Jumat, 25 September 2026
07:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Ario Soerjo

Ario Soerjo

pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Ario Soerjo
250px-Ario_Soerjo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ario Soerjo
Ketua Dewan Pertimbangan Agungke-3
Masa jabatan
April 1948 –10 November 1948
PresidenSoekarno
PendahuluWiranatakusumah V
PenggantiSutardjo Kertohadikusumo
Gubernur Jawa Timurke-1
Masa jabatan
1945–1947
PresidenSoekarno
PendahuluJabatan baru
PenggantiMoedjani
Informasi pribadi
Lahir9 Juli 1898
Meninggal10 November 1948(1948-11-10) (umur 50)
Suami/istriRaden Ayu Mustapeni

Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo (EYD: Ario Suryo; 9 Juli 1898 – 10 November 1948) kini diakui sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.[1] Soerjo dan dua anggota polisi ditangkap oleh pasukan pro-komunis (PKI) di Walikukun, Widodaren, Ngawi pada 9 November 1948, dan jenazah mereka ditemukan kemudian.[2]

Latar Belakang

Raden Mas Soerjo adalah anak ke dua dari sepuluh bersaudara, lahir di Magetan pada tanggal 9 Juli 1898 beliau adalah seorang keturunan pegawai pamong praja. Ayahnya yakni Raden Mas Wiryosumarto terakhir menjabat Wedana Punung, Pacitan, Jawa Timur. Ibu dari Soerjo adalah Raden Ayu Kustiyah Wiryosumarto adalah adik dari Bupati Madiun zaman Hindia Belanda Raden Ronggo Kusnodininggrat. Kakek Soerjo dari pihak ayah adalah Raden Mas Wiryosukarto seorang Patih Magetan yang berasal dari Caruban, Madiun, Jawa Timur. Dari silsilah di atas akhirnya kita mengenal Soerjo bukanlah orang sembarangan Soerjo adalah seorang pemuda yang sudah terbiasa atau familiar dengan urusan rakyat.

Keluarga

Pada Tahun 1926 Raden Mas Soerjo menikah dengan Raden Ayu Mustapeni puteri sulung Raden Mas Adipati Ario Hadiwinoto, yang bergelar Raden Tumenggung Surohadinegoro. Saat itu menjabat sebagai Bupati ke-12 Magetan Jawa Timur.

Pendidikan

Pendidikan Soerjo adalah lulusan Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) yaitu Sekolah Pendidikan Kepamongprajaan untuk pribumi/pemuda Indonesia pada masa Hindia Belanda, pemuda Soerjo pernah juga mendapat kesempatan belajar Politie-School atau Sekolah Polisi di Sukabumi (Jawa Barat) dan pada Bestuursschool atau Bestuurs Academie atau Departemen Dalam Negeri di Batavia (Jakarta).

Revolusi Nasional Indonesia

Suryo membuat perjanjian gencatan senjata dengan komandan pasukan Inggris Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby di Surabaya pada tanggal 26 Oktober 1945. Namun tetap saja meletus pertempuran tiga hari di Surabaya 28–30 Oktober yang membuat Inggris terdesak. Presiden Soekarno memutuskan datang ke Surabaya untuk mendamaikan kedua pihak.

Gencatan senjata yang disepakati tidak diketahui sepenuhnya oleh para pejuang pribumi. Tetap saja terjadi kontak senjata yang menewaskan Mallaby. Hal ini menyulut kemarahan pasukan Inggris. Komandan pasukan yang bernama Jenderal Robert Mansergh mengultimatum rakyat Surabaya supaya menyerahkan semua senjata paling tanggal 9 November 1945, atau keesokan harinya Surabaya akan dihancurkan.

Menanggapi ultimatum tersebut, Presiden Soekarno menyerahkan sepenuhnya keputusan di tangan pemerintah Jawa Timur, yaitu menolak atau menyerah. Gubernur Suryo dengan tegas berpidato di RRI Surabaya bahwa Arek-Arek Suroboyo akan melawan ultimatum Inggris sampai darah penghabisan.[3]

Maka meletuslah pertempuran besar antara rakyat Jawa Timur melawan Inggris di Surabaya yang dimulai tanggal 10 November 1945. Selama tiga minggu pertempuran terjadi di mana Surabaya akhirnya menjadi kota mati. Gubernur Suryo termasuk golongan yang terakhir meninggalkan Surabaya untuk kemudian membangun pemerintahan darurat di Mojokerto.

Riwayat Jabatan

  • Gediplomeerd Inlandsch Ambtenaar di Ngawi (1918)
  • Mantri Veldpolitie di Madiun
  • Asisten Wedana di Jetis, Ponorogo
  • Wedana di Pacitan, sebagai
  • Wedana di Gedeg, Mojokerto
  • Wedana di Porong, Sidoarjo (1933)
  • Bupati Magetan (1938-1943)
  • Syucokan/Residen Bojonegoro (1943-1945)
  • Gubernur Jawa Timur (1945-1947)
  • Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA) (1948-1948)

Kematian

Pada 10 November 1948, Soerjo berangkat dari Yogyakarta menuju Madiun untuk menghadiri peringatan 40 hari meninggalnya sang adik (R.M. Sarjoeno seorang Wedana Sepanjang, Sidoarjo) Salah satu yang menjadi korban gerombolan PKI. Gubernur Soerjo tiba sore hari di Surakarta dan melanjutkan perjalanannya ke Madiun pagi-pagi sekali menggunakan mobil. Saat itulah mobil yang ditumpangi Gubernur Soerjo berpapasan dengan sisa-sisa gerombolan PKI. Tanggal 9 November 1948 mobil Ario Soerjo dan dua orang polisi dicegat di Walikukun oleh pasukan pro-PKI, Gubernur Soerjo dan penumpang lainnya yaitu Komisaris Besar Polisi Duryat dan Komisaris Polisi Suroko diperintahkan untuk turun dari mobil, dibawa ke hutan, dan kemudian dibunuh oleh PKI. Jenazah Gubernur Soerjo baru ditemukan empat hari kemudian, di Kali Kakah, Ngawi. dan jasad mereka ditemukan terbunuh sesudahnya.[4]

R.M.T. Soerjo dimakamkan di Makam Sasono Mulyo, sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang jasa-jasanya yang terletak di Kecamatan Kedunggalar, Ngawi. yang diresmikan pada 28 Oktober 1975 oleh Pangdam VII/Brawijaya Mayjen TNI Witarmin.

Referensi

  1. ↑ Mirnawati (2012). Kumpulan Pahlawan Indonesia Terlengkap [Most Complete Collection of Indonesian Heroes] (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: CIF. ISBN 978-979-788-343-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Monfries, John (2015). A Prince in a Republic: The Life of Sultan Hamengku Buwono IX of Yogyakarta (dalam bahasa Inggris). Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 9789814519380.
  3. ↑ "Menguak Fakta Sejarah Hari Pahlawan yang Membuat Arek-Arek Suroboyo Harus Menyingkir". www.kabarsurabaya.org. Diakses tanggal 2020-12-19.
  4. ↑ Monfries, John (2015-01-14). A Prince in a Republic: The Life of Sultan Hamengku Buwono IX of Yogyakarta (dalam bahasa Inggris). Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 9789814519380.

Pranala luar

Jabatan politik
Posisi baru Gubernur Jawa Timur
1945–1947
Diteruskan oleh:
Moedjani
Politik
Abdul Halim Majalengka · Abdul Kahar Mudzakkir ·Abdurrahman Wahid  · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumban Tobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara ·Kasman Singodimedjo ·Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja ·Mochtar Kusumaatmadja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi ·Soeharto  · Soekarni ·Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto ·Zainal Abidin Syah · Zainul Arifin
Militer
Kemerdekaan
Revolusi
Pergerakan
Sastra
Seni
Pendidikan
Integrasi
Pers
Pembangunan
Agama
Perjuangan
Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Bataha Santiago · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Ida Dewa Agung Jambe · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Marsinah · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyai Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Paku Alam VIII · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Ratu Kalinyamat · Salahuddin bin Talabuddin · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Saifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Tuan Rondahaim Saragih  · Untung Suropati · Zainal Mustafa
Indonesia Anggota BPUPKI
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan