Hashim Djojohadikusumo | |
|---|---|
Hashim Djojohadikusumo, ca 2010 | |
| Utusan Khusus Presiden Indonesia | |
| Mulai menjabat 30 Oktober 2024 (Bidang Iklim dan Energi) | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Masa jabatan 25 Juni 1998 –20 Oktober 1999 (Bid. Ekonomi Kawasan Eropa) | |
| Presiden | B. J. Habibie |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 5 Juni 1954 (umur 72) Jakarta, Indonesia |
| Partai politik | Gerindra |
| Suami/istri | Anie Harjati |
| Anak | 3, termasuk Aryo dan Rahayu |
| Orang tua | Soemitro Djojohadikusumo (ayah) Dora Marie Sigar (ibu) |
| Kerabat |
|
| Almamater | Pamona College |
| Pekerjaan |
|
Dikenal karena |
|
Hashim Sujono Djojohadikusumo (lahir 5 Juni 1954) adalah pengusaha dan filantropis asal Indonesia. Hashim adalah anak bungsu dari pasangan Soemitro Djojohadikoesoemo dan Dora Marie Sigar,[1][2] serta adik dari Presiden Indonesia kedelapan yaitu Prabowo Subianto. Ia merupakan pemilik perusahaan Arsari Group. Hashim sendiri menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya.[3]
Kehidupan pribadi
Dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, ia mengenyam pendidikan di Eropa sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di bidang politik dan ekonomi di Pomona College, California, Amerika Serikat. Hashim menikah dengan Anie Harjati, dan dikaruniai 3 orang anak: Aryo, Sara, dan Indra. Hashim adalah penganut agama Kristen.
Ayah Hashim adalah ekonom Indonesia, Soemitro Djojohadikoesoemo yang juga pernah menjabat sebagai menteri di era presiden Soekarno dan Seoharto. Sedangkan kakeknya, Margono Djojohadikusumo, adalah pendiri Bank BNI 1946 dan mantan ketua Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) 1945 serta Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan.[4]
Hashim adalah yang termuda dari empat bersaudara. Ia memiliki dua kakak perempuan, yaitu Biantiningsih dan Maryani Ekowati; serta satu kakak laki-laki yaitu Prabowo Subianto.[5][6]
Kiprah bisnis
Awalnya, Hashim Djojohadikusumo magang di sebuah bank investasi sebagai analis keuangan di Prancis, kemudian ia mulai memasuki dunia bisnisnya dengan menjadi direktur di Indo Consult. Berkat perkembangan bisnis dan perusahaan, ia mulai mengakuisi PT. Semen Cibinong lewat perusahaannya bernama PT. Tirta Mas. Setelah itu, ia juga mulai menanamkan sahamnya di Bank Niaga dan Bank Kredit Asia.
Setelah itu bersama dengan Prabowo, ia membeli Kiani Kertas, perusahaan eks-Bob Hasan yang bermarkas di Kalimantan Timur.[7]
Setelah mengenyam pendidikan formalnya di luar negeri, Hashim pulang ke Indonesia menempati posisi direktur Indo Consult—perusahaan milik ayahnya.[8]
Setelah berhasil mengelola perusahaan Prabowo tersebut, Hashim Djojohadikusumo juga berhasil menguasai konsesi lahan hutan sebesar 97 hektare yang tersebar di Aceh Tengah, yang kemudian memperluas jaringan bisnisnya hingga memiliki 3 juta hektare perkebunan, konsesi hutan, tambang batubara, dan ladang migas di Aceh hingga ke Papua. Menurut laporan Forbes 2012 mengklaim bahwa Hashim Djojohadikusumo sebagai salah satu pria terkaya di Asia dengan kekayaan mencapai US$ 850 juta atau bila dikurs kan bisa mencapai sebesar Rp 20.5 Triliun.
Namun demikian Kiani Kertas kerap mengalami masalah keuangan dan pada awal 2014 terjadi protes buruh yang belum menerima gaji selama 5 bulan.[9]
Arsari Group
Pada tahun 2006, Hashim Djojohadikusumo mendirikan Arsari Group, sebuah perusahaan induk dari berbagai bisnis dalam negeri yang telah dia rintis jauh sebelumnya. Beberapa di antaranya bergerak di bidang agribisnis, pertambangan, kehutanan, serta perdagangan dan Infrasruktur Digital.[10]
Saat ini, Arsari Group berkonsentrasi pada bisnis Energi Terbarukan yang berfokus pada energi biomassa dan surya, serta sumber daya air yang berkelanjutan. Fokus kedua adalah pertambangan khususnya yang memiliki potensi pasar yang luas di industri elektronik.
Arsari Group juga memiliki kelompok usaha di bidang budidaya mutiara dan perikanan, serta perdagangan, seperti Bima Sakti Bahari dan Tirtamas Mutiara. Salah satu lokasi budidaya mutiara dan perikanan yaitu di Bima, Nusa Tenggara Barat. Di bidang kawasan pengelolaan hutan wisata, Arsari Group memiliki Wana Wisata Indah. Di bidang pertambangan, Arsari Group menjalankan bisnis peleburan timah di bawah PT. Mitra Stania Prima.
Filantropis
Yayasan Arsari Djojohadikusumo
Sebagai seorang filantropis, Hashim telah mendedikasikan lebih dari 20 tahun hidupnya untuk berbagai isu sosial di Indonesia. Untuk mencapai tujuannya mendukung peningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan pendidik, kualitas gizi anak, Hashim lakukan melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo.[11]
Yayasan Arsari Djojohadikusumo berkegiatan sosial dibidang pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan kesehatan dan gizi anak, serta membantu upaya pelestarian budaya dan pelestarian lingkungan. Di bidang pendidikan tinggi ada lima bidang yang menjadi perhatian utama, yaitu bidang sejarah, sastra Jawa, sastra Indonesia, antropologi dan paleoantropologi.
Yayasan Wadah Titian Harapan
Seiring berjalannya waktu, dalam langkah memperluas cakupan kegiatan sosialnya, YAD kemudian juga menaungi Yayasan Wadah Titian Harapan (Yayasan WADAH) yang didirikan oleh Anie Hashim Djojohadikusumo dan Yayasan Parinama Astha, yang didirikan oleh anaknya, Rahayu Saraswati Diojohadkusumo.
Aktivitas pelestarian budaya dan alam
Badan Pelestarian Pusaka Indonesia
Hashim juga dikenal sebagai kolektor seni, khususnya budaya Jawa. Hal ini dilakukannya melalui Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dan Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) di mana Hashim menjabat sebagai ketua.
Pada tahun 2008, dalam upaya untuk melestarikan budaya Indonesia, Hashim membeli 6 artefaks/arca dari seorang kurator benda seni terkenal yang pernah bekerja di balai lelang Christie, Hugo Kreijger. Nyatanya, sertifikat dari keenam benda dengan nilai sejarah tinggi tersebut telah dipalsukan oleh seseorang. Oleh sebab itu, Hashim dituduh telah mencuri dan sempat berurusan dengan pihak yang berwajib. Pada akhirnya, Hashim terbukti tidak bersalah, dan telah bebas dari semua tuduhan.[11]
Pelestarian Orang Utan dan Harimau Sumatera
Di bidang lingkungan, Hashim memberi perhatian pada konservasi hutan 2400 hektar dari sebagian HGU di Jambi, menjadi Hutan Konservasi Sumitro Djojohadikusumo. Ia mendapatkan penghargaan dari pemerintah RI berupa Kalpataru bidang Pembina Lingkungan pada 5 Juni 2014.[12] Selain itu, melalui YAD, ia juga membantu upaya penyelamatan orangutan Borneo, beruang madu di Kalimantan, dan harimau Sumatra.
Hashim melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo mendirikan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) di dalam hutan yang ia bantu lestarikan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, sebagai upayanya menyelamatkan Harimau Sumatera dari kepunahan.[13]
YAD juga mendirikan Pusat Suaka Orangutan (PSO Arsari) sebagai tempat orangutan yang tidak dilepasliarkan kembali ke alam liar di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.[14] Selain itu, ia turut menjadi Ketua Dewan Pengawas Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta dari tahun 2013 hingga 2015.
Kiprah pemerintahan
Pada Juni 1998, Presiden B. J. Habibie menunjuk 7 pengusaha sebagai Duta Besar Keliling/Utusan Khusus Presiden untuk urusan ekonomi, termasuk Hashim Djojohadikusumo. Hashim bertugas sebagai Utusan Khusus Presiden di kawasan Eropa Barat dan Eropa Timur.[15][16]
Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Hashim Djojohadikusumo, sebagai Utusan Khusus di bidang Iklim dan Energi.[17]
Kontroversi
Pada tahun 2002, Hashim Djojohadikusumo menjadi tersangka kasus pelanggaran Batas Minimum Pemberian Kredit (BMPK) Bank Industri setelah diduga menyalahgunakan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk banknya sendiri.[18]
Hashim Djojohadikusumo terlibat kasus sengketa pajak di Jenewa. Otoritas pajak Swiss menuntutnya untuk membayar utang pajak sebesar CHF131 juta, sementara Hashim Djojohadikusumo mengklaim kebangkrutan karena mendanai kampanye politik saudaranya, Prabowo Subianto. Otoritas penegakan utang Jenewa melaksanakan penjualan paksa terhadap dua vila milik Hashim Djojohadikusumo di Anières. Kedua properti yang diperkirakan bernilai lebih dari CHF17 juta itu terjual seharga CHF12,3 juta dan hanya menutupi kurang dari 10 persen tagihan pajaknya.[19]
Tanda Kehormatan
Indonesia:
Bintang Mahaputera Utama (25 Agustus 2025)[20][21]
Referensi
- ↑ Oswaldo, Ignacio Geordi. "Silsilah Keluarga Prabowo: Kakek Pendiri BNI, Ponakan Jadi Wamenkeu". detikfinance. Diakses tanggal 2025-04-01.
- ↑ Roshmari, C. "Biodata Saudara Prabowo Subianto, Agama: Bianti Djiwandono, Maryani Djojohadikusumo, Hashim Djojohadikusumo". Lamongan Terkini. Diakses tanggal 2025-04-01.
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-24. Diakses tanggal 2014-02-20.
- ↑ Kenang-kenagan Tiga Zaman by Margono Djojohadikusumo
- ↑ http://www.huffingtonpost.com/hashim-djojohadikusumo/ Diarsipkan 2016-03-08 di Wayback Machine
- ↑ Amirullah (2024-10-20). "Sah, Prabowo Presiden dan Gibran Wakil Presiden 2024-2029". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-03.
- ↑ kompas.com, kompas.com (18 Februari 2019). "Mengintip Bisnis Prabowo Subianto di Aceh dan Kaltim". kompas.com. Diakses tanggal 1 April 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Membangun Kembali Indonesia Raya ditulis oleh Prabowo Subianto
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-04. Diakses tanggal 2014-05-24.
- ↑ "Hashim Djojohadikusumo". Arsari Group. Diakses tanggal 2026-05-26.
- 1 2 Yayasan Arsari Djojohadikusumo Anniversary Booklet by Arsari Corporation
- ↑ Asril, Sabrina (2014-06-05). Wedhaswary, Inggried Dwi (ed.). "Dinilai Lestarikan Hutan, Adik Prabowo Dapat Kalpataru". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-17. Diakses tanggal 2022-05-07.
- ↑ "Kini Sumbar Punya Pusat Rehabilitasi Harimau di Dharmasraya". Mongabay.co.id (dalam bahasa American English). 2017-07-31. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-31. Diakses tanggal 2022-05-07.
- ↑ Mukaram, Aceng (2019-12-04). Apriyono, Ahmad (ed.). "Hashim Djojohadikusumo Resmikan Pusat Suaka Orangutan di Kalimantan". Liputan6.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-31. Diakses tanggal 2022-05-07.
- ↑ Tujuh Pengusaha Menjadi Utusan Khusus Presiden. Centre for Strategic and International Studies. 1998. hlm. 21.
- ↑ Bacharuddin Jusuf Habibie (2006). Detik-Detik Yang Menentukan (PDF). THC Mandiri. hlm. 105. Diakses tanggal 7 Oktober 2026.
- ↑ Kurniawan Fadilah (31 Oktober 2024). "Hashim Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi". detiknews. Diakses tanggal 7 Oktober 2026.
- ↑ Liputan6.com (2002-03-28). "Hashim Djojohadikusumo Meninggalkan Rutan Salemba". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-11-10.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) - ↑ Pilet, François (2024-05-19). "Swiss tax dispute taints Indonesian politics". SWI swissinfo.ch (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ "Daftar 141 Tokoh Terima Anugerah Tanda Kehormatan dari Prabowo, Ada Puan, Wiranto Hingga Bahlil". Tribunnews.com. 2025-08-25. Diakses tanggal 2025-08-25.
- ↑ LIVE: Pengucapan Sumpah/Janji dan Pelantikan Pejabat Negara, serta Upacara Penganugerahan TKRI, diakses tanggal 2025-08-25
Pranala luar
- Profil di Forbes Diarsipkan 2023-04-07 di Wayback Machine
- Orang Terkaya Indonesia Diarsipkan 2021-10-21 di Wayback Machine
- Atjeh Post Diarsipkan 2013-08-03 di Wayback Machine
- Detik.com Diarsipkan 2014-02-23 di Wayback Machine
- Bisnis.com Diarsipkan 2013-05-08 di Wayback Machine
| Keluarga |
| |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Masa kepresidenan | ||||||||||
| Afiliasi |
| |||||||||
| Lainnya | ||||||||||
← Didahului: Joko Widodo
Petahana | ||||||||||