Kamis, 05 November 2026
14:40 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Matriks normal

Bagikan:

Dalam matematika, suatu matriks persegi A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } dengan entri-entri kompleks dikatakan normal jika ia bersifat komutatif atas perkalian matriks dengan transpos konjugat A ∗ {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}} {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}}; secara matematis dinyatakan sebagai A A ∗ = A ∗ A {\displaystyle \mathbf {AA} ^{*}=\mathbf {A} ^{*}\mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {AA} ^{*}=\mathbf {A} ^{*}\mathbf {A} }. Konsep dari matriks normal dapat diperumum menjadi operator normal di ruang vektor bernorma berdimensi tak hingga, dan elemen normal di aljabar C*.

Definisi

Ada banyak cara yang ekuivalen untuk mendefinisikan matriks normal. Misalkan A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } adalah matriks kompleks berukuran n × n {\displaystyle n\times n} {\displaystyle n\times n}, pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen:

  1. A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } adalah matriks normal.
  2. A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } dapat diagonalkan oleh suatu matriks uniter.
  3. Ada suatu himpun vektor-vektor eigen dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } yang membangun basis ortonormal bagi C n {\displaystyle \mathbb {C} ^{n}} {\displaystyle \mathbb {C} ^{n}}.
  4. ‖ A x ‖ = ‖ A ∗ x ‖ {\displaystyle \left\|A\mathbf {x} \right\|=\left\|A^{*}\mathbf {x} \right\|} {\displaystyle \left\|A\mathbf {x} \right\|=\left\|A^{*}\mathbf {x} \right\|} untuk sembarang x.
  5. Norma Frobenius dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } dapat dihitung dari nilai-nilai eigen A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }, yakni tr ⁡ ( A ∗ A ) = ∑ j | λ j | 2 {\textstyle \operatorname {tr} \left(A^{*}A\right)=\sum _{j}\left|\lambda _{j}\right|^{2}} {\textstyle \operatorname {tr} \left(A^{*}A\right)=\sum _{j}\left|\lambda _{j}\right|^{2}}.
  6. Bagian Hermite 1 2 ( A + A ∗ ) {\displaystyle {\tfrac {1}{2}}(\mathbf {A} +\mathbf {A} ^{*})} {\displaystyle {\tfrac {1}{2}}(\mathbf {A} +\mathbf {A} ^{*})} dan bagian skew-Hermitian 1 2 ( A − A ∗ ) {\displaystyle {\tfrac {1}{2}}(\mathbf {A} -\mathbf {A} ^{*})} {\displaystyle {\tfrac {1}{2}}(\mathbf {A} -\mathbf {A} ^{*})} dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } saling komutatif.
  7. A ∗ {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}} {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}} suatu polinomial (dengan derajat maksimum n − 1 {\displaystyle n-1} {\displaystyle n-1}) dalam A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }.[a]
  8. A ∗ = A U {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}=\mathbf {AU} } {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}=\mathbf {AU} } untuk suatu matriks uniter A ∗ = A U {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}=\mathbf {AU} } {\displaystyle \mathbf {A} ^{*}=\mathbf {AU} }.[1]
  9. U {\displaystyle \mathbf {U} } {\displaystyle \mathbf {U} } dan P {\displaystyle \mathbf {P} } {\displaystyle \mathbf {P} } saling komutatif, yang mengartikan kita memiliki dekomposisi kutub A = U P {\displaystyle \mathbf {A} =\mathbf {UP} } {\displaystyle \mathbf {A} =\mathbf {UP} } dengan suatu matriks uniter U {\displaystyle \mathbf {U} } {\displaystyle \mathbf {U} } dan suatu matriks semidefinit positif P {\displaystyle \mathbf {P} } {\displaystyle \mathbf {P} }.
  10. A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } saling komutatif dengan suatu matriks normal N {\displaystyle \mathbf {N} } {\displaystyle \mathbf {N} } yang nilai-nilai eigennya yang unik.
  11. σ i = | λ i | {\displaystyle \sigma _{i}=|\lambda _{i}|} {\displaystyle \sigma _{i}=|\lambda _{i}|} untuk semua 1 ≤ i ≤ n {\displaystyle 1\leq i\leq n} {\displaystyle 1\leq i\leq n}, dengan σ 1 ≥ ⋯ ≥ σ n {\displaystyle \sigma _{1}\geq \dots \geq \sigma _{n}} {\displaystyle \sigma _{1}\geq \dots \geq \sigma _{n}} dan | λ 1 | ≥ ⋯ ≥ | λ n | {\displaystyle |\lambda _{1}|\geq \dots \geq |\lambda _{n}|} {\displaystyle |\lambda _{1}|\geq \dots \geq |\lambda _{n}|} masing-masing adalah nilai-nilai singular dan nilai-nilai eigen dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }.[2]

Kasus khusus

Di antara matriks-matriks kompleks, semua matriks uniter, Hermite, dan skew-Hermitian bersifat normal. Serupa dengan itu, di antara matriks-matriks real, semua matriks ortogonal, simetrik, dan skew-symmetric bersifat normal. Namun, tidak semua matriks normal merupakan matriks uniter atau (skew-)Hermite. sebagai contoh,

A = [ 1 1 0 0 1 1 1 0 1 ] {\displaystyle A={\begin{bmatrix}1&1&0\\0&1&1\\1&0&1\end{bmatrix}}} {\displaystyle A={\begin{bmatrix}1&1&0\\0&1&1\\1&0&1\end{bmatrix}}}

tidak uniter, Hermite, maupun skew-Hermitian, namun merupakan matriks normal karena

A A ∗ = [ 2 1 1 1 2 1 1 1 2 ] = A ∗ A . {\displaystyle AA^{*}={\begin{bmatrix}2&1&1\\1&2&1\\1&1&2\end{bmatrix}}=A^{*}A.} {\displaystyle AA^{*}={\begin{bmatrix}2&1&1\\1&2&1\\1&1&2\end{bmatrix}}=A^{*}A.}

Catatan kaki

  1. ↑ Bukti: Jika A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} } normal, gunakan rumus interpolasi Lagrange untuk mengonstruksi suatu polinomial P {\displaystyle P} {\displaystyle P} sedemikian sehingga λ j ¯ = P ( λ j ) {\displaystyle {\overline {\lambda _{j}}}=P(\lambda _{j})} {\displaystyle {\overline {\lambda _{j}}}=P(\lambda _{j})}, dengan λ j {\displaystyle \lambda _{j}} {\displaystyle \lambda _{j}} adalah nilai-nilai eigen dari A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }.

Referensi

Sumber

Kelas-kelas matriks
Batasan pada elemen matriks
Konstan
Batasan pada nilai eigen dan vektor eigen-nya
Batasan pada hasil perkalian atau inversnya
Dengan aplikasi tertentu
Digunakan dalam statistika
Digunakan dalam teori graf
Digunakan dalam sains dan teknik
Istilah yang berhubungan


Ikon rintisan

Artikel bertopik matematika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan