Minggu, 27 September 2026
22:49 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Pasar Ngasem

Pasar Ngasem

pusat perbelanjaan di Indonesia

Pasar tradisional in Kota Yogyakarta , IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Pasar tradisional in Kota Yogyakarta , Indonesia
Pasar Ngasem
ꦥꦱꦂꦔꦱꦺꦩ꧀
Pasar Ngasêm
330px-Bird_Market_Building_in_Yogyakarta_%286265682015%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasar Ngasem, semasa masih berstatus sebagai pasar hewan peliharaan
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pasar_Ngasem&revid=29923012&groups=_084e35975c78de525f6c359353282b63a82189e0&parser=parsoid
Peta interaktif area Pasar Ngasem
Nama lainPasar Tamansari
Informasi umum
JenisPasar tradisional
Gaya arsitekturJawa
AlamatJalan Polowijan no.11
Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton
Kota Yogyakarta 55133
NegaraIndonesia
Koordinat7°48′29″S 110°21′36″E / 7.808179861584399°S 110.36002371880139°E / -7.808179861584399; 110.36002371880139

Ngasem atau Pasar Ngasem (bahasa Jawa:ꦥꦱꦂꦔꦱꦺꦩ꧀) adalah pasar yang dulunya menyediakan hewan peliharaan, khususnya burung yang terbesar di Yogyakarta.[1] Saat ini Pasar Ngasem sudah tak lagi menjual burung, tetapi menjual produk konsumen.

Pasar ini menjadi salah satu pasar yang terletak di dalam jeron beteng Keraton Yogyakarta.

Sejarah

lossy-page1-250px-Markt%2C_pasar_Ngasem%2C_te_Yogyakarta%2C_KITLV_D13314_KITLV_D13314.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasar Ngasem tempo dulu.

Masyarakat Jawa tak lepas dari tradisi dan kepercayaan.[2] Merunut akar budaya Jawa, seorang pria tergolong berhasil apabila telah memiliki 5 hal utama, yaitu Wisma (rumah), istri (wanita), turangga (kuda), curiga (keris), dan burung peliharaan (kukila).[2] Kukila adalah alasan bagi seorang pria Jawa untuk memelihara burung sehingga pasar burung menjadi suatu tempat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jawa.[2]

Menurut sejarahnya, kawasan Pasar Ngasem dahulunya merupakan danau yang sering digunakan Sultan Hamengku Buwono II berpelesir sambil melihat-lihat keindahan keraton dari luar benteng.[3] Namun, sekian waktu berjalan danau tersebut beralih fungsi menjadi perkampungan dan di tengah-tengah kampung tersebut menjadi sebuah pasar yang khusus menjual burung.[3] Keradaan Pasar Ngasem sendiri juga bisa memberikan info penting tentang apa yang dianggap bergengsi pada masa kerajaan dahulu.[3]

Pasar Ngasem konon telah ada sejak tahun 1809.[4] Hal tersebut dibuktikan dengan sebuah foto yang menunjukkan Pasar Ngasem dengan barang dagangan utamanya berupa burung.[4] Kemudian sekitar tahun 1960-an, pasar ini semakin identik dengan burung setelah pedagang burung dari Pasar Beringharjo dipindahkan ke tempat ini.[4] Bukan hal mengherankan bila banyak turis menyebut pasar ini dengan bird market karena areal perdagangan burung sepertiga dari luas pasar.[4]

Perayaan

Pada tahun 2013, Festival Kesenian Yogyakarta yang biasanya dilaksanakan di Benteng Vredeburg dipindahkan di Pasar Ngasem.[5] Kompi Setyoko yang merupakan ketua dari Komunitas Kampoeng Boedaja Taman Sari menyatakan bahwa hampir semua mahasiswa di Institut Seni Indonesia pasti pernah membuat lukisan tentang Pasar Ngasem.[6] Bambang Sukono, mantan alumni Akademi Seni Rupa Indonesia membenarkan pernayataan Kompi.[6] Kartika Affandi yang merupakan putri dari pelukis Affandi menyatakan bahwa pada tahun 1970-an, ia dan ayahnya sering berkunjung ke Pasar Ngasem untuk melukis.[6] Namun demikian, seiring membludaknya pengunjung, Kartika menganggap Pasar Ngasem kehilangan nilai artistiknya.[6] Saking ramainya, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Burung Ngasem, Konsep Giyatmo berani mengklaim satu-satunya pasar burung yang dikunjungi turis hanyalah Pasar Ngasem.[6]

Relokasi

Pada 22 Maret 2010, Pasar Ngasem direlokasi ke Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta atau Pasty yang berlokasi di Jalan Bantul, Dongkelan, Kota Yogyakarta.[6] Proses relokasi berlangsung meriah dengan adanya Kirab Budaya yang diikuti oleh 287 pedagang.[7] Relokasi pasar terpaksa dilaksanakan oleh Pemerintah Kotamadya Yogyakarta demi menjaga suasana jual beli yang kondusif sekaligus upaya preventif menjaga objek wisata Taman Sari.[8]

Rujukan

  1. ↑ "Pasar Burung". Tiket.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-17. Diakses tanggal 3 Mei 2014.{{cite web}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |5=
  2. 1 2 3 Nursastri, Sri Anindiati (2012). "Pasty, Pasar Hewan yang Istimewa Punya Yogya". Diakses tanggal 3 Mei 2014.
  3. 1 2 3 "Menyusuri Wisata Budaya Pasar Ngasem". Bisnis UKM. 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-03. Diakses tanggal 3 Mei 2014.
  4. 1 2 3 4 "Pasar Ngasem Dulu dan Sekarang". The Yogya. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-17. Diakses tanggal 15 Mei 2014.
  5. ↑ "FKY: Festival Kesenian Yogya". Yogyatrip. 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-17. Diakses tanggal 15 Mei 2014.
  6. 1 2 3 4 5 6 "Selamat Tinggal Pasar Burung Ngasem". Tempo. 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-03. Diakses tanggal 15 Mei 2014.
  7. ↑ "Kirab Ramaikan Pindahan Pasar Ngasem". Wisata Melayu. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-17. Diakses tanggal 15 Mei 2014.
  8. ↑ "Pasar PASTY, Pasar Satwa Dan Tanaman Terbesar Di Yogyakarta". Wisata Yogyakarta. 2013. Diakses tanggal 15 Mei 2014.
Gubernur: Hamengkubawana X  · Wakil Gubernur: Paku Alam X
Arsitektur bersejarah
120px-Coat_of_arms_of_Yogyakarta.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Candi
Monumen dan museum
Transportasi
Objek wisata alam
Tempat ibadah
Wisata belanja, hiburan,
hotel, dan kuliner
Pendidikan
Olahraga
Militer dan kepolisian
Kebudayaan
Makanan dan minuman
tradisional khas Yogyakarta
Festival dan pesta rakyat
Media
Topik lainnya
Lihat pula: Kategori
Proyek  · Portal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan