Dalam aljabar linear, sebuah matriks persegi
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
berukuran
n
×
n
{\displaystyle n\!\times \!n}
terbalikkan (invertible) atau tidak singular, jika terdapat matriks persegi
B
{\displaystyle \mathbf {B} }
dengan ukuran yang sama dengan
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
, dan memenuhi hubungan:
-
A
B
=
B
A
=
I
n
{\displaystyle \mathbf {AB} =\mathbf {BA} =\mathbf {I} _{n}\ }
dengan
I
n
{\displaystyle \mathbf {I} _{n}}
melambangkan matriks identitas berukuran
n
×
n
{\displaystyle n\!\times \!n}
, dan perkalian yang dilakukan merupakan perkalian matriks yang umum. Jika hubungan tersebut berlaku, maka matriks
B
{\displaystyle \mathbf {B} }
disebut sebagai balikan atau invers (multiplikatif) dari matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
, dan diberi lambang
A
−
1
{\displaystyle \mathbf {A} ^{-1}}
.
Matriks persegi tidak dapat dibalik disebut dengan matriks singular. Matriks persegi bersifat singular jika dan hanya jika nilai determinannya 0. Matriks yang bukan matriks persegi (berukuran
m
×
n
{\displaystyle m\!\times \!n}
dan
m
≠
n
{\displaystyle m\neq n}
) tidak memiliki invers. Namun dalam beberapa kasus, matriks tersebut mungkin memiliki invers kiri atau invers kanan. Jika matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
berukuran
m
×
n
{\displaystyle m\!\times \!n}
dengan rank
n
{\displaystyle n}
(nilai
n
≤
m
{\displaystyle n\leq m}
), maka
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
memiliki invers kiri. Invers kiri ini adalah sebuah matriks
B
{\displaystyle \mathbf {B} }
berukuran
n
×
m
{\displaystyle n\!\times \!m}
yang memenuhi hubungan
B
A
=
I
n
.
{\displaystyle \mathbf {B} \mathbf {A} =\mathbf {I} _{n}.}
Sedangkan jika rank matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
adalah
m
{\displaystyle m}
(nilai
m
≤
n
{\displaystyle m\leq n}
), maka
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
memiliki invers kanan; yakni sebuah matriks
B
{\displaystyle \mathbf {B} }
berukuran
n
×
m
{\displaystyle n\!\times \!m}
yang memenuhi hubungan
A
B
=
I
m
.
{\displaystyle \mathbf {A} \mathbf {B} =\mathbf {I} _{m}.}
Sifat
Teorema matriks terbalikkan
Sifat keterbalikkan sebuah matriks berhubungan erat dengan banyak sifat lain yang dimiliki matriks tersebut. Misalkan
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
adalah matriks persegi berukuran
n
×
n
{\displaystyle n\!\times \!n}
, dengan entri-entri adalah elemen dari suatu lapangan
K
{\displaystyle K}
(misalnya, lapangan bilangan real
R
{\displaystyle \mathbb {R} }
). Semua pernyataan berikut ekuivalen, dalam artian antara matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
memenuhi semua pernyataan, atau matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
tidak memenuhi satupun pernyataan yang ada.[1][2]
- Matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
terbalikkan. Dengan kata lain, matriks A {\displaystyle \mathbf {A} }
memiliki sebuah invers (atau tidak singular).
- Ada sebuah matriks
B
{\displaystyle \mathbf {B} }
berukuran n × n {\displaystyle n\!\times \!n}
yang memenuhi A B = B A = I n {\displaystyle \mathbf {AB} =\mathbf {BA} =\mathbf {I} _{n}\ }
- Matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
dapat diubah menjadi matriks identitas I n {\displaystyle \mathbf {I} _{n}}
lewat serangkaian operasi baris elementer, atau lewat serangkaian operasi kolom elementer.
- Matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
dapat dinyatakan sebagai perkalian (dengan jumlah terhingga) matriks-matriks elementer
- Matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
memiliki n {\displaystyle n}
posisi pivot. Posisi pivot adalah nilai 1 pertama sebuah baris pada matriks bentuk eselon baris tereduksi (reduced row echelon form).
- Persamaan
A
x
=
0
{\displaystyle \mathbf {Ax} =\mathbf {0} }
hanya memiliki solusi trivial, yakni x = 0 {\displaystyle \mathbf {x} =\mathbf {0} }
- Persamaan
A
x
=
b
{\displaystyle \mathbf {Ax} =\mathbf {b} }
tepat memiliki satu solusi, untuk semua b ∈ K n {\displaystyle \mathbf {b} \in K^{n}}
- Transformasi linear
x
↦
A
x
{\displaystyle \mathbf {x} \mapsto \mathbf {Ax} }
adalah sebuah bijeksi dari K n {\displaystyle K^{n}}
ke K n {\displaystyle K^{n}}
- Kernel dari
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
trivial; dengan kata lain hanya mengandung vektor nol sebagai elemennya, sehingga Ker ( A ) = { 0 } {\displaystyle \operatorname {Ker} (\mathbf {A} )=\{\mathbf {0} \}}
- Determinan dari
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
sama dengan 0.
- Bilangan 0 bukan nilai eigen dari matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
- Rank
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
penuh; dengan kata lain, Rank A = n {\displaystyle \operatorname {Rank} \mathbf {A} =n}
- Kolom-kolom dari
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
saling bebas linear. Ini mengartikan tidak mungkin menyatakan sebuah kolom matriks A {\displaystyle \mathbf {A} }
sebagai kombinasi penjumlahan kolom-kolom yang lain.
- Span dari kolom-kolom matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
adalah K n {\displaystyle K^{n}}
. Artinya, himpunan semua kombinasi linear dari kolom-kolom A {\displaystyle \mathbf {A} }
akan sama dengan K n {\displaystyle K^{n}}
- Ruang kolom dari matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
adalah K n {\displaystyle K^{n}}
. Ruang kolom adalah ruang vektor yang dibentuk oleh kolom-kolom matriks A {\displaystyle \mathbf {A} }
- Kolom-kolom matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
membentuk sebuah basis bagi K n {\displaystyle K^{n}}
- Transpos dari
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
, yakni matriks A T {\displaystyle \mathbf {A} ^{\text{T}}}
juga terbalikkan. Hal ini mengartikan baris-baris dari matriks A {\displaystyle \mathbf {A} }
juga memenuhi sifat-sifat yang sama dengan kolom-kolom matriks.
- Matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
memiliki invers kiri (yakni matriks B {\displaystyle \mathbf {B} }
sehingga B A = I {\displaystyle \mathbf {BA} =\mathbf {I} }
) dan invers kanan (yakni matriks C {\displaystyle \mathbf {C} }
sehingga A C = I {\displaystyle \mathbf {AC} =\mathbf {I} }
). Lebih lanjut, nilai kedua invers tersebut sama, B = C = A − 1 {\displaystyle \mathbf {B} =\mathbf {C} =\mathbf {A} ^{-1}}
Hubungan dengan adjugat
Adjugat dari suatu matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
dapat digunakan untuk mencari invers dari
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
, dengan menggunakan hubungan:
Jika
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
memiliki invers, maka
-
A
−
1
=
1
det
(
A
)
adj
(
A
)
.
{\displaystyle \mathbf {A} ^{-1}={\frac {1}{\det(\mathbf {A} )}}\operatorname {adj} (\mathbf {A} ).}
Sifat-sifat lain
Selain sifat-sifat pada bagian-bagian sebelumnya, matriks
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
berukuran
n
×
n
{\displaystyle n\times n}
yang terbalikkan juga memiliki beberapa sifat berikut:
-
(
A
−
1
)
−
1
=
A
{\displaystyle (\mathbf {A} ^{-1})^{-1}=\mathbf {A} }
;
-
(
k
A
)
−
1
=
k
−
1
A
−
1
{\displaystyle (k\mathbf {A} )^{-1}=k^{-1}\mathbf {A} ^{-1}}
untuk sembarang skalar k {\displaystyle k}
yang tidak sama dengan 0;
-
(
A
T
)
−
1
=
(
A
−
1
)
T
{\displaystyle (\mathbf {A} ^{\text{T}})^{-1}=(\mathbf {A} ^{-1})^{\text{T}}}
;
-
det
(
A
−
1
)
=
1
det
(
A
−
1
)
{\displaystyle \det(\mathbf {A} ^{-1})={\frac {1}{\det(\mathbf {A} ^{-1})}}}
;
- Untuk sembarang matriks
B
{\displaystyle \mathbf {B} }
yang dapat dibalik dan yang berukuran sama dengan A {\displaystyle \mathbf {A} }
, akan berlaku ( A B ) − 1 = B − 1 A − 1 {\displaystyle (\mathbf {AB} )^{-1}=\mathbf {B} ^{-1}\mathbf {A} ^{-1}}
. Hal ini dapat diperumum untuk kasus matriks-matriks A 1 , … , A k {\displaystyle \mathbf {A} _{1},\,\dots ,\,\mathbf {A} _{k}}
berukuran n × n {\displaystyle n\times n}
dan dapat dibalik, yang akan memiliki hubungan ( A 1 A 2 ⋯ A k − 1 A k ) − 1 = A k − 1 A k − 1 − 1 ⋯ A 2 − 1 A 1 − 1 {\displaystyle (\mathbf {A} _{1}\mathbf {A} _{2}\dotsi \mathbf {A} _{k-1}\mathbf {A} _{k})^{-1}=\mathbf {A} _{k}^{-1}\mathbf {A} _{k-1}^{-1}\dotsi \mathbf {A} _{2}^{-1}\mathbf {A} _{1}^{-1}}
- Jika
A
{\displaystyle \mathbf {A} }
memiliki kolom-kolom yang saling ortonormal, maka ( A x ) + = x + A − 1 {\displaystyle (\mathbf {Ax} )^{+}=\mathbf {x} ^{+}\mathbf {A} ^{-1}}
; dengan + {\displaystyle ^{+}}
menyatakan invers Moore–Penrose dan x {\displaystyle \mathbf {x} }
adalah vektor;
Referensi
- ↑ Weisstein, Eric W. "Invertible Matrix Theorem". mathworld.wolfram.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-08.
- ↑ Horn, Roger A.; Johnson, Charles R. (1985). Matrix Analysis. Cambridge University Press. hlm. 14. ISBN 978-0-521-38632-6..
Pranala luar
- Hazewinkel, Michiel, ed. (2001) [1994], "Inversion of a matrix", Encyclopedia of Mathematics, Springer Science+Business Media B.V. / Kluwer Academic Publishers, ISBN 978-1-55608-010-4
- Matrix Mathematics: Theory, Facts, and Formulas di Google books
- The Matrix Cookbook
Kelas-kelas matriks | |
|---|---|
| Batasan pada elemen matriks |
|
| Konstan | |
| Batasan pada nilai eigen dan vektor eigen-nya | |
| Batasan pada hasil perkalian atau inversnya | |
| Dengan aplikasi tertentu | |
| Digunakan dalam statistika | |
| Digunakan dalam teori graf | |
| Digunakan dalam sains dan teknik | |
| Istilah yang berhubungan | |
Artikel bertopik matematika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |