Rabu, 28 Oktober 2026
20:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Julius Wagner-Jauregg

Julius Wagner-Jauregg

dokter asal Austria

Bagikan:
250px-Julius_Wagner-Jauregg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Julius Wagner-Jauregg

Julius Wagner-Jauregg (Wels, Austria, 7 Maret 1857 – 27 September 1940) merupakan seorang dokter berkebangsaan Austria.

Ia belajar ilmu kedokteran di Universitas Wina dari 1874 hingga 1880. Ia bersama Salomon Stricker belajar di Institut Patologi Umum dan Ekperimental. Dari tahun 1883 sampai 1887, ia bekerja dengan Maximilian Leidesdorf di Klinik Psikiatrik, walaupun ia tidak mendalami ilmu patologi dan sistem saraf.Tahun 1889 ia memulai penelitiannya pada penyakit gondok, kretinisme dan yodium. Pada tahun 1893 ia diangkat menjadi profesor luar biasa pada penyakit jiwa dan saraf, direktur klinik psikiatrik dan penyakit saraf di Wina. Sepuluh tahun kemudian, pada 1902, Wagner-Jauregg berpindah ke klinik psikiatrik pada rumah sakit umum dan tahun 1911 ia kembali ke tempat kerja sebelumnya.

Wagner-Jauregg dikenal atas kontribusinya mengenai perawatan penyakit jiwa yang dapat mengakibatkan demam. Pada 1887 ia meneliti efek denan pada penyakit jiwa (psikosis), menggunakan erisipela dan tuberculin yang ditemukan oleh Robert Koch pada 1890. Metode tersebut ternyata tidak bekerja dengan baik, kemudian ia mencoba dengan inokulasi parasit malaria, yang telah terbukti mengakibatkan dementia paralytica. Penemuan ini mendapatkan apresiasi Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1927.

Referensi

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan