Rabu, 30 September 2026
18:58 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Matriks diagonal

Bagikan:

Dalam aljabar linear, matriks diagonal adalah matriks dengan elemen-elemen yang bukan diagonal utama bernilai nol. Matriks ini umumnya merujuk pada matriks persegi. Contoh matriks diagonal berukuran 2 x 2 adalah [ 3 0 0 2 ] {\displaystyle \left[{\begin{smallmatrix}3&0\\0&2\end{smallmatrix}}\right]} {\displaystyle \left[{\begin{smallmatrix}3&0\\0&2\end{smallmatrix}}\right]}, sedangkan contoh matriks diagonal berukuran 3 x 3 adalah [ 6 0 0 0 7 0 0 0 4 ] {\displaystyle \left[{\begin{smallmatrix}6&0&0\\0&7&0\\0&0&4\end{smallmatrix}}\right]} {\displaystyle \left[{\begin{smallmatrix}6&0&0\\0&7&0\\0&0&4\end{smallmatrix}}\right]}. Matriks identitas berukuran berapapun, maupun kelipatannya (matriks skalar), juga termasuk matriks identitas.

Determinan dari matriks diagonal adalah hasil perkalian elemen-elemen diagonal utamanya.

Definisi

Matriks diagonal adalah matriks dengan semua elemen-elemen yang bukan diagonal utamanya bernilai 0. Dengan demikian, matriks D = ( d i j ) {\displaystyle \mathbf {D} =(d_{ij})} {\displaystyle \mathbf {D} =(d_{ij})} dengan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} kolom dan n {\displaystyle n} {\displaystyle n} baris dikatakan diagonal jika

∀ i , j ∈ { 1 , 2 , … , n } , i ≠ j ⟹ d i , j = 0 {\displaystyle \forall i,j\in \{1,2,\ldots ,n\},i\neq j\implies d_{i,j}=0} {\displaystyle \forall i,j\in \{1,2,\ldots ,n\},i\neq j\implies d_{i,j}=0}.

Namun, tidak ada batasan nilai untuk elemen-elemen pada diagonal utamanya.

Istilah matriks diagonal terkadang juga merujuk ke matriks persegi panjang diagonal, yakni matriks berukuran m × n {\displaystyle m\times n} {\displaystyle m\times n} dengan setiap elemen yang bukan pada posisi d i i {\displaystyle d_{ii}} {\displaystyle d_{ii}} bernilai 0. Sebagai contoh:

[ 1 0 0 0 4 0 0 0 − 3 0 0 0 ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0\\0&4&0\\0&0&-3\\0&0&0\\\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0\\0&4&0\\0&0&-3\\0&0&0\\\end{bmatrix}}} atau [ 1 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 − 3 0 0 ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0&0&0\\0&4&0&0&0\\0&0&-3&0&0\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0&0&0\\0&4&0&0&0\\0&0&-3&0&0\end{bmatrix}}}

Namun lebih sering, istilah matriks diagonal merujuk pada matriks persegi, yang juga disebut dengan matriks persegi diagonal. Matriks persegi diagonal adalah matriks simetrik, sehingga matriks ini juga dapat disebut sebagai matriks simetrik diagonal. Matriks berikut adalah contoh matriks simetrik diagonal:

[ 1 0 0 0 4 0 0 0 − 2 ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0\\0&4&0\\0&0&-2\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0\\0&4&0\\0&0&-2\end{bmatrix}}}

Jika elemen matriks adalah bilangan real atau bilangan kompleks, matriks tersebut juga merupakan matriks normal.

Pada pembahasan selanjutnya, artikel ini hanya membahas tentang matriks persegi diagonal, dan merujuknya dengan istilah "matriks diagonal". Notasi yang umum digunakan untuk mewakili matriks diagonal D {\displaystyle \mathbf {D} } {\displaystyle \mathbf {D} } berukuran n × n {\displaystyle n\times n} {\displaystyle n\times n}, dengan elemen sepanjang diagonal utama secara berurutan a 1 , a 2 , … , a n {\displaystyle a_{1},\,a_{2},\,\dots ,\,a_{n}} {\displaystyle a_{1},\,a_{2},\,\dots ,\,a_{n}}, disimbolkan dengan diag ( a 1 , a 2 , … , a n ) {\displaystyle {\text{diag}}(a_{1},\,a_{2},\,\dots ,\,a_{n})} {\displaystyle {\text{diag}}(a_{1},\,a_{2},\,\dots ,\,a_{n})}.

Sifat

Matriks skalar

Matriks diagonal dengan semua elemen diagonalnya bernilai sama disebut dengan matriks skalar; yakni, matriks kelipatan skalar λ {\displaystyle \lambda } {\displaystyle \lambda } dari matriks identitas I {\displaystyle \mathbf {I} } {\displaystyle \mathbf {I} }. Berikut adalah contoh matriks skalar ukuran 3×3

[ λ 0 0 0 λ 0 0 0 λ ] ≡ λ I 3 {\displaystyle {\begin{bmatrix}\lambda &0&0\\0&\lambda &0\\0&0&\lambda \end{bmatrix}}\equiv \lambda \mathbf {I} _{3}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}\lambda &0&0\\0&\lambda &0\\0&0&\lambda \end{bmatrix}}\equiv \lambda \mathbf {I} _{3}}

Efek perkalian matriks ini dengan suatu vektor sama dengan perkalian skalar vektor tersebut dengan λ.

Operasi vektor

Mengalikan vektor dengan matriks diagonal akan menghasilkan vektor baru dengan setiap elemen adalah hasil perkalian elemen vektor dengan elemen diagonal yang bersesuaian. Secara lebih formal, untuk matriks diagonal D = diag ⁡ ( a 1 , … , a n ) {\displaystyle \mathbf {D} =\operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})} {\displaystyle \mathbf {D} =\operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})} dan sebuah vektor v = [ x 1 ⋯ x n ] T {\displaystyle \mathbf {v} ={\begin{bmatrix}x_{1}&\dotsm &x_{n}\end{bmatrix}}^{\textsf {T}}} {\displaystyle \mathbf {v} ={\begin{bmatrix}x_{1}&\dotsm &x_{n}\end{bmatrix}}^{\textsf {T}}}, hasil perkalian keduanya adalah:

D v = diag ⁡ ( a 1 , … , a n ) [ x 1 ⋮ x n ] = [ a 1 ⋱ a n ] [ x 1 ⋮ x n ] = [ a 1 x 1 ⋮ a n x n ] . {\displaystyle \mathbf {Dv} =\operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n}){\begin{bmatrix}x_{1}\\\vdots \\x_{n}\end{bmatrix}}={\begin{bmatrix}a_{1}\\&\ddots \\&&a_{n}\end{bmatrix}}{\begin{bmatrix}x_{1}\\\vdots \\x_{n}\end{bmatrix}}={\begin{bmatrix}a_{1}x_{1}\\\vdots \\a_{n}x_{n}\end{bmatrix}}.} {\displaystyle \mathbf {Dv} =\operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n}){\begin{bmatrix}x_{1}\\\vdots \\x_{n}\end{bmatrix}}={\begin{bmatrix}a_{1}\\&\ddots \\&&a_{n}\end{bmatrix}}{\begin{bmatrix}x_{1}\\\vdots \\x_{n}\end{bmatrix}}={\begin{bmatrix}a_{1}x_{1}\\\vdots \\a_{n}x_{n}\end{bmatrix}}.}

Hal ini dapat dinyatakan dengan lebih sederhana dengan menyatakan matriks diagonal sebagai vektor, d = [ a 1 ⋯ a n ] T {\displaystyle \mathbf {d} ={\begin{bmatrix}a_{1}&\dotsm &a_{n}\end{bmatrix}}^{\textsf {T}}} {\displaystyle \mathbf {d} ={\begin{bmatrix}a_{1}&\dotsm &a_{n}\end{bmatrix}}^{\textsf {T}}}, dan mengambil hasil kali Hadamard dari kedua vektor (hasil kali elemen-demi-elemen) yang dinyatakan sebagai d ⊙ v {\displaystyle d\odot v} {\displaystyle d\odot v}:

D v = d ∘ v = [ a 1 ⋮ a n ] ∘ [ x 1 ⋮ x n ] = [ a 1 x 1 ⋮ a n x n ] . {\displaystyle Dv=d\circ v={\begin{bmatrix}a_{1}\\\vdots \\a_{n}\end{bmatrix}}\circ {\begin{bmatrix}x_{1}\\\vdots \\x_{n}\end{bmatrix}}={\begin{bmatrix}a_{1}x_{1}\\\vdots \\a_{n}x_{n}\end{bmatrix}}.} {\displaystyle Dv=d\circ v={\begin{bmatrix}a_{1}\\\vdots \\a_{n}\end{bmatrix}}\circ {\begin{bmatrix}x_{1}\\\vdots \\x_{n}\end{bmatrix}}={\begin{bmatrix}a_{1}x_{1}\\\vdots \\a_{n}x_{n}\end{bmatrix}}.}

Walau secara matematika setara, notasi ini tidak perlu menyimpan semua elemen-elemen bernilai nol dalam bentuk matriks rongga. Hasil kali ini digunakan dalam machine learning, contohnya untuk menghitung hasil kali dari turunan dalam backpropagation, atau mengalikan berat IDF dalam algoritma TF-IDF.[1]

Operasi matriks

Operasi penjumlahan dan perkalian matriks tidak sulit untuk matriks diagonal. Dengan menyatakan matriks diagonal ukuran n × n {\displaystyle n\times n} {\displaystyle n\times n} sebagai diag ⁡ ( a 1 , … , a n ) {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})} {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})}, penjumlahan matriks diagonal A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } dan B {\displaystyle \mathbf {B} } {\displaystyle \mathbf {B} } dapat dinyatakan sebagai

diag ⁡ ( a 1 , … , a n ) + diag ⁡ ( b 1 , … , b n ) = diag ⁡ ( a 1 + b 1 , … , a n + b n ) {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})+\operatorname {diag} (b_{1},\dots ,b_{n})=\operatorname {diag} (a_{1}+b_{1},\dots ,a_{n}+b_{n})} {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})+\operatorname {diag} (b_{1},\dots ,b_{n})=\operatorname {diag} (a_{1}+b_{1},\dots ,a_{n}+b_{n})}

Sedangkan untuk perkalian matriks,

diag ⁡ ( a 1 , … , a n ) ⋅ diag ⁡ ( b 1 , … , b n ) = diag ⁡ ( a 1 b 1 , … , a n b n ) {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})\cdot \operatorname {diag} (b_{1},\dots ,b_{n})=\operatorname {diag} (a_{1}b_{1},\dots ,a_{n}b_{n})} {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})\cdot \operatorname {diag} (b_{1},\dots ,b_{n})=\operatorname {diag} (a_{1}b_{1},\dots ,a_{n}b_{n})}.

Matriks diagonal diag ⁡ ( a 1 , … , a n ) {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})} {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})} dapat dibalik jika dan hanya jika semua elemen a 1 , … , a n {\displaystyle a_{1},\dots ,a_{n}} {\displaystyle a_{1},\dots ,a_{n}} bernilai tidak nol. Dalam keadaan tersebut,

diag ⁡ ( a 1 , … , a n ) − 1 = diag ⁡ ( a 1 − 1 , … , a n − 1 ) {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})^{-1}=\operatorname {diag} (a_{1}^{-1},\dots ,a_{n}^{-1})} {\displaystyle \operatorname {diag} (a_{1},\dots ,a_{n})^{-1}=\operatorname {diag} (a_{1}^{-1},\dots ,a_{n}^{-1})}

Secara khusus, matriks diagonal membentuk sebuah subgelanggang dari himpunan semua matriks berukuran n × n {\displaystyle n\times n} {\displaystyle n\times n}.

Aplikasi

Matriks diagonal banyak muncul dalam berbagai area aljabar linear. Karena sifat operasi matriks dan nilai/vektor eigen yang sederhana, umumnya sebuah matriks atau peta linear dinyatakan dalam bentuk matriks diagonal. Faktanya, sebuah matriks A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } serupa dengan suatu matriks diagonal[2] jika dan hanya jika matriks tersebut memiliki n vektor eigen yang saling bebas linear. Matriks seperti itu dikatakan dapat didiagonalkan.

Referensi

  1. ↑ Sahami, Mehran (2009-06-15). Text Mining: Classification, Clustering, and Applications. CRC Press. hlm. 14. ISBN 9781420059458.
  2. ↑ dengan kata lain, ada matriks X {\displaystyle X} {\displaystyle X} sehingga X − 1 A X {\displaystyle X^{-1}AX} {\displaystyle X^{-1}AX} adalah matriks diagonal
Kelas-kelas matriks
Batasan pada elemen matriks
Konstan
Batasan pada nilai eigen dan vektor eigen-nya
Batasan pada hasil perkalian atau inversnya
Dengan aplikasi tertentu
Digunakan dalam statistika
Digunakan dalam teori graf
Digunakan dalam sains dan teknik
Istilah yang berhubungan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan