Selasa, 22 September 2026
05:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Solu

Solu

Perahu tradisional suku Batak Toba

250px-A_Solu_on_lake_Toba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Solu di danau Toba.

Solu adalah perahu tradisional Batak Toba dari Sumatera Utara, Indonesia. Solu adalah perahu kayu,[1] dengan papan tambahan di sisi yang diikat dengan paku payung besi. Ukurannya bermacam-macam, yang terbesar, untuk 50 pendayung, panjangnya sekitar 18 meter; ada sedikit lunas yang diukir di bagian depan dan belakang. Mereka didorong oleh pendayung yang duduk berpasangan di kursi melintang. Dayung yang digunakan memiliki bilah berbentuk oval dan gagang melintang. Perahu dapat dibedakan dari ornamennya: Hiasan buritan disebut giarogia di pudi, yang terdiri dari tiga batang dengan jumbai dari bulu kuda dan sederet batang lebih pendek yang disebut rame rame dengan yang lebih besar di tengah berbentuk lingga, digantung; tidak ada tradisi yang muncul untuk menjelaskan ornamen tunggal ini. Ornamen pada haluan berupa ukiran dan lukisan yang melambangkan kepala kerbau, dengan rame rame lainnya dirangkai di depan dengan lingga sentral tunggal. Semacam sisir dengan bulu kuda di sisinya dan rambut manusia di ujungnya, di atasnya berdiri tiang berukiran tegak, yang disebut torgiok.[2]

Galeri

  • Ukiran dekorasi haluan dari perahu Batak Toba.
    Ukiran dekorasi haluan dari perahu Batak Toba.
  • Solu yang terdampar.
    Solu yang terdampar.
  • Solu di pantai di Danau Toba di Hutarajah di Samosir, dengan latar belakang Pusuk Buhit.
    Solu di pantai di Danau Toba di Hutarajah di Samosir, dengan latar belakang Pusuk Buhit.
  • Anak-anak Batak Toba di atas sebuah solu di Simanindo.
    Anak-anak Batak Toba di atas sebuah solu di Simanindo.

Lihat juga

Referensi

  1. Giglioli (1893). p. 115.
  2. Giglioli (1893). p. 116.

Bacaan lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan