Rabu, 07 Oktober 2026
05:55 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Albert Claude

Albert Claude

ahli biologi asal Belgia

Bagikan:
250px-Albert_Claude_1974.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Albert Claude (1974)

Albert Claude, lahir pada 23 Agustus 1899, dianggap sebagai bapak biologi seluler. Direktur ilmiah Pusat Tumor Centre di Institut Bordet, pada 1974 ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran untuk karyanya pada sel.

Setelah PD I, Albert Claude menyelesaikan diplomanya sebagai dokter di Universitas Liège. Di akhir studinya ia tertarik ke bidang onkologi. Pilihan ini bukan akibat nasib: ia kehilangan ibunya akibat kanker saat ia berusia 8 tahun. Ia bekerja di Berlin bersama dengan Profesor Albert Fischer, lalu pada 1929 ia pergi ke New York City dan bergabung dengan Rockefeller Institute di mana ia mendapat pelatihan kultur sel kanker. Saat kembali ke Belgia ia diangkat sebagai direktur ilmiah di Pusat Tumor Institut Bordet. Di bawah pengaruhnya lembaga itu mengalami modernisasi dan mengembangkan perawatan medis. Lalu ia menjadi direktur Laboratorium Biologi Sel dan Onkologi di Université de Louvain (UCL), guru besar di Rockefeller University, New York dan Universiras Louvain, juga profesor emeritus di Fakultas Kedokteran Universitas Brusel. Penelitian teknologinya merevolusionerkan biologi sel. Sebagai contoh, ia mengembangkan ultramikrotom yang bisa memotong sel persis tepat. Penggunaan sentrifusi diferensial memungkinkannya mengisolasi organel dan mengadakan analisis biokimiawi penyusun utama sel. Penggunaan mikroskop elektron juga membantu Albert Claude mengisolasi dan memfoto virus kanker. Pengembangan teknik analisis itu dibantu oleh Christian René de Duve dan George Palade. Kenyataannya, ketiga peneliti itu dianugerahi Penghargaan Nobel Kedokteran pada 1974. Albert Claude menjadi anggota "Académie de medicine" pada 1965 dan "Académie royale de Belgique" pada 1972. Albert Claude dianturalisasikan sebagai warganegara Amerika Serikat pada 1941, tetapi menerima kewarganegaraan ganda saat kembali ke Belgia. Ia meninggal di Brusel pada 22 Mei 1983.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan