Senin, 21 September 2026
00:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Sandeq

Sandeq

Perahu nelayan cepat dari Indonesia

330px-Fishermen_in_Majene.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sandeq di Majene

Sandeq adalah jenis perahu layar bercadik yang digunakan oleh nelayan dari suku Mandar untuk melaut atau sebagai alat transportasi antarpulau. Ukuran sandeq bervariasi, dengan lebar lambung berkisar antara 0,5–1 meter dan panjang 5–15 meter, dengan daya angkut mulai dari beberapa ratus kilogram hingga 2 ton lebih, bentuknya yang ramping menjadikannya lebih lincah dan lebih cepat dibandingkan dengan perahu layar lainnya. Nama Sandeq berasal dari bahasa Mandar yang berarti runcing. Perahu ini sangat masyhur sebagai warisan kebudayaan bahari Masyarakat Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Sebelum penggunaan motor (mesin), sandeq menjadi salah satu alat transportasi antar pulau paling dominan sebab selain lincah dan cepat, sandeq juga dapat berlayar melawan arah angin, yaitu dengan teknik berlayar zigzag (dalam bahasa Mandar disebut sebagai "Makkarakkayi"). Setiap tahun diadakan lomba perahu sandeq di Sulawesi Barat. Sebenarnya nelayan Mandar membuat banyak jenis perahu baik ukuran kecil maupun besar, tetapi sandeq satu satunya perahu yang sepenuhnya menggunakan tenaga angin dan masih digunakan di Sulawesi Barat saat ini.

Sandeq, perahu tradisional Mandar merupakan warisan leluhur sebagai sarana para nelayan untuk mencari ikan di laut sebagai mata pencaharian, sebagai sarana transportasi para pedagang pada masa silam mengarungi lautan untuk menjual hasil bumi.

Sandeq juga sanggup bertahan menghadapi angin dan gelombang saat mengejar kawanan ikan tuna. Saat musim ikan terbang bertelur, nelayan menggunakan sandeq untuk memasang perangkap telur dari rangkaian daun kelapa dan rumput laut, atau berburu rempah-rempah hingga Ternate dan Tidore untuk dibawa ke bandar Makassar.

Dahulu, dilombakan Saat libur melaut karena kendala cuaca, nelayan Mandar biasa mengisi waktu dengan menggelar lomba sandeq. Lomba hanya mengadu kemampuan manuver. Setiap sandeq harus memutari area yang dibatasi tiga titik. Lomba ini membutuhkan kejelian membaca angin dan menentukan teknik manuver. Di sini nelayan diuji kepiawaian sebagai passandeq.

Kini hanya difungsikan untuk lomba perahu yang belakangan populer dengan “Sandeq race” sebagai agenda tahunan menjelang HUT Proklamasi Indonesia. Beberapa event perlombaan pun kerap digelar untuk membuktikan ketangguhan perahu ini (Horst H. Liebner, peneliti sandeq asal Jerman, menilai, tidak ada perahu tradisional yang sekuat dan secepat sandeq yang menjadi perahu tradisional tercepat di Austronesia). Lomba sandeq masih bisa disaksikan hingga saat ini dalam Sandeq Race, seperti digelar pertengahan Agustus lalu dengan mengambil rute Mamuju di Sulawesi Barat ke Makassar di Sulawesi Selatan dengan jarak tempuh 300 mil laut.

Bentuk

Sandeq merupakan perahu layar bercadik khas suku Mandar. Karena itu, bentuknya memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dengan jenis perahu layar bercadik lainnya. Panjang sandeq antara 9–16 meter dengan lebar 0,5–1 meter. Cadik yang terbuat dari bambu terpasang pada lambung kiri dan kanan sandeq sebagai penyeimbang. Sandeq memiliki layar berbentuk segitiga dengan maksud untuk menangkap dorongan angin sehingga pergerakannnya cepat. Bentuk sandeq membuatnya mampu bergerak dengan kecepatan 15–20 Knot atau 30–40 km/jam.

Ujung Haluan

250px-Bateaux_621.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paccong, ujung haluan perahu sandeq

Ujung haluan (paccong) perahu sandeq pada masa lalu harus dibuat menggunakan kayu sukun dengan alasan karakter kayu yang ringan, namun cukup kuat dan berdaya tahan baik terhadap hama dan rendaman air laut.[1]


Jenis

Sandeq pangoli

Sandeq pangoli dipakai untuk menangkap ikan dekat pinggir karang dan wilayah pertemuan arus dengan menarik umpan yang terbuat dari bulu ayam di belakang perahu. Tipe perahu ini dapat melaju dengan cepat serta dapat membalik haluannya dengan cepat agar dapat memburu ikan dan tidak kena karang.[2]

Sandeq paroppo

Sandeq paroppo dipakai untuk menangkap ikan di rumpon di lautan bebas. Tipe perahu ini cukup besar agar dapat memuat dua-tiga sampan yang diturunkan di rumpon guna meluas areal penangkapan. Dengan sandeq paroppo, para pelaut dapat membawa perbekalan untuk pelayaran yang berlangsung selama dua sampai lima hari. Sandeq paroppo dapat menahan ombak yang besar dan angin yang kencang di lautan bebas yang merupakan daerah penangkapan ikan itu.[2]

Sandeq potangnga

Sandeq potangnga dipakai untuk mengarungi laut lepas demi menangkap ikan dan mencari torani dan telurnya. Ukuran sandq potangnga sangat besar sehingga dapat memuat bekal dan peralatan yang diperlukan dalam mengarungi lautan selama dua-tiga pekan, terutama garam secukupnya untuk mengawetkan ikan. Sandeq potangnga sering terdapat tambahan beberapa "panggung" yang lebih tinggi daripada geladak lambung perahu yang terpasang kiri-kanan di belakang tiang. Penambahan ini bertujuan agar ombak tinggi yang biasanya ditemui di daerah penangkapan ikan takkan sempat mengganggu dan membasahi para pemancing.[2]

Galeri

250px-Transportation_helps_local_fishermen_when_they_want_to_catch_fish.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sandeq, perahu tradisional Suku Mandar sedang berlayar di lautan
250px-Mandar_lambo_in_Pare_pare.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sketsa perahu sandeq
250px-Transportation_Assists_Traditional_Fishermen_of_the_Mandar_Tribe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perahu sandeq sebagai moda transportasi Suku Mandar

Referensi

  1. Arif, Ahmad (2025). Buah Leluhur dari Pohon Kehidupan: Memanggil Pulang Sukun ke Nusantara. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 29–30. ISBN 9786231344410.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 Liebner 2005, hlm. 36.

Daftar Pustaka

  • Horridge, Adrian. (2015). Perahu Layar Tradisional Nusantara. ISBN 978-602-258-217-5.
  • Liebner, Horst H. (2005), "Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Perkapalan dan Pelayaran", dalam Edi, Sedyawati (ed.), Eksplorasi Sumberdaya Budaya Maritim, Jakarta: Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumber Daya Nonhayati, Badan Riset Kelautan dan Perikanan; Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Universitas Indonesia, hlm. 53–124
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan