Senin, 21 September 2026
05:16 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Arombai

Arombai

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Orembai_in_de_baai_van_Elpapoetih_Zuid-Ceram_TMnr_10010563.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah orembai dengan sistem layar gap-keci di Teluk Elpaputih, Pulau Seram. Oktober 1940.

Arombai atau orembai adalah sebuah jenis perahu papan dari kepulauan Maluku, Indonesia timur. Ia terutama digunakan untuk menangkap ikan dan transportasi. Perahu ini digunakan sejauh Batavia, di mana pada abad ke-17 menjadi populer untuk pergi mendayung "orembaaien" pada malam hari di sungai atau kanal kota.[1]

Etimologi

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_zeilboot_in_de_Orembaai_ter_hoogte_van_de_bocht_van_Piroe_genomen_vanaf_een_ru%C3%AFne_op_Ceram_TMnr_10010877.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di tikungan Piroe, Seram, 1892.

Nama orembai atau arumbai mungkin berasal dari kata bahasa Melayu yang mengalami perubahan yaitu rembaya, berarti kapal negara, dengan awalan Portugis 'o'.[2] Dalam varian di bahasa lain mereka juga disebut orembaai, arambaai, arobail, arubai, arubaillo, arumbai, arumbae, oranbai, oranbaik, orang-bays, dan corambay.[3][4][5] Martin mengatakan bahwa nama orembai adalah kontraksi untuk "orang baik" dan berasal dari era pelayaran Hongi, yaitu kapal-kapal ini adalah kebalikan dari kora kora, yang merupakan kapal perang.[6]

Deskripsi

Ciri-cirinya ialah berujung sama, dengan haluan dan buritan keduanya naik tiba-tiba ke titik tajam sekitar 1,26 m (4,1 kaki) dari tanah sehingga memberikan bentuk bulan sabit. Ia terlebar di bagian tengah, meruncing secara bertahap ke kedua ujungnya. Biasanya memiliki tiga papan yang melekat pada lunas sempit yang pada gilirannya bergabung dengan lunas di setiap ujung.[7][8] Lunas haluannya lebih lebar dan rendah dari lunas buritannya. Orembai tradisional menggunakan layar tanja atau layar lete, tetapi orembai yang lebih modern mengadopsi sistem layar gaya Eropa, seperti sistem layar pinisi dan sistem layar sekunar.[4] Orembai dibangun menggunakan papan-papan, digabungkan dengan konstruksi lashed-lug.[9]

Orembai sangat mirip dengan mon Solomon Utara. Ia juga menyerupai kora kora, tetapi berbeda dalam hal bahwa, seperti kebanyakan kapal Austronesia yang besar, orembai tidak memiliki cadik (kemungkinan karena stabilitas bawaannya).[7][8][10]

Galeri

  • Orembai "modern", Seram Barat, Maluku. Sebelum 1923.
    Orembai "modern", Seram Barat, Maluku. Sebelum 1923.
  • Orembai tradisional dengan layar yang diturunkan (entah layar tanja atau layar lete/layar capit kepiting), Ternate. Antara 1910–1930
    Orembai tradisional dengan layar yang diturunkan (entah layar tanja atau layar lete/layar capit kepiting), Ternate. Antara 1910–1930
  • Sebuah orembai kecil dengan layar cakar kepiting di Rumahkay, Pulau Seram
    Sebuah orembai kecil dengan layar cakar kepiting di Rumahkay, Pulau Seram
  • Orembai milik Belanda, Seram, Maluku, sekitar 1925
    Orembai milik Belanda, Seram, Maluku, sekitar 1925

Lihat pula

Referensi

  1. Kooijmans, M., and J. Schooneveld-Oosterling (2000). VOC-Glossarium: Verklaringen van Termen, Verzameld Uit de Rijks Geschiedkundige Publicatiën, Die Betrekking Hebben op de Verenigde Oost-Indische Compagnie. The Hague: Instituut voor Nederlandse Geschiedenis.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. Lohanda, Mona (2018). VOC Glossary Indonesia. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia and The Corts Foundation. hlm. 12.
  3. Friederici, G. "Beitrage zur Volker und Sprachenkunde von Deutsch-Neuguinea." Mitteil. aus den Deutsch. Schutzgeb., Erganzungsheft Nr. 5, 1912.
  4. 1 2 Haddon, Alfred Cort (1920). The Outriggers of Indonesian Canoes. London: Royal Anthropological Institute of Great Britain and Ireland.
  5. Mahdi, Waruno (2007). Malay Words and Malay Things: Lexical Souvenirs from an Exotic Archipelago in German Publications Before 1700. Otto Harrassowitz Verlag. ISBN 9783447054928.
  6. Martin, K. (1903). Reisen in den Molukken. Leiden: Geologische Theil.
  7. 1 2 Hornell, James (September 1936). "200. Boat Construction in Scandinavia and Oceania; Another Parallel in Botel Tobago". Man. 36: 145–147. doi:10.2307/2791098.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Ellen, R. F. (2003). On the Edge of the Banda Zone: Past and Present in the Social Organization of a Moluccan Trading Network. University of Hawaii Press. hlm. 157. ISBN 9780824826765.
  9. Horridge, G. Adrian (1982). The Lashed-lug Boat of the Eastern Archipelagoes, the Alcina MS and the Lomblem Whaling Boats (Maritime monographs and reports). Trustees of the National Maritime Museum. ISBN 978-0905555614.
  10. Skinner, H.D. (1957). "Migrations of culture in South-East Asia and Indonesia". The Journal of the Polynesian Society. 66 (2): 206–207.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan