Sabtu, 26 September 2026
23:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Richard Axel

Richard Axel

Ahli biokimia asal Amerika Serikat

250px-2008_nidcd_symposium_hi_Dr_Richard_Axel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Richard Axel

Richard Axel, M.D. (lahir 2 Juli 1946 di Kota New York) adalah ilmuwan Amerika Serikat yang meneliti sistem penghidu atau penciuman dengan hidung. hasil penelitiannya dengan Linda B. Buck tersebut memenangi Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 2004.

Biografi

Lahir di Kota New York, Axel lulus dari Sekolah Menengah Stuyvesant pada 1963, memperoleh gelar sarjana muda pada 1967 dari Universitas Columbia, dan doktor ilmu kedokteran pada 1971 dari Universitas Johns Hopkins. Ia kembali ke Columbia dan menjadi profesor penuh pada 1978.

Karya

Pada akhir 1970an, Axel bersama mikrobiolog Saul J. Silverstein, dan ahli genetika Michael H. Wigler, menemukan teknik kotransformasi, sebuah proses di mana DNA asing dapat dimasukkan ke sel pejamu untuk membuat protein tertentu. Teknik ini merupakan dasar rekombinasi DNA untuk ilmu farmasi dan bioteknologi.

Penelitian utama Axel mengenai bagaimana otak mengartikan indra penghidu, secara spesifik memetakan bagian otak yang sensitif pada reseptor penghidu spesifik.

Pada makalahnya yang diterbitkan pada 1991, Buck dan Azel mengklon reseptor penghidu dan menunjukkan bahwa reseptor tersebut merupakan kelompok pasangan reseptor protein G. Dengan menganalisis DNA tikus, mereka menilai bahwa terdapat kira-kira seribu gen yang berbeda pada resptor-reseptor penghidu di genom mamalia. Penelitian ini membuka jalan untuk analisis genetik dan molekuler pada mekanisme penghidu. Dalam penelitian berikutnya, Buck dan Axel telah menunjukkan setiap sel saraf reseptor penghidu benar hanya mengekspresikan satu jenis protein reseptor dan masukan dari semua sel saraf yang diekspresikan pada reseptor yang sama akan dikumpulkan di glomerulus pada bulbus olfaktorius.

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan