mampu mencapai 40 km/jam.

Pengoperasian di Jawa

Lokomotif DD52 memiliki julukan "Si Gombar" dari masyarakat lokal Jawa Barat yang selalu dilewati oleh lokomotif ini. Dengan ukurannya yang besar dan tenaganya yang kuat, tugas utama DD52 adalah menarik kereta barang yang melintasi pegunungan Priangan. Walaupun begitu, lokomotif ini juga difungsikan sebagai penarik kereta penumpang.

Akhir pengoperasian

Di akhir masanya, lokomotif ini melayani KA lokal Bandung-Cibatu. Alokasi lokomotif ini sendiri menyebar di beberapa depo lokomotif seperti Tasikmalaya, Purwakarta, dan Cibatu. Karier lokomotif ini berakhir pada tahun 1974 ketika angkutan barang di jalur Tasikmalaya–Cicalengka menurun. Sehingga menjalankan DD52 ini terlalu berlebihan untuk muatan yang tidak begitu berat. Apalagi kondisi kedua DD52 terakhir (no. 03 dan 08) ini sangatlah buruk.

Setelah dipensiunkan, seluruh unit lokomotif DD52 ini secara perlahan mulai dirucat atau dijadikan besi tua, sehingga tidak ada satupun wujud peninggalannya yang dipreservasi di museum kereta api.[1] Hal ini sangatlah disayangkan mengingat pendahulunya yaitu DD50 dan DD51 juga bernasib serupa, sehingga tidak tersisa lagi lokomotif uap bergandar DD di Indonesia.

Pembuatan Model

Pada 7 Juni 2023, Masyarakat Pelestari Kereta Api Indonesia/IRPS memulai pembuatan model lokomotif DD52 di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.[2] Model ini memecahkan rekor MURI sebagai pembuatan miniatur lokomotif terbesar di Indonesia dengan skala 1:4, panjang sekitar 6 meter dan lebar 80 cm. Model lokomotif tersebut pertama kali dipamerkan di Museum Lawang Sewu Semarang pada Juli 2023,[3] kemudian berpindah ke beberapa stasiun di Pulau Jawa, dan berakhir di Stasiun Garut, menandakan di mana dulu lokomotif ini beroperasi.[4]

Lihat pula

Daftar Referensi

  1. Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 118. ISBN 978-602-0818-55-9.
  2. antaranews.com (2023-06-07). "Replika lokomotif DD52 dbangun di Stasiun Semarang Tawang". Antara News. Diakses tanggal 2024-11-19.
  3. Fajrin, Muhammad Pascal (2023-07-04). "Miniatur Lokomotif Uap DD5208 Dipamerkan di Lawang Sewu". IRPS (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-11-19.
  4. "Lokomotif Uap 'Si Gombar' Kembali ke Garut dalam Bentuk Miniatur". Republika Online. 2023-12-16. Diakses tanggal 2024-11-19.


Ikon rintisan

Artikel bertopik lokomotif ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan