Selasa, 13 Oktober 2026
07:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Walter Rudolf Hess

Walter Rudolf Hess

dokter asal Swiss

Bagikan:
Walter Rudolf Hess
250px-Walter_Hess.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1881-03-17)17 Maret 1881
Meninggal12 Agustus 1973(1973-08-12) (umur 92)
AlmamaterUniversitas Zurich
Universitas Kiel
Universitas Berlin
Karier ilmiah
BidangFisiologi
Tempat kerjaUniversitas Zurich, ETH Zürich

Walter Rudolf Hess (17 Maret 1881 – 12 Agustus 1973, bukan Walther Rudolf Hess tokoh Nazi) merupakan seorang fisiologis Swiss yang menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1949 untuk pemetaan otak yang melibatkan pengendalian organ dalam. Ia berbagi penghargaan dengan Antonio Egas Moniz.

Hess lahir di Frauenfeld. Ia menerima gelar kedokterannya dari Universitas Zurich pada tahun 1906 dan dilatih sebagai dokter bedah dan mata. Tahun 1912, ia meninggalkan praktik pribadinya sebagai optalmologis dan melakukan penelitian. Ketertarikannya adalah terhadap regulasi aliran darah dan respirasi. Karena ketertarikan penelitiannya yang berlanjut, ia memulai memetakan bagian diencephalon yang mengontrol organ dalam. Sejak 1917 hingga 1951, ia bekerja sebagai profesor dan direktur Departemen Institut Fisiologi di Universitas Zurich. Hess meninggal di Locarno, Swiss.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan