Jumat, 16 Oktober 2026
21:46 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Agra Mas

Agra Mas

perusahaan otobus Indonesia

Bagikan:
PT Anugerah Mas
250px-Agra_Mas_bus_company_Logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Agra_Mas_Jetbus_3_Terminal_Jombor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Agra Mas dengan karoseri Jetbus3 produksi Adi Putro berangkat dari Terminal Jombor
Didirikan2003 (2003)
Kantor pusatJalan Bambu Kuning Utara 2, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Indonesia
Wilayah layanan
Jenis layanan
Tujuan akhirKota-kota di Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan
Ruang tungguTersedia di setiap kantor perwakilan
Garasi
Jenis bahan bakarDiesel
Direktur UtamaDavid Ariawan
Situs webagramasgroup.com

PT Anugerah Mas adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Jakarta. Perusahaan otobus ini menjalankan dua merek, yakni Agra Mas di segmen bus dalam trayek (bus antarkota, bus perkotaan, dan pemadu moda bandar udara); Agra Icon di segmen bisnis nontrayek (bus pariwisata dan carteran), serta Agra Express di segmen kargo dan kurir. Garasi sekaligus kantor pusat bus ini terletak di Cipayung, Jakarta Timur dan memiliki kantor cabang di Karawang serta Kota Bogor, Jawa Barat, Yogyakarta, Pati dan Wonogiri, Jawa Tengah.

Sejarah

Agra Mas memiliki keterkaitan sejarah yang erat dengan Giri Indah, sebuah perusahaan otobus asal Wonogiri, Jawa Tengah, yang telah beroperasi sejak era 1970-an. Keterkaitan ini tidak terlepas dari sosok David Ariawan yang merupakan cucu dari pemilik PO Giri Indah. Pada masa kejayaannya, Giri Indah dikenal sebagai operator bus antarkota dan bus perkotaan Jabodetabek. Namun, eksistensi perusahaan tersebut harus berakhir pada tahun 1998 akibat dampak krisis finansial Asia yang menyebabkan banyak perusahaan mengalami kebangkrutan.[1][2]

Pasca-penutupan Giri Indah, kedua orang tua Ariawan, yakni Laniwati dan Hermadi, mengambil inisiatif melanjutkan usaha transportasi dengan mengelola trayek perkotaan Giri Indah yang beroperasi di wilayah Jakarta Timur. Usaha yang dijalankan keluarga ini sejak tahun 2000 benar-benar didirikan kembali dari nol, independen, dan bukan kelanjutan dari manajemen lama. Tiga tahun setelahnya, keluarga ini kemudian memberi nama usaha otobus ini, Agra Mas. Penamaan ini dilakukan untuk menghindari kerancuan dengan nama Giri Indah yang sebelumnya telah dikenal masyarakat. Nama Agra Mas diambil dari nama badan hukum perusahaan, yaitu PT Anugerah Mas. Pada tahun yang sama, Ariawan baru saja menyelesaikan pendidikan tingginya, dan mulai terlibat aktif hingga akhirnya mengambil alih pucuk manajemen Agra Mas.[1][2][3]

250px-Agramas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Agra Mas lama

Di bawah kepemimpinan Ariawan, Agra Mas mulai berkembang secara bertahap dengan fokus awal pada bus perkotaan Jabodetabek. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kepercayaan masyarakat, manajemen Agra Mas mulai merancang ekspansi ke sektor bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Pada tahun 2010, Agra Mas resmi memasuki layanan (AKAP) dengan membuka trayek perdananya, yaitu Wonogiri–Jakarta. Pembukaan trayek ini memiliki makna emosional tersendiri bagi Ariawan, karena Wonogiri merupakan daerah tempat ia tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya.[1][2][3]

250px-Agra_Mas_5018_Panorama_3_Laksana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Agra Mas dengan karoseri Laksana Panorama 3

Ariawan menuturkan bahwa latar belakang kehidupannya turut memengaruhi arah pengembangan perusahaan. Ia besar di Wonogiri, mengenyam pendidikan SMA di Surakarta, dan kemudian merantau ke Jakarta setelah lulus. Pengalaman hidup tersebut membentuk visi bahwa meskipun Agra Mas didirikan dan berkembang di Jakarta, namun nilai-nilai, semangat, dan akar budaya perusahaan tetap berasal dari Wonogiri. Hal inilah yang menjadikan Agra Mas memiliki identitas khas dibandingkan dengan perusahaan otobus lain yang tumbuh di Jakarta.[2]

Pada debutnya di layanan AKAP, Agra Mas dikenal sebagai perusahaan yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan penumpang. Kebijakan yang diterapkan adalah mengurangi kapasitas tempat duduk bus dari yang umumnya berjumlah 40 kursi menjadi hanya 36 kursi, agar memberikan ruang yang lebih lega dan nyaman bagi penumpang, meskipun harus mengorbankan potensi pendapatan.[2] Pada tahun 2014, Agra Mas melakukan ekspansi dengan membuka layanan angkutan pemadu moda menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan trayek awal Pusat Grosir Cililitan–Bandara Soekarno-Hatta menggunakan armada kelas eksekutif.[4] Selanjutnya, pada tahun 2017, Agra Mas kembali melakukan inovasi dengan meluncurkan layanan bus tingkat kelas super eksekutif yang melayani trayek Jakarta–Wonogiri dan Parung–Jepara.[5]

Armada

250px-Agra_Mas_5024_Old_Celcius_Rahayu_Santosa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus lawas Agra Mas dengan karoseri Celcius produksi Rahayu Santosa

Pada masa awal merintis, Agra Mas dikenal mengoperasikan bus-bus Hino, Isuzu, dan Mercedes-Benz yang merupakan bekas impor Jepang dengan bodi kotak sederhana khas bus perkotaan. Armada-armada tersebut melayani rute perkotaan sebelum berekspansi ke layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Di masa-masa awal ini, Agra Mas sudah menerapkan kebijakan yang berorientasi pada kenyamanan penumpang, seperti melarang pedagang asongan naik ke dalam bus.[6]

Seiring dengan berkembangnya portofolio bisnis, Agra Mas terus melakukan pembaruan armada dengan mengadopsi berbagai sasis modern dari pabrikan Jepang dan Eropa. Untuk kebutuhan AKAP, PO ini menggunakan sasis Mercedes-Benz (OH 1626, OC 500 RF 2542), Volvo B11R, Scania K410iB, serta sasis Hino RM 280 yang dipakai pada varian Suites Combi.[7][8][9][10] Sementara dalam hal karoseri, Agra Mas dikenal selektif dan mengikuti perkembangan desain bus modern. Contohnya adalah penggunaan bodi Laksana Legacy SR-3 Suite Class pada armada bus tidur terbaru. Karoseri ini menampilkan desain yang modern dan premium, dengan lampu full LED, garis DRL LED yang tegas, serta konsep floating roof yang memperkuat kesan futuristis. Pemilihan karoseri tersebut tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada aerodinamika dan kenyamanan kabin.[7]

250px-Transportasi_Darat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Agra Mas dengan karoseri New Setra Jetbus2+ SHD

Selain Laksana, Agra Mas juga banyak mengandalkan produk buatan perusahaan karoseri Adi Putro melalui berbagai generasi Jetbus. Salah satu armada unggulannya adalah bus tingkat Jetbus5 yang dirakit di atas sasis Volvo B11R. Bus ini tampil dengan desain eksterior yang minimalis tetapi elegan, tanpa stiker berlebihan, dipadukan dengan pelek berwarna merah yang memberi kesan sporty. Interiornya pun dirancang untuk kenyamanan tinggi, dengan konfigurasi kursi leg rest 2+1 di dek bawah dan 2+2 di dek atas, mini bar, ruang merokok, dispenser air, toilet, serta sleeper seat di dek bawah yang memberikan kenyamanan setara pesawat terbang.[9]

Di samping itu, Agra Mas juga meluncurkan konsep Suites Combi, yaitu bus yang menggabungkan kursi standar dan sleeper dalam satu unit, menggunakan sasis Hino RM 280 serta bodi Legacy SR-3 Suites Combi buatan perusahaan karoseri Laksana. Bus-bus ini mengusung kaca ganda dan pola pengecatan yang lebih modern dibanding unit lama. Selain itu, Agra Mas juga mengandalkan bus produksi perusahaan karoseri Tentrem; dengan bodi Avante H8 Grand Captain dan memiliki dua sleeper seat di atas pengemudi, dan memiliki tempat istirahat kru ("kandang macan") di belakang bangku pengemudinya.[10][11]

Ciri khas tampilan

Ciri khas tampilan dari bus-bus milik Agra Mas didominasi warna merah dengan penggunaan stiker minimalis, serta logo pesawat kertas lipat (origami) berwarna putih dan oranye yang menjadi identitas korporatnya. Kombinasi warna merah dengan grafis krem dan hitam mempertegas julukan Agra Mas sebagai "semut merah". Sementara itu, untuk unit bus pariwisata yang beroperasi di bawah jenama Agra Icon, perbedaannya terletak pada grafis yang lebih sederhana berupa garis-garis putih, kuning, dan oranye, meskipun tetap mempertahankan identitas visual yang konsisten dengan induk mereknya.[7][12]

Trayek

Bus antarkota

Sejak 2010, Agra Mas mengalihkan fokus bisnis utamanya dari bus perkotaan menjadi bus antarkota.[2] Perubahan strategi bisnis tersebut membuat Agra Mas dikenal sebagai salah satu operator utama bus antarkota yang melayani rute-rute strategis, khususnya di Jawa dan Sumatra. Agra Mas berpusat di DKI Jakarta dan menghubungkan wilayah-wilayah penting seperti Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Hampir setiap wilayah Jawa dilayani Agra Mas, sehingga menjadi pilihan transportasi darat untuk berbagai macam tujuan perjalanan lintas provinsi maupun lintas pulau.[13]

Agra Mas memberikan standar fasilitas yang relatif setara di seluruh kelas bus antarkotanya. Setiap armada dilengkapi dengan pendingin udara (AC), televisi, sistem audio, bantal, selimut, USB port, dispenser air minum, serta layanan makan dan kudapan selama perjalanan.[14] Setiap kelas layanan antarkota juga dapat disesuaikan dengan preferensi dan anggaran penumpang. Kelas tertinggi adalah Sleeper, yang mengandalkan bus tingkat dengan kombinasi kursi sleeper dan reclining seat konfigurasi 1+1.[15] Terdapat kelas Suites Combi sebagai armada terbaru yang menggabungkan kelas super eksekutif dan sleeper dalam satu bus, dengan konfigurasi tempat duduk 2+1 dan tempat tidur 2+1.[10] Untuk bus yang seluruhnya menggunakan tempat duduk, Agra Mas menyediakan Big Top dengan konfigurasi 2+1,[16] kelas eksekutif dengan konfigurasi 2+2 lengkap sandaran kaki,[17] serta kelas VIP sebagai kelas dengan fasilitas dasar.[18]

Bus perkotaan dan pemadu moda

250px-Transjabodetabek_Agra_Mas%2C_2023.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Agra Mas yang melayani trayek Transjabodetabek dan pernah dioperasikan sebagai angkutan APTB Transjakarta.

Agra Mas mengoperasikan layanan bus perkotaan di kawasan Jabodetabek, yang menghubungkan wilayah Bogor dan sekitarnya dengan sejumlah terminal serta pusat kegiatan di Jakarta dan kota-kota penyangganya. Layanannya mencakup bus antarkawasan, bus pemadu moda bandara, dan angkutan perkotaan yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan pemerintah.

Bus pemadu moda bandara

Agra Mas mulai mengoperasikan layanan bus pemadu moda menuju Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta pada 21 Juli 2014. Pada saat itu, Kementerian Perhubungan meresmikan layanan angkutan pemadu moda untuk sejumlah trayek, termasuk Bandara Soekarno-Hatta–Pusat Grosir Cililitan (PGC) yang dilayani oleh PT Anugerah Mas dengan 16 unit bus.[19]

Dalam perkembangannya, Agra Mas mencantumkan layanan *Jabodetabek Airport Connexion* (JAC) dengan dua lintasan, yaitu PGC–Bandara Soekarno-Hatta dan Transmart Pondok Gede–Bandara Soekarno-Hatta. Kedua trayek tersebut menghubungkan kawasan Jakarta Timur dan sekitarnya dengan bandara.[20]

Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway

Agra Mas pernah menjadi salah satu operator Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB), yaitu layanan yang menghubungkan kawasan penyangga Jakarta dengan jaringan Transjakarta. Pada 2015, perusahaan ini tercatat sebagai salah satu operator APTB yang melayani perjalanan dari kawasan Bogor menuju Jakarta.[21]

Mulai 1 Juni 2016, bus APTB tidak lagi diperbolehkan menggunakan jalur khusus Transjakarta. Kebijakan tersebut mengubah pola integrasi operasional APTB dengan Transjakarta, tetapi tidak serta-merta berarti seluruh layanan bus antarkawasan milik operator terkait berhenti beroperasi.[22]

Perkembangan trayek bus perkotaan

Agra Mas mencantumkan sejumlah trayek Transjabodetabek reguler yang menghubungkan Bogor dan wilayah penyangga lainnya dengan terminal di Jakarta. Rute yang tercantum di situs perusahaan antara lain Bogor–Cikarang, Bogor–Tanjung Priok, Bogor–Lebak Bulus, Bogor–Grogol, Bogor–Senen, Bogor–Kampung Rambutan, Tangerang–Kampung Rambutan, Tangerang–Cikarang, Tangerang–Bekasi, Karawang–Kampung Rambutan, dan Bogor–Karawang.[20]

Laporan Kinerja Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tahun 2024 juga mencatat sejumlah trayek bus perkotaan Agra Mas, termasuk Bandara Soekarno-Hatta–PGC Cililitan, Grogol–Ciawi, Senen–Ciawi, Senen–Bogor, serta beberapa trayek yang menghubungkan Bogor dan wilayah penyangga lainnya dengan terminal di Jakarta.[23]

Ciawi–Grogol

Trayek Ciawi–Grogol menghubungkan kawasan Ciawi, Kabupaten Bogor, dengan Grogol di Jakarta Barat. Pada masa APTB, lintasannya melewati Jalan Tol Jagorawi dan sejumlah jalan arteri di Jakarta, termasuk kawasan Cawang, Pancoran, Semanggi, Slipi, dan Jalan Letjen S. Parman.[24]

Trayek Grogol–Ciawi masih tercantum dalam laporan BPTJ tahun 2024 sebagai bagian dari dokumentasi layanan bus perkotaan Agra Mas. Namun, kesamaan titik asal dan tujuan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa lintasan serta pola operasionalnya tetap sama dengan layanan APTB terdahulu.[23]

Ciawi–Senen

Trayek Ciawi–Senen menghubungkan kawasan Ciawi dengan Terminal Senen di Jakarta Pusat. Pada masa APTB, perjalanan dari kawasan Bogor menuju Senen menggunakan jaringan jalan tol dan jalan arteri di Jakarta. Dokumentasi rute APTB pada 2015 mencatat hubungan kawasan Bogor dengan sejumlah titik di Jakarta melalui jaringan jalan yang terintegrasi dengan Transjakarta.[24]

Laporan BPTJ tahun 2024 mencantumkan trayek Senen–Ciawi dalam dokumentasi layanan bus perkotaan Agra Mas. Perubahan lintasan, titik pemberhentian, dan pola operasional setelah berakhirnya skema APTB perlu dibedakan dari kesamaan nama trayek tersebut.[23]

Bubulak–Senen

Kawasan Bubulak di Bogor Barat merupakan salah satu kawasan asal perjalanan bus dari Kota Bogor menuju Jakarta. Dokumentasi APTB pada 2015 mencatat layanan Bogor–Senen, sedangkan Agra Mas juga mencantumkan trayek Bogor–Senen dalam daftar layanan bus perkotaannya.[25][20]

Namun, penyebutan Bogor–Senen belum memastikan bahwa titik keberangkatan pada masa APTB secara khusus berada di Terminal Bubulak. Kesinambungan trayek Bubulak–Senen dengan layanan APTB terdahulu memerlukan sumber yang secara eksplisit menyebut terminal asal tersebut.

Layanan bus raya terpadu

Agra Mas juga terlibat sebagai operator pihak ketiga dalam layanan BisKita Trans Depok, yang diselenggarakan melalui skema *buy the service* (BTS). Layanan ini menghubungkan Terminal Terpadu Depok dengan Stasiun LRT Harjamukti. Pada Juli 2024, BisKita Trans Depok diberitakan mulai beroperasi untuk masyarakat setelah melalui tahap uji coba.[26]

Bisnis nontrayek

Bus pariwisata dan carteran

250px-Agra_Icon_Jetbus_5_MHD_Adiputro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus pariwisata Agra Icon dengan karoseri Jetbus5 produksi Adi Putro

Agra Mas mengembangkan layanan bus pariwisata dan carteran melalui jenama Agra Icon untuk memenuhi kebutuhan transportasi wisata. Melalui Agra Icon, perusahaan ini menawarkan layanan perjalanan pariwisata dengan pilihan armada mulai dari bus kecil hingga bus besar, dengan kapasitas tempat duduk yang bervariasi antara sekitar 16 hingga 59 kursi. Layanan ini dirancang untuk melayani berbagai kebutuhan perjalanan, baik untuk rombongan kecil maupun besar, dan beroperasi di berbagai wilayah strategis di Pulau Jawa dan Sumatra.[12][27]

Agra Icon sering menggunakan armada bus dengan usia muda guna menjamin kenyamanan dan keandalan perjalanan. Misalnya, pada 2025, Agra Icon menggunakan karoseri Adi Putro Jetbus5 yang dipadukan dengan sasis Hino atau sasis lain sesuai dengan kebutuhan ukuran dan spesifikasi kendaraan. Dari segi tampilan, bus-bus Agra Icon mengusung desain bodi yang lebih sederhana, dengan ciri khas tulisan "Icon" berwarna kuning sebagai identitas pembeda. Armada ini dirancang khusus untuk perjalanan wisata, termasuk pengaturan kursi 3+2 yang memungkinkan daya tampung lebih banyak.[27]

Referensi

  1. 1 2 3 Lintang, I. (7 Mei 2025). "Mengenal Sosok Pemilik PO Agra Mas dan Sejarahnya". Inilah. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  2. 1 2 3 4 5 6 Praditia, M.D. (30 Maret 2023). "Kisah Sukses PO Agramas, Lahir di Jakarta tapi Berakar dari Wonogiri". Espos. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  3. 1 2 Dahwilani, D.M. (13 April 2023). "Banyak yang Mengira PO Agra Mas sebagai Bus Pendatang di Wonogiri, Ini Faktanya". iNews. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "PERESMIAN PENGOPERASIAN PELAYANAN ANGKUTAN UMUM PEMADU MODA BANDARA SOEKARNO-HATTA (BSH) 2014 Kementerian Perhubungan Republik Indonesia". dephub.go.id. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  5. ↑ ZCH1708 (10 April 2017). "PO Agra Mas, Pemain Kedua yang Operasikan Bus Malam Tingkat di Pulau Jawa". otodriver. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Radityasani, M.F.; Maulana, A. (1 April 2021). "Sejarah PO Agra Mas, Senang Pakai Bus Bekas dari Jepang". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 3 Anshori, Luthfi. "PO Agra Mas Luncurkan Sleeper Bus: Bodi Laksana, Sasis Mercedes-Benz". detikoto. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  8. ↑ Media, Kompas Cyber (16 November 2023). "Bocoran Bus Baru PO Agra Mas, Pakai Sasis Volvo". KOMPAS.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Anshori, Luthfi. "PO Agra Mas Rilis Dua Bus Double Decker Baru, Desainnya Elegan". detikoto. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  10. 1 2 3 Anshori, Luthfi. "PO Agra Mas Luncurkan Bus Baru, Usung Konsep Suites Combi". detikoto. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  11. ↑ Sigit, M. (14 Oktober 2024). "Bus 'Semut Merah' PO Agra Mas Mengandalkan Bodi Avante H8 Grand Captain". kabaroto. Diakses tanggal 19 Januari 2026.
  12. 1 2 Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (16 Juli 2023). "PO Agra Mas Luncurkan 2 Unit Medium Bus Pariwisata". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  13. ↑ Aida, N.R. (21 Maret 2025). "Harga Tiket Bus Agra Mas Lebaran 2025 Tujuan Jawa hingga Sumatera". Kompas.com. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  14. ↑ Aulia, S.; Maulana, A. (14 Desember 2023). "Merasakan Suite Class Bus PO Agra Mas Rute Wonogiri-Jakarta". Kompas.com. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  15. ↑ Sari, J.P.I.; Kurniawan, A. (3 Juli 2023). "PO Agra Mas Merilis Sleeper Bus, Pakai Transmisi Matik". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  16. ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (26 Oktober 2023). "PO Agra Mas Buka Layanan Bus Big Top Trayek Parung-Giriwoyo". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  17. ↑ Sari, J.P.I.; Kurniawan, A. (17 Desember 2024). "PO Agra Mas Buka Rute Rajeg-Yogyakarta Pakai Bus Eksekutif". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  18. ↑ Nugrahadi, A.; Maulana, A. (14 Desember 2021). "PO Agra Mas Buka Rute Baru Kelas VIP, Cileduk-Matesih dan Kalideres-Jogja". Kompas.com. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  19. ↑ "Peresmian Pengoperasian Pelayanan Angkutan Umum Pemadu Moda Bandara Soekarno-Hatta (BSH) 2014". Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. 21 Juli 2014. Diakses tanggal 16 Oktober 2026.
  20. 1 2 3 "Jabodetabek dan Bandara". Agra Mas Group. Diakses tanggal 16 Oktober 2026.
  21. ↑ "Trayek APTB tidak akan ditambah". ANTARA News. 18 Januari 2015. Diakses tanggal 16 Oktober 2026.
  22. ↑ "APTB dilarang gunakan jalur Transjakarta mulai Juni". ANTARA News. 26 Mei 2016. Diakses tanggal 16 Oktober 2026.
  23. 1 2 3 Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (2024). Laporan Kinerja BPTJ Tahun 2024 (PDF) (Laporan). Jakarta: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Diakses tanggal 16 Oktober 2026.
  24. 1 2 Laoh, Novan (2014-12). "Rute Transjakarta (Busway) & APTB 2015". Novan Laoh. Diakses tanggal 16 Oktober 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  25. ↑ Octaviani, Magdalena (27 Oktober 2015). "Rute APTB Bogor–Grogol dan Bogor–Senen". Magdalena Octaviani. Diakses tanggal 16 Oktober 2026.
  26. ↑ Lingga, R. (9 Juli 2024). "BisKita, Angkot Gratis dari Terminal Terpadu-LRT Harjamukti". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 16 Oktober 2026.
  27. 1 2 Media, Kompas Cyber (31 Januari 2025). "Bus Baru PO Agra Icon dari Karoseri Adiputro, Spesifikasi Pariwisata". KOMPAS.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.

Pranala luar

Bus antarnegara
Bus perkotaan
Bus antarkota
Bus pariwisata
Bus antar-jemput
karyawan
Bus antar-jemput
Bus permukiman
Bus pemadu moda
Bus apron bandara
Tidak beroperasi
Perusahaan logistik di Indonesia
Reguler
Non-reguler
Ojek daring
Pasar daring
Perusahaan
otobus
Tutup
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan