Senin, 21 September 2026
15:26 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka

museum di Indonesia

Museum Radya Pustaka
250px-Halaman_depan_Museum_Radya_Pustaka_Tahun_2024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian depan museum dengan patung Rangga Warsita.
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Radya_Pustaka&revid=29255800&groups=_560de68a37bb05a03aa33f7d7c84717537dc8535&parser=parsoid
Didirikan28 Oktober 1890
dipindahkan di tempat sekarang pada 1 Januari 1913
LokasiIndonesia Kota Surakarta, Jawa Tengah [1]
Koordinat7°34′05″S 110°48′52″E / 7.568031°S 110.8145°E / -7.568031; 110.8145
Akses transportasi umumSriwedari 2 Utara, Sriwedari 2 Selatan
Situs webradyapustaka.id

Museum Radya Pustaka (bahasa Jawa:ꦩꦸꦱꦾꦶꦪꦸꦩ꧀ꦫꦢꦾꦥꦸꦱ꧀ꦠꦏ, translit. Musyium Radya Pustaka) adalah sebuah museum yang terletak di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.

Sejarah singkat

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Studioportret_van_Raden_Adipati_Sosrodiningrat_IV_rijksbestuurder_van_Soerakarta_%28Solo%29_TMnr_60005061.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raden Adipati Sosrodiningrat IV, pendiri Museum Radya Pustaka

Museum ini didirikan oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV di Dalem Kepatihan pada 28 Oktober 1890.[2] Pembangunannya berlangsung selama masa pemerintahan Pakubuwono IX.[3] Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV menjabat sebagai Patih dalam masa pemerintahan Pakubuwono IX dan Pakubuwono X.[4] Pada 1 Januari 1913, koleksi museum dipindahkan ke gedung Museum Radya Pustaka yang digunakan hingga kini.[5] Alamatnya di Jalan Slamet Riyadi Nomor 275, Surakarta.[6] Gedung yang ditempati oleh Museum Radya Pustaka merupakan bekas rumah kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar.[7]

Status hukum

Museum Radya Pustaka tidak berada di bawah naungan Dinas Purbakala maupun Dinas Pariwisata Pemerintahan Daerah setempat.[8] Pada 11 November 1951, pengelolaan Museum Radya Pustaka dikelola oleh yayasan yang bernama Yayasan Paheman Radya Pustaka.[9] Lalu untuk tugas pelaksanaan sehari-hari dibentuk presidium yang pertama kalinya pada 1966 diketahui oleh Go Tik Swan atau juga dikenal dengan nama K.R.T. Hardjonagoro.[10]

Halaman

250px-Museum_Radyapustaka-Surakarta01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Radya Pustaka Surakarta

Pada halaman gedung Museum Radya Pustaka terdapat sebuah patung yang menampilkan sosok Ranggawarsita.[11] Ia adalah seorang pujangga keraton Surakarta yang sangat termasyhur dan hidup pada abad ke-19. Patung ini diresmikan oleh presiden Soekarno pada1953. Di depan dan belakang patung ini terdapat prasasti yang menggunakan aksara Jawa.[12]

Lalu di serambi museum ada beberapa meriam beroda dari masa VOC yang berasal dari abad ke-17 dan ke-18. Sementara itu ada pula beberapa meriam-meriam kecil milik Keraton Kartasura. Selain itu terdapat pula beberapa arca-arca Hindu-Buddha. Antara lain terdapat arca Rara Jonggrang yang artinya adalah “perawan tinggi” tetapi sebenarnya adalah arca Dewi Durga. Selain itu ada pula arca Boddhisatwa dan Siwa. Arca-arca ini ditemukan di sekitar daerah Surakarta.[13]

Koleksi

250px-Arca_Shiwa_Mahadewa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca Shiwa Mahadewa
250px-Arca_Ganesha_Museum_Radya_Pustaka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca Ganesha Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka memiliki koleksi yang terdiri dari arca berbahan batu dan perunggu, keris, gamelan, serta naskah-naskah kuno.[14] Koleksi naskah kuno yang populer oleh pengunjung adalah naskah Wulang Reh karangan Pakubuwono IV yang berisi petunjuk pemerintahan dan Serat Rama karangan Pujangga Keraton Surakarta bernamaYasadipura I yang menceritakan tentang wiracarita Ramayana.[15]

Pada 18 November 2007, Kepala Museum Radya Pustaka, KRH Darmodipuro (Mbah Hadi) ditahan pihak kepolisian sebagai tersangka dalam kasus hilangnya sejumlah koleksi museum, antara lain lima arca batu buatan abad ke-4 dan 9 yang dijual kepada pihak lain dengan harga Rp 80-270 juta per arca. Penyelidikan menunjukkan bahwa koleksi museum yang hilang diganti dengan barang palsu.[16] Dua hari kemudian, polisi menggeledah rumah Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto di Jakarta dan menemukan lima arca yang hilang dari museum.[17]

Untuk katalog perpustakaan, lihat jv:Musiyum Radya Pustaka#Katalog

Kyai Rajamala

250px-Patung_Rajamala.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kyai Rajamala
250px-Canthik_Kyai_Rajamala.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Canthik Kyai Rajamala

Berada di kamar bagian barat terdapat sebuah patung kepala raksasa yang terbuat dari kayu dan merupakan hasil karya Pakubuwono V ketika dia masih seorang putra mahkota. Patung tersebut jumlah sebenarnya adalah dua: yang satu lainnya disimpan di Keraton Surakarta. Patung ini ialah hiasan depan sebuah perahu yang dipakai untuk mengambil permaisuri Pakubuwono IV yang berasal dari Madura. Sampai sekarang patung ini masih dianggap keramat dan sering diberi sesajian.[18]

Galeri

  • 120px-Halaman_depan_Museum_Radya_Pustaka_Tahun_2024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Pintu_Masuk_Museum_Radya_Pustaka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Periode_Aksara_Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Topeng_Panji.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lihat pula

Referensi

  1. "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Laweyan". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 30 Mei 2025. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; no-break space karakter dalam |access-date= pada posisi 7
  2. Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 474. ISBN 978-979-8250-66-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Munandar, A. A., dkk. (2011). Sejarah Permuseuman di Indonesia (PDF). Jakarta: Direktorat Permuseuman. hlm. 4. ISBN 978-602-19627-1-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Ameera, Hanna (Desember 2024). My Magic Keys. Bantul: Jejak Pustaka. hlm. 69. ISBN 978-623-183-999-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. Chabibah (2010). Mahmud (ed.). Ensiklopedia Seri Pendapatan Nasional. Semarang: Alprin. hlm. 125. ISBN 978-623-263-388-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Direktorat Museum (2008). Monografi Museum Indonesia se-Jawa dan Bali (PDF). Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. hlm. 9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Grinspana, A. K., dkk. (2023). Gautama, Candra (ed.). Cerita dari Solo: Yang Tersua di Satu Masa. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 45. ISBN 978-623-134-068-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. "Museum Radya Pustaka". museum.co.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-15.
  9. Redaksi Majalah Adiluhung (2016). "Museum Radya Pustaka: Sumbangsih Besarnya bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Indonesia". Majalah Adiluhung (10). PT. Daniasta Perdana.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikan
  10. Badan Otorita Borobudur (2021-05-22). "Melihat Keunikan Museum Radya Pustaka". Badan Otorita Borobudur. Diakses tanggal 2026-05-21.
  11. Fakultas Keguruan Sastra Seni, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta (1972). Publikasi Ilmu Keguruan Sastra Seni. Fakultas Keguruan Sastra Seni, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta. hlm. 38.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. Priyatmoko, Heri (2022-11-06). "Patung Ranggawarsita". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-05-21.
  13. Regar, Rachel (2023-11-01). "133 Tahun Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia Dibangun Pada Masa PB IX". Tempo. Diakses tanggal 2026-05-21.
  14. Nastiti, T. S., dkk. (Desember 2024). Survei Prasasti Zaman Hindu-Buddha di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 107. ISBN 978-623-134-312-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. Nurjaman, Rusman (2013-04-05). "Museum Radya Pustaka, Tertua di Indonesia". Intisari. Diakses tanggal 2026-05-21.
  16. "Ironi Sebuah Museum" Diarsipkan 2007-12-18 di Wayback Machine., Kompas, 20 November 2007
  17. "Rumah Hasim Digeledah 2 Kali", Detikcom, 21 November 2007
  18. "Canthik Rajamala, Jejak Bisu Kejayaan Keraton Surakarta". 2021-03-07.

Pranala luar

Geografi
Lambang Kota SurakartaPeta Kota Surakarta
Politik
Sejarah
Lokasi terkenal
Transportasi
Demografi & Budaya
Pendidikan
Tempat ibadah
Olahraga
Media
Kuliner
1 Masuk ke dalam Daftar Benda Cagar Budaya yang Dilindungi Pemerintah Kota Surakarta, 2 Dicoret dari daftar karena usia pembangunan kurang dari 50 tahun
Portal Surakarta · Wikipedia:Buku/Surakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan