Jumat, 25 September 2026
13:58 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara

Cerucuh

Perahu dagang Melayu kuno

Cerucuh (juga ditulis sebagai cheruchoh, charochah, cheruchup, cerucah, dan cerucup)[1]: 43, 316 [2]: 52 [3]: 202 [4]: 202 [5]: 95  adalah perahu dagang kecil Melayu kuno.[6]: 271  Salah satu catatan paling awal tentang cerucuh berlatar belakang abad ke-14, disebutkan dalam Sejarah Melayu yang disusun tidak lebih awal dari abad ke-17. Dicatat bahwa ia digunakan oleh kerajaan Majapahit selama serangan Majapahit pertama ke Singapura (1350). Sejarah Melayu mencatat:

Maka betara Majapahitpun menitahkan hulubalangnya berlengkap perahu akan menyerang Singapura itu, seratus buah jung; lain dari itu beberapa melangbing dan kelulus, jongkong, cerucuh, tongkang, tiada terhisabkan lagi banyaknya.[7]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Shellabear, William Girdlestone (1967). Sejarah Melayu. Oxford University Press.
  2. ↑ Leyden, John (1821). Malay Annals: Translated from the Malay language. London: Printed for Longman, Hurst, Rees, Orme, and Brown.
  3. ↑ Hill, A. H. (Juni 1960). "Hikayat Raja-Raja Pasai". Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society. 33 (2 (190)): 1–215. JSTOR 41505497 – via JSTOR.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Iskandar, Teuku (1984). Kamus Dewan. Dewan Bahasa dan Pustaka.
  5. ↑ Kheng, Cheah Boon; Ismail, Abdul Rahman Haji, ed. (1998). Sejarah Melayu The Malay Annals MS RAFFLES No. 18 Edisi Rumi Baru/New Romanised Edition. Academic Art & Printing Services Sdn. Bhd. ISBN 967-9948-13-7.
  6. ↑ Denisova, Tatiana A. (2011). Refleksi Historiografi Alam Melayu. Penerbit Universiti Malaya. ISBN 9789831009260.
  7. ↑ Lihat Muljana (2005). hlm. 65 dan Nugroho (2011). hlm. 271, mengutip Sejarah Melayu, 5.4: 47.

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan