Minggu, 11 Oktober 2026
10:31 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Richard Axel

Richard Axel

Ahli biokimia asal Amerika Serikat

Bagikan:
250px-2008_nidcd_symposium_hi_Dr_Richard_Axel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Richard Axel

Richard Axel, M.D. (lahir 2 Juli 1946 di Kota New York) adalah ilmuwan Amerika Serikat yang meneliti sistem penghidu atau penciuman dengan hidung. hasil penelitiannya dengan Linda B. Buck tersebut memenangi Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 2004.

Biografi

Lahir di Kota New York, Axel lulus dari Sekolah Menengah Stuyvesant pada 1963, memperoleh gelar sarjana muda pada 1967 dari Universitas Columbia, dan doktor ilmu kedokteran pada 1971 dari Universitas Johns Hopkins. Ia kembali ke Columbia dan menjadi profesor penuh pada 1978.

Karya

Pada akhir 1970an, Axel bersama mikrobiolog Saul J. Silverstein, dan ahli genetika Michael H. Wigler, menemukan teknik kotransformasi, sebuah proses di mana DNA asing dapat dimasukkan ke sel pejamu untuk membuat protein tertentu. Teknik ini merupakan dasar rekombinasi DNA untuk ilmu farmasi dan bioteknologi.

Penelitian utama Axel mengenai bagaimana otak mengartikan indra penghidu, secara spesifik memetakan bagian otak yang sensitif pada reseptor penghidu spesifik.

Pada makalahnya yang diterbitkan pada 1991, Buck dan Azel mengklon reseptor penghidu dan menunjukkan bahwa reseptor tersebut merupakan kelompok pasangan reseptor protein G. Dengan menganalisis DNA tikus, mereka menilai bahwa terdapat kira-kira seribu gen yang berbeda pada resptor-reseptor penghidu di genom mamalia. Penelitian ini membuka jalan untuk analisis genetik dan molekuler pada mekanisme penghidu. Dalam penelitian berikutnya, Buck dan Axel telah menunjukkan setiap sel saraf reseptor penghidu benar hanya mengekspresikan satu jenis protein reseptor dan masukan dari semua sel saraf yang diekspresikan pada reseptor yang sama akan dikumpulkan di glomerulus pada bulbus olfaktorius.

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan