Sabtu, 26 September 2026
20:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Max Theiler

Max Theiler

dokter asal Amerika Serikat

Max Theiler
250px-Max_Theiler_nobel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1899-01-30)30 Januari 1899
Meninggal11 Agustus 1972(1972-08-11) (umur 73)
AlmamaterUniversitas Cape Town
Dikenal karenaMengembangkan vaksin demam kuning
Karier ilmiah
BidangVirologi

Max Theiler, (Pretoria, 30 Januari 1899 - New Haven, Connecticut, 11 Agustus 1972), adalah seorang virolog Afrika Selatan, pemenang Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran tahun 1951.

Biografi singkat

Anak seorang dokter hewan, menempuh pendidikan di Universitas Cape Town, lulus tahun 1918, pada usia 19 tahun. Pindah ke London untuk menekuni spesialisasi dalam kedokteran tropis, menddapatkan lisensi Royal College Physicians London, lalu mengambil kedudukan di Fakultas Kedokteran Tropis Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, pada tahun 1923.

Pada tahun 1930 ia pindah ke Yayasan Rockefeller, di mana ia mengembangkan vaksin untuk demam kuning, karya yang mengantarkannya menerima Hadiah Nobel Kedokteran 1951.

Trivia

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


Flag of Afrika SelatanBiography icon

Artikel bertopik biografi Afrika Selatan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan