Jumat, 25 September 2026
11:19 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara

Demam kuning

Demam kuning
SpesialisasiPenyakit menular Sunting ini di Wikidata

Demam kuning (dijuluki "Yellow Jack") adalah sebuah penyakit hemoragik virus akut.[1] Virus ini berupa virus RNA sebesar 40 hingga 50 nm dengan sense positif dari famili Flaviviridae.

Virus demam kuning ini ditularkan melalui gigitan nyamuk betina (nyamuk demam kuning, Aedes aegypti, dan spesies lain) dan ditemukan di kawasan tropis dan subtropis di Amerika Selatan dan Afrika, namun tidak di Asia.[2] Makhluk hidup yang menjadi inang virus ini hanyalah primata dan beberapa spesies nyamuk. Penyakit ini diyakini berasal dari Afrika, kemudian dari sana diperkenalkan ke Amerika Selatan melalui perdagangan budak pada abad ke-16. Sejak abad ke-17, beberapa epidemi besar penyakit ini tercatat muncul di Amerika, Afrika dan Eropa. Pada abad ke-19, demam kuning dianggap sebagai salah satu penyakit menular paling berbahaya.[3]

Demam kuning terjadi dengan gejala demam, mual dan nyeri; penyakit ini umumnya menghilang setelah beberapa hari. Pada beberapa pasien, fase beracunnya terjadi setelah itu, dan kerusakan hati dengan jaundis (penguningan kulit yang menjadi bakal penamaan penyakit ini) dapat terjadi dan mengakibatkan kematian. Karena kecenderungan perdarahan yang meningkat (diatesis perdarahan), demam kuning termasuk dalam kelompok demam hemoragik. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa demam kuning mengakibatkan 200.000 korban sakit dan 30.000 kematian setiap tahunnya di daerah berpenduduk tanpa vaksin;[4] sekitar 90% infeksi terjadi di Afrika.[5]

Vaksin teraman dan efektif melawan demam kuning sudah ada sejak pertengahan abad ke-20 dan beberapa negara mensyaratkan vaksinasi untuk pelancong.[6] Karena belum ada terapi (antivirus) yang pasti untuk penyakit ini selain penanganan gejala penyakit, program vaksinasi, bersama kebijakan mengurangi populasi nyamuk pengangkut virus (inang), sangat penting bagi daerah-daerah terjangkit. Sejak 1980-an, jumlah kasus demam kuning terus meningkat dan menjadikannya sebagai penyakit yang bangkit kembali.[7]

Catatan kaki

  1. ↑ Schmaljohn AL, McClain D. (1996). "Alphaviruses (Togaviridae) and Flaviviruses (Flaviviridae)". Dalam Baron S (ed.). Medical Microbiology (Edisi 4th). Univ of Texas Medical Branch. ISBN 0-9631172-1-1.
  2. ↑ "CDC Yellow Fever". Diakses tanggal 2010-03-13.
  3. ↑ Oldstone, Michael B. A. (2000). Viruses, Plagues, and History (Edisi 1st). Oxford University Press. hlm. 45. ISBN 0195134222.
  4. ↑ "Yellow fever fact sheet". WHO—Yellow fever. Diakses tanggal 2006-04-18.
  5. ↑
  6. ↑ Ryan KJ; Ray CG (editors) (2004). Sherris Medical Microbiology (Edisi 4th). McGraw Hill. ISBN 0-8385-8529-9.{{cite book}}: |author= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Barrett AD, Higgs S (2007). "Yellow fever: a disease that has yet to be conquered". Annu. Rev. Entomol. 52: 209–29. doi:10.1146/annurev.ento.52.110405.091454. PMID 16913829.

Bacaan lanjutan

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan