Jumat, 16 Oktober 2026
15:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo

Candi Bogang

Bagikan:

Candi Bogang merupakan situs peninggalan Buddha yang terletak di Desa Bogang, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Situs ini mulai mendapat perhatian ilmiah setelah penemuan kepala arca Buddha pada tahun 1982 oleh seorang pekerja konstruksi. Tim gabungan dari Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah bersama Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada kemudian melakukan penelitian lebih lanjut yang berhasil mengidentifikasi beberapa fragmen arca Buddha dan Dyani-Bodhisatva yang tidak lengkap, serta empat umpak batu berbentuk bulat berukuran besar.[1]

Situs ini menunjukkan perbedaan dengan situs candi Buddha pada umumnya karena tidak memiliki struktur bangunan candi yang utuh. Kondisi saat ini menampilkan sebuah gundukan tanah yang memuat dua arca Buddha berukuran besar, dengan satu arca masih berada dalam galian sedalam satu meter dan arca lainnya telah dipindahkan ke pendopo berbentuk joglo di lokasi tersebut. Sebagai tindakan konservasi, dua bagian arca lainnya telah dipindahkan ke Museum Karmawibangga di Borobudur.[2]

Berdasarkan penelitian arkeologi, terdapat indikasi bahwa Candi Bogang merupakan proyek pembangunan yang tidak terselesaikan. Salah satu teori menjelaskan bahwa pembangunan dihentikan karena kebutuhan fungsionalnya telah terpenuhi oleh Candi Mendut. Analisis terhadap fragmen arca yang ditemukan menunjukkan bahwa jika direkonstruksi, arca-arca tersebut akan membentuk patung Buddha dengan perkiraan tinggi tiga meter, ukuran yang sebanding dengan arca Buddha di Candi Mendut.[3]

Kondisi Terkini

Situs Candi Bogang telah mengalami perbaikan signifikan melalui upaya pemugaran yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah pada awal tahun 2018. Kegiatan konservasi meliputi penataan ulang kawasan situs, termasuk pembangunan pendopo sebagai tempat penyimpanan dua arca Buddha berukuran besar yang ditemukan di lokasi tersebut. Sebelumnya, salah satu arca masih berada dalam galian tanah dengan perlindungan atap seng sederhana.[4]

Fasilitas pendukung telah ditambahkan di sekitar situs, meliputi pagar pembatas, area taman yang tertata, serta papan informasi yang memuat data sejarah dan temuan arkeologis. Perbaikan ini dianggap sebagai langkah positif dalam upaya pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan potensi wisata sejarah di wilayah Wonosobo. Meskipun tidak ditemukan struktur candi yang utuh, situs ini tetap memiliki nilai penting sebagai lokasi penemuan arca Buddha berukuran besar di Pulau Jawa.[5]

Referensi

  1. ↑ Diklat Tenaga Teknis Pemugaran dan Konservasi; (1984). Laporan Hasil Ekskavasi Situs Candi Bogang ( C,B,G,IV ) | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur (dalam bahasa American English). Diklat Tenaga Teknis Pemugaran dan Konservasi.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ↑ Ngasiran (2018-02-01). "Kini Candi Bogang Terawat!". Buddhazine (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-19.
  3. ↑ Ngasiran (2017-09-10). "Buddhazine | Candi Bogang, Candi Buddha yang Tak Tuntas". Buddhazine (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-19.
  4. ↑ Nugroho, Agung Setio. "Mengenal Situs Candi Bogang Wonosobo, Bukan Candi Namun Memiliki Arca Buddha Terbesar di Pulau Jawa". Kabar Wonosobo. Diakses tanggal 2025-06-19.
  5. ↑ Aristyan, Achmad (2024-12-10). "Candi Bogang Wonosobo dengan Arca Buddha Terbesar di Jawa". emmanus.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-19.
Jawa
Banten
Ja-bar
Ja-teng
Ja-tim
Jogja (DIY)
60px-Candi_Indonesia_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-Borobudur-Nothwest-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Mendut_-_facade_north_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-RA_3420014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Sambisari_Panorama_%2829_December_2013%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Plaosan_Temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Singosari_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Besakih01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Muaro_Jambi_dengan_langit_biru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-007_Candi_Tua_from_East%2C_Main_Entrance_%2838244913275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Prasasti-Yupa02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Offerplaats_bij_tempelcomplex_Lingsar_TMnr_60012478.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bali
Sumatera
Jambi
Sum-bar
Sum-sel
Sum-ut
Ba-bel
Riau
Kalimantan
Kal-bar
Kal-sel
Kal-tim
Nusa
Tenggara
NTB
NTT
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan