Sabtu, 03 Oktober 2026
02:50 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Edmond H. Fischer

Edmond H. Fischer

Ahli biokimia asal Swiss

Bagikan:
Edmond H. Fischer
250px-Edmond_Fischer_Nobel_Laureate_1992.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fischer pada tahun 2016
Lahir
Edmond Henri Fischer

(1920-04-06)6 April 1920
Meninggal27 Agustus 2021(2021-08-27) (umur 101)
AlmamaterUniversitas Jenewa
Dikenal karenaFosforilasi
Karier ilmiah
Tempat kerjaUniversitas Washington
DisertasiLa purification et l'isolement de l'alpha-amylase de pancréas (1947)
Kurt Heinrich Meyer
Situs webdepts.washington.edu/biowww/pages/faculty-Fischer.shtml

Edmond Henri Fischer (6 April 1920 – 27 Agustus 2021) adalah seorang biokimiawan Amerika-Swiss. Ia dan kolaboratornya Edwin G. Krebs dianugerahi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1992 karena telah mendeskripsikan bagaimana fosforilasi reversibel bekerja sebagai saklar untuk mengaktifkan protein dan mengatur berbagai proses seluler.[1] Dari 2007 hingga 2014, ia adalah Presiden Kehormatan Dewan Kebudayaan Dunia.[2][3][4][5] Pada saat sebelum kematiannya pada tahun 2021 dalam usia 101 tahun, ia adalah peraih Penghargaan Nobel tertua yang masih hidup.[6]

Biografi

Edmond H. Fischer lahir di Shanghai. Pada usia 7 tahun, ia pindah ke Swiss di mana ia menjalani seluruh studi, menerima gelar B.S. dalam kimia dan biologi dan gelar Ph. D. dalam kimia organik dari Universitas Jenewa. Setelah beberapa tahun sebagai anggota Rockefeller Foundation dan dosen privat di Université de Genève, ia menghabiskan setahun di Institut Teknologi California. Pada tahun 1953, ia bergabung dengan Bagian Biokimia Universitas Washington, di mana kini ia menjadi profesor emeritus.

Selama 6 bulan kedatangannya di Seattle, ia mengawali studi kolaboratif dengan Edwin Gerhard Krebs pada pengaturan fosforilasi glikogen. Fischer dan Krebs meneruskan mendefinisikan serangkaian reaksi pada kaskade yang menimbulkan aktivasi/inaktivasi enzim ini saat digerakkan oleh hormon dan kalsium. Sejak itu, mereka bekerja pada pengaturan proses seluler yang berbeda oleh fosforilasi protein reversibel. Menjelang akhir kariernya, laboratorium Dr. Fischer tertarik meneliti tentang identifikasi, karakterisasi, dan regulasi sejumlah protein intrasel dan reseptor tirosin fosfatase dan peranannya dalam transduksi sinyal, progresi dan trasformasi siklus sel.

Dr. Fischer telah bertugas di sejumlah dewan penasihat ilmiah, termasuk di NIH dan NSF, Muscular Dystrophy Association, Lembaga CIBA-GEIGY Friedrich Miescher, Biozentrum Universitas Basel, Lembaga Imunologi Basel, Scientific Governors of the Scripps Research Institute dan Lembaga Ilmiah Weizmann.

Dr. Fischer adalah anggota kolega asing sejumlah akademi ilmiah dan dianugerahi gelar doctor honoris causa dari sejumlah universitas di AS dan luar negeri. Ia menerima Medali Werner dari Masyarakat Kimia Swiss (1952), Prix Jaubert (1968), Senior Passano Award (1988) dan Steven C. Beering Award (1991). Pada tahun 1992, Dr. Fischer dan Krebs menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran untuk penemuan yang terkait fosforilasi protein reversibel sebagai mekanisme pengaturan biologis.

Referensi

  1. ↑ "The Nobel Prize in Physiology or Medicine 1992 Press Release". Majelis Nobel di Institut Karolinska. Diakses tanggal 21 Agustus 2013.
  2. ↑ Almada López, Carlos. "World Cultural Council 24th Award Ceremony, Closing Remarks" (dalam bahasa Spanyol). Diarsipkan dari asli tanggal 25 Desember 2014. Diakses tanggal 21 Agustus 2013.
  3. ↑ Pacific Northwest Research Institute. About Edmond H. Fischer, Ph.D. Diarsipkan 2006-09-25 di Wayback Machine.
  4. ↑ Hughes, R. 1998. After the Prize
  5. ↑ Freeview video 'An Interview with Edmond Fischer' by the Vega Science Trust
  6. ↑ "Nobel Laureate Edmond H. Fischer 1920 – 2021". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-29. Diakses tanggal 2021-08-30.

Pranala luar

Didahului oleh:
José Rafael Estrada
Presiden Kehormatan Dewan Kebudayaan Dunia
November 2007 – 17 November 2014
Diteruskan oleh:
Colin Blakemore
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Fellows of the Royal Society yang terpilih pada 2010
Fellows
Honorary
Foreign
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan