Kamis, 24 September 2026
01:09 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Samadikoen

Samadikoen

mantan Gubernur Jawa Timur

Samadikoen
R-Samadikoen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Gubernur Jawa TimurKe-3
Masa jabatan
1949–1958
PendahuluMoerdjani
PenggantiR. T. A. Milono
Bupati BlitarKe-6
Masa jabatan
1943–1945
PendahuluSantoso Harsono
PenggantiR. Darmadi
Bupati KediriKe-13
Masa jabatan
1945–1947
PendahuluR. Darmadi
PenggantiR. Moch Machin
Bupati SidoarjoKe-4
Masa jabatan
1959–1964
PendahuluChudori Amir
PenggantiR. Soedarsono
Informasi pribadi
LahirSamadikoen
(1902-03-08)8 Maret 1902
Meninggal
1971

R. Samadikoen (8 Maret 1902 – 1971) adalah Gubernur Jawa Timur periode 1949–1958. Ia adalah putra dari Kusumowisastro, seorang pensiunan kontrolir di Jombang.

Riwayat Hidup

Pendidikan yang pernah ditempuh adalah HIS, Jombang kemudian dilanjutkan ke OSVIA Blitar, Jawa Timur. Setelah menjadi pegawai, ia mendapat kesempatan melanjutkan pendidikannya ke Bestuurschool, Batavia. Sebagai pegawai pemerintah R. Samadikun mengawali karier sebagai "G.A.I.B" yang diperbantukan pada kontrolir Lamongan. Setelah itu dia berpindah-pindah tempat dengan jabatan yang berbeda, seperti Wedana Jaba Surabaya, Sekretaris Bupati Magetan, Asisten Wedono Dolopo (Madiun), Wedono Jebeng (Ponorogo) dan kemudian Patih di Kediri. Di samping itu, suami dari Moebandi dan ayah dari 6 orang putra dan putri ini juga aktif di Perkumpulan Sekolah Neutral. Dalam perkumpulan ini Samadikun ditunjuk sebagai ketua. Perkumpulan ini membawahi beberapa jenis sekolah, seperti: HIS Bersubsidi, Vervolgschool Bersubsidi, Schakelschool, MULO, Frobelschool, dan lain-lain. R. Samadikun ditunjuk sebagai gubernur Jawa Timur menggantikan Dr. Moerdjani pada tahun 1949.

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Moerdjani
Gubernur Jawa Timur
1949–1957
Diteruskan oleh:
R. T. A. Milono
Didahului oleh:
Santoso Harsono
Bupati Blitar
1943–1945
Diteruskan oleh:
R. Darmadi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan