Selasa, 13 Oktober 2026
16:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Lepa-lepa

Lepa-lepa

Perahu kayu dari Indonesia Timur

Bagikan:
Untuk Jenis kapal yang digunakan orang Makassar - Sulawesi Selatan., lihat Paotere.
250px-Lepa-lepa_race_Pambusuang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Balapan lepa-lepa di Pambusuang, 2016.

Lepa-lepa adalah kano tradisional dari bagian timur kepulauan Indonesia terutama di perairan Makassar. Ia adalah kapal nelayan jarak pendek, tetapi mereka juga dapat digunakan untuk pelayaran antar pulau. Lepa-lepa sangat Legendaris di masyarakat Makassar, baik itu sebuah alat transportasi Air, pesan leluhur. Terdapat pula nama Kampung Lepa Lepa di Galesong - Takalar, juga warisan Pelaut Makassar di Australia utara yang bernama Lipa-Lipa (Yolngu) yang tersimpan saat ini di Museum Maritim Darwin, Australia. Dan kini Lipa-Lipa (Lepa-lepa) merupakan satu di antara 250 bahasa warisan Makassar kepada masyarakat Yolngu di Aborigin Australia.[1]

Mereka sudah ada sejak setidaknya tahun 1500.[2] Perahu menjadi alat transportasi masyarakat di Indonesia terutama di dekat perairan dangkal dan Sungai sertai dipulau Pulau kecil yang ada di Nusantara [3]

Deskripsi

250px-Lepa-lepa_motorized.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lepa-lepa bermesin dengan cadik ganda.

Sampan lepa-lepa tradisional terbuat dari sepotong kayu berlubang (dasar perahu lesung). Kayunya bisa dari berbagai ukuran. Mereka dapat digunakan dengan atau tanpa layar, karena mereka dapat didorong dengan dayung pendek (disebut wosa dalam bahasa asli) dan galah penolak (doan).[4][5] Beberapa dari mereka mungkin dilengkapi dengan cadik ganda. Lepa-lepa dapat diperbesar dengan menambahkan papan tambahan ke bagian sisinya. Sebuah perahu yang telah ditambahkan dengan haluan kalulis disebut lepa-lepa kalulis. Layar yang digunakan berasal dari jenis nade, gap, dan tanja. Setelah 1980-an lepa-lepa mulai dimodernisasi dengan menambahkan mesin tempel.[4] Lepa-lepa modern dibuat dari fiberglass.[6] Panjang lepa-lepa sekitar 3,4–9,3 m, dengan lebar 40–80 cm, dan kedalaman 30–55 cm.[7]

Peran

Lepa-lepa utamanya digunakan untuk memancing. Mereka juga digunakan untuk mengangkut, seperti mengangkut produk perdagangan (Teripang, ikan, sayuran hijau), dan mengangkut orang-orang. Lepa-lepa cocok untuk bermanuver melalui selat dangkal yang sempit menggunakan kombinasi galah dan dayung. Namun saat ini, tidak dianggap layak untuk berlayar atau mendayung untuk jarak yang jauh menggunakan lepa-lepa, dan lepa-lepa bermotor lebih sering digunakan.[4]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Ellen (2003). p. 156.
  2. ↑ Ellen (2003). p. 150.
  3. ↑ Ellen (2003). p. 156.
  4. 1 2 3 Ellen (2003). p. 156.
  5. ↑ Ellen (2003). p. 154.
  6. ↑ "Perahu Lepa Lepa". www.antarafoto.com. Diakses tanggal 2020-01-22.
  7. ↑ Ellen (2003). p. 156.

Bacaan lanjutan

  • Ellen, R. F. (2003). On the Edge of the Banda Zone: Past and Present in the Social Organization of a Moluccan Trading Network. University of Hawaii Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan