Jumat, 06 November 2026
00:53 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Patorani

Patorani

Perahu nelayan tradisional Makassar

Bagikan:
250px-Macassan_prau.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perahu yang digunakan orang Makassar untuk mencari teripang.

Perahu Patorani adalah perahu nelayan tradisional Makassar, Indonesia. Perahu ini digunakan oleh orang-orang Makassar untuk memancing, sebagai transportasi, dan untuk perdagangan sejak setidaknya abad ke-17 masehi. Pada zaman dahulu perahu ini digunakan Kesultanan Gowa sebagai perahu perang oleh pasukan Karaeng Galesong. Saat ini, Perahu Patorani banyak digunakan di Galesong, Takalar untuk mencari Ikan terbang hingga perairan Laut Arafura ujung timur Indonesia.

Etimologi

Nama "torani" berarti ikan terbang (Exocoetidae).[1] Patorani berarti "penangkap ikan terbang".[2]: 24 

Deskripsi

Perahu nelayan patorani memiliki lambung jenis pajala dengan pemasangan kemudi ala Makassar dan tiang tripod. Tiang tripod kedua didukung oleh atap geladaknya. Perahu ini membawa galah kayu sebagai bahan untuk memancing dan juga membawa perangkap ikan berbentuk keranjang.[1] Layarnya biasanya menggunakan layar persegi miring (layar tanja) atau layar lateen. Beberapa dari mereka memiliki tiang cucur, yang dihiasi dengan potongan-potongan wol, liontin, ukiran ikan kayu, dan dekorasi lainnya. Jika tiang cucurnya tidak ada, mereka dipasang di linggi depan yang bengkok.[3]

Desain patorani sebagian besar tetap tidak berubah selama beberapa ratus tahun, tetapi kadang-kadang pada akhir abad ke-19, para pembangun kapal mengadopsi kerangka dan pembuatan lantai asal Eropa. Beberapa rusuknya mencapai di atas dudukan senjata, dan tripod digunakan sebagai poros untuk 3 pancang vertikal yang terhubung ke lantai.[4]

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Patorani.

Referensi

  1. 1 2 Horridge (2015). p.17
  2. ↑ Liebner, Horst H. (2005), "Perahu-Perahu Tradisional Nusantara: Suatu Tinjauan Perkapalan dan Pelayaran", dalam Edi, Sedyawati (ed.), Eksplorasi Sumberdaya Budaya Maritim, Jakarta: Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumber Daya Nonhayati, Badan Riset Kelautan dan Perikanan; Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Universitas Indonesia, hlm. 53–124
  3. ↑ Horridge (2015). p.19
  4. ↑ Horridge (2015). p.18

Bacaan lanjutan

  • Horridge, Adrian (2015). Perahu Layar Tradisional Nusantara. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Terjemahan bahasa Indonesia dari Horridge, Adrian (1985). The Prahu: Traditional Sailing Boat of Indonesia, second edition. Oxford: Oxford University Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan