Minggu, 18 Oktober 2026
03:43 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Candi Pawon

Candi Pawon

bangunan kuil di Indonesia

Bagikan:
Candi Pawon
330px-Logo_kemenbud_dan_iha.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sudut barat laut Candi Pawon.
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Candi_Pawon&revid=29431604&groups=_dbf88effc239041150169ad33149ee19ec2f0795&parser=parsoid
Peta interaktif area Candi Pawon
Informasi umum
Gaya arsitekturCandi Jawatengahan
KotaKabupaten Magelang, Jawa Tengah.
NegaraIndonesia
Selesai dibangunawal abad ke-9
KlienSailendra

Candi Pawon (bahasa Jawa:ꦕꦤ꧀ꦢ꧀ꦲꦶ ꦥꦮꦺꦴꦤ꧀, translit. Candhi Pawon) terletak di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur, tepat berjarak 1,75 km dari Candi Borobudur dan 1,15 km dari Candi Mendut. Candi Mendut terletak di Dusun Brojonalan, Kelurahan Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi Pawon didirikan antara abad VIII- IX Masehi pada masa kerajaan Mataram Kuno. Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Raja Indra (782 - 812 M), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra.

Candi Pawon terbuat dari batu andesit. Candi ini berdenah bujur sangkar, dengn panjang sisi-sisinya 10 m, dan mempunyai tinggi 13,3m. Bangunan candi menghadap kearah barat, berbilik satu dengan ukuran bilik 2,65 m x 2,64 m dan tinggi 5,20 m. Bentuk candi ini ramping, tidak seperti Candi Borobudur yang tambun. Bangunan Candi Pawon secara arsitektural terbagi dalam tiga bagian kaki, tubuh, dan atap candi. Bagian kaki candi berupa batur setinggi 1,5 m. Pada kaki candi inibanyak dihiasi ornamen-ornamen, seperti bunga dan sulur-suluran. Bagian tubuh candi dihiasi arca-arca Bodhisattva, dan bagian atap candi dihiasi stupa. Pintu masuk candi terletak di sebelah barat, pada anak tangga pintu masuk dihiasi makara, dan pada ambang atas pintu masuk terdapat hiasa kala. Atap candi berbentuk persegi bersusun dengan hiasan berupa stupa-stupa kecil di masing-masing sisinya dan puncaknya dihiasi dengan sebuah stupa yang lebih besar. Pada dinding bagian depan candi, di sebelah utara dan selatan pintu masuk, terdapat relung yang berisi relief yang menggambarkan Kuwera (Dewa Kekayaan) dal m posisi berdiri. Pahatan yang terdapat di selatan pintu sudah rusak sehingga tidak terlihat lagi wujud aslinya. Pahatan yang di utara pintu relief masih utuh, hanya bagian kepala saja yang sudah rusak. Pada dinding utara dan selatan candi terdapat relief yang sama, yaitu yang menggambarkan Kinara dan Kinari (makhluk setengah manusia setengah burung berkepala manusia, berbadan dan berkaki burung) berdiri mengapit pohon kalpataru yang tumbuh dalam sebuah jambangan. Di sekeliling pohon terletak beberapa pundi-pundi uang. Di bagian atas dinding juga terdapat sepasang jendela kecil yang berfungsi sebagai ventilasi. Di antara kedua lubang ventilasi tersebut terdapat pahatan kumuda. Relief di Candi Pawon merupakan relief dekoratif, tidak terdapat relief cerita pada candi ini.

Saat ini, situs berada dalam naungan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Lokasi

Letak Candi Pawon ini berada di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter dari Candi Borobudur ke arah timur dan 1150 m dari Candi Mendut ke arah barat.

Sejarah dan pemugaran

Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. Ahli epigrafi J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa awu yang berarti 'abu', mendapat awalan pa- dan akhiran -an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti 'dapur', akan tetapi de Casparis mengartikannya sebagai 'perabuan' atau tempat abu. Penduduk setempat juga menyebutkan Candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata bahasa Sanskerta vajra =yang berarti 'halilintar' dan anala yang berarti 'api'. Candi Pawon dipugar tahun 1903.

Arca dan arsitektur

Di dalam bilik candi ini sudah tidak ditemukan lagi arca sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya lebih jauh. Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah ragam hiasnya. Dinding-dinding luar candi dihias dengan relief pohon hayati (kalpataru) yang diapit pundi-pundi dan kinara-kinari (mahluk setengah manusia setengah burung/berkepala manusia berbadan burung).

Galeri

  • Candi Pawon sebelum 1929.
    Candi Pawon sebelum 1929.
  • Candi Pawon dan lingkungan sekitarnya.
    Candi Pawon dan lingkungan sekitarnya.
  • Ukiran pohon Kalpataru pada bagian kerangka tengah candi.
    Ukiran pohon Kalpataru pada bagian kerangka tengah candi.
Jawa
Banten
Ja-bar
Ja-teng
Ja-tim
Jogja (DIY)
60px-Candi_Indonesia_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-Borobudur-Nothwest-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Mendut_-_facade_north_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-RA_3420014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Sambisari_Panorama_%2829_December_2013%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Plaosan_Temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Singosari_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Besakih01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Muaro_Jambi_dengan_langit_biru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-007_Candi_Tua_from_East%2C_Main_Entrance_%2838244913275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Prasasti-Yupa02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Offerplaats_bij_tempelcomplex_Lingsar_TMnr_60012478.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bali
Sumatera
Jambi
Sum-bar
Sum-sel
Sum-ut
Ba-bel
Riau
Kalimantan
Kal-bar
Kal-sel
Kal-tim
Nusa
Tenggara
NTB
NTT
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia


Ikon rintisan

Artikel bertopik arkeologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan