Jumat, 06 November 2026
20:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Jellore

Jellore

Perahu tradisional Sumatra

Bagikan:
250px-Malay_Jellores_boat_with_a_Tanja_%28tilted_square%29_sail_%281863%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah jellore pada tahun 1863.
250px-Malay_Jellore_with_two_lug_sails.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jellore dengan 2 layar lug.

Jellore adalah sebuah perahu tradisional Sumatra. Perahu-perahu ini panjang dan sempit, dan dilengkapi dengan cadik ganda yang menonjol cukup jauh dari samping.[1] Kadang-kadang mereka hanya memiliki sebuah cadik, yang diatur secara bergantian melawan arah angin dan searah angin.[2] Perahu-perahu ini bersistem layar tanja. Ketika layarnya digulung sebagian, ujung-ujung kedua bom melengkung ke bawah dan dimasukkan ke pelampung cadik (katir).[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Folkard (1901). p. 480.
  2. ↑ Folkard (1901). p. 481.
  3. ↑ Haddon (1920). p. 83.

Bacaan lebih lanjut

  • Folkard, H. C (1901). The Sailing Boat 5th Edition. London: Edward Stanford.
  • Haddon, Alfred Cort (1920). The Outriggers of Indonesian Canoes. London: Royal Anthropological Institute of Great Britain and Ireland.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan