Sabtu, 31 Oktober 2026
08:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Edwin Krebs

Ahli biokimia asal Amerika Serikat

Bagikan:
Edwin Gerhard Krebs
Lahir(1918-06-06)6 Juni 1918
Meninggal21 Desember 2009(2009-12-21) (umur 91)
AlmamaterUniversitas Illinois di Urbana-Champaign (B.S.),
Universitas Washington di St. Louis (M.D.)
Karier ilmiah
BidangBiokimia
Tempat kerjaUniversitas Washington, Seattle
Universitas California, Davis

Edwin Gerhard Krebs (6 Juni 1918 – 21 Desember 2009) ialah seorang biokimiawan Amerika Serikat.

Ia belajar kedokteran dan mendapatkan gelar PhD dari Universitas Washington, Missouri. Ia kemudian menjadi profesor pembantu biokimia di perguruan tinggi yang sama. Kerja samanya dengan Edmond Fischer membuatnya memenangkan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1992 karena berhasil menggambarkan bagaimana fosforilasi reversibel bekerja sebagai saklar untuk mengaktifkan protein dan mengatur berbagai proses seluler.

Kehidupan selanjutnya dan kematian

Ketertarikan Krebs dalam pengajaran dan administrasi membuatnya meninggalkan Universitas Washington untuk menjadi ketua pendiri Departemen Biokimia di Universitas California, Davis. Pada tahun 1977, ia kembali ke Universitas Washington sebagai Ketua Departemen Farmakologi.[1]

Krebs meninggal pada tanggal 21 Desember 2009. Ia meninggalkan seorang istri bernama Virginia dan tiga anak.[2][3]

Referensi dan catatan

  1. ↑ "Edwin G. Krebs". UC Davis Health. 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-09. Diakses tanggal Mei 29, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "UW scientist who won Nobel Prize in medicine dies". Seattle Post-Intelligencer. Hearst Corporation. 2009-12-23. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-06. Diakses tanggal 2009-12-25.
  3. ↑ Altman, Lawrence K. (2009-12-24). "Edwin Krebs Dies at 91; Discovered a Crucial Bodily Process". The New York Times. The New York Times Company. Diakses tanggal 2009-12-25.

Daftar pustaka

  • Raju, T N (2000), "The Nobel chronicles. 1992: Edmond H Fischer (b 1920) and Edwin G Krebs (b 1918)", Lancet, vol. 355, no. 9219 (dipublikasikan Jun 3, 2000), hlm. 2004, doi:10.1016/S0140-6736(05)72951-2, PMID 10859071{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Krebs, E G (1998), "An accidental biochemist", Annu. Rev. Biochem., vol. 67, hlm. xii–xxxii, doi:10.1146/annurev.biochem.67.1.0, PMID 9759479
  • Blum, H E (1992), "Nobel prize for medicine, 1992", Dtsch. Med. Wochenschr., vol. 117, no. 50 (dipublikasikan Des 11, 1992), hlm. 1935–8, doi:10.1055/s-0029-1235415, PMID 1333946{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Walaas, O; Jahnsen, T; Walaas, S I; Hansson, V (1992), "The 1992 Nobel Prize in physiology and medicine", Tidsskr. Nor. Laegeforen., vol. 112, no. 30 (dipublikasikan Des 10, 1992), hlm. 3775, PMID 1485288{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Fredholm, B B (1992), "Two share the Nobel Prize in medicine this year", Lakartidningen, vol. 89, no. 43 (dipublikasikan Okt 21, 1992), hlm. 3555–8, 363–4, PMID 1334180{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Krebs, E G; Fischer, E H (1989), "The phosphorylase b to a converting enzyme of rabbit skeletal muscle. 1956", Biochim. Biophys. Acta, vol. 1000, hlm. 302–9, doi:10.1016/s0006-3002(89)80024-1, PMID 2505847

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan