Rabu, 23 September 2026
19:57 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Bert Sakmann

Bert Sakmann

ahli biologi asal Jerman Nazi

Infobox orangBert Sakmann
330px-Sakmann.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
(2007) Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran12 Juni 1942 Suntingan nilai di Wikidata (84 tahun)
Stuttgart Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversity College London
Universitas Albert Ludwig Freiburg
Universitas Eberhard Karl Tübingen
Universitas Ludwig Maximilian Munich
Universitas Georg August Göttingen Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiFisiologi, kedokteran dan neurofisiologi Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanbiophysicist (en) Terjemahkan,physiologist (en) Terjemahkan,dokter,dosen,neurophysiologist (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Georg August Göttingen
Universitas Ruprecht Karl Heidelberg Suntingan nilai di Wikidata
Tertarik denganCell physiology (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Murid doktoralMoritz Helmstädter Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan

Bert Sakmann (lahir 12 Juni 1942) ialah seorang fisiolog Jerman yang memenangkan Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1991 bersama dengan Erwin Neher, untuk penemuan teknik tambal-sulam untuk studi saluran ion dalam sel.[1]

Pada tahun 1986, bersama dengan Erwin Neher, ia dianugerahi Louisa Gross Horwitz Prize oleh Universitas Columbia.

Rujukan

  1. "Bert Sakmann" (dalam bahasa Inggris). nobelprize.org. Diakses tanggal 5 September 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan