Senin, 21 September 2026
00:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Minosiklin

Minosiklin

senyawa kimia

Minosiklin
250px-Minocycline.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Minocycline_%28model%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangNomika, dll
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682101
License data
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Oral, intravena, topikal
Kelas obatAntibiotic; Tetracycline antibiotic
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas90–100%[4]
Pengikatan protein70–75%[5]
MetabolismeHati[5]
Waktu paruh eliminasi15,5 jam (11–26 jam)[2][4][5]
EkskresiKebanyakan feses, 10–15% ginjal[5]
Pengenal
  • (2E,4S,4aR,5aS,12aR)-2-(Amino-hidroksi-metilidena)-4,7-bis(dimetilamino)-10,11,12a-trihidroksi-4a,5,5a,6- tetrahidro-4H-tetrasena-1,3,12-triona[6]
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.226.626 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC23H27N3O7
Massa molar457,48 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
Rotasi spesifik [ α ] D 25 {\displaystyle [\alpha ]_{D}^{25}} {\displaystyle [\alpha ]_{D}^{25}} = −166°[5]
Kelarutan dalam airLemah
  • CN(C)c1ccc(c2c1C[C@H]3C[C@H]4[C@@H](C(=C(C(=O)[C@]4(C(=C3C2=O)O)O)C(=O)N)O)N(C)C)O
  • InChI=1S/C23H27N3O7/c1-25(2)12-5-6-13(27)15-10(12)7-9-8-11-17(26(3)4)19(29)16(22(24)32)21(31)23(11,33)20(30)14(9)18(15)28/h5-6,9,11,17,27,29-30,33H,7-8H2,1-4H3,(H2,24,32)/t9-,11-,17-,23-/m0/s1 checkY
  • Key:DYKFCLLONBREIL-KVUCHLLUSA-N checkY
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Minosiklin adalah antibiotik golongan tetrasiklin yang digunakan untuk mengobati sejumlah infeksi bakteri seperti beberapa yang terjadi pada bentuk pneumonia tertentu.[2][4][7] Umumnya (tetapi tidak selalu) kurang disukai daripada doksisiklin.[4][7] Minosiklin juga digunakan untuk pengobatan jerawat dan rheumatoid arthritis.[3][7] Obat ini diminum atau dioleskan ke kulit.[3][4]

Efek samping yang umum termasuk mual, diare, pusing, reaksi alergi, dan masalah ginjal. Efek samping yang serius mungkin termasuk anafilaksis, sindrom seperti lupus eritematosus sistemik, dan mudah terbakar matahari.[4] Penggunaan di bagian akhir kehamilan dapat membahayakan bayi dan keamanan selama menyusui tidak jelas.[8] Obat ini bekerja dengan mengurangi kemampuan bakteri untuk membuat protein sehingga menghentikan pertumbuhannya.[4]

Minosiklin dipatenkan pada tahun 1961 dan mulai digunakan secara komersial pada tahun 1971.[9] Obat ini tersedia sebagai obat generik.[7][10]

Sejarah

Minosiklin dipatenkan pada tahun 1961, pertama kali dijelaskan dalam literatur ilmiah pada tahun 1967,[11] dan mulai digunakan secara komersial pada tahun 1971.[9] Busa topikal untuk pengobatan jerawat disetujui pada tahun 2019.[3]

Kegunaan medis

Jerawat

Minosiklin dan doksisiklin sering digunakan untuk pengobatan jerawat.[12][13][14] Minosiklin secara khusus diindikasikan untuk mengobati lesi inflamasi jerawat non-nodular sedang hingga berat pada orang berusia sembilan tahun ke atas.[3][12] Baik minosiklin maupun doksisiklin memiliki tingkat efektivitas dan efek samping yang sama untuk jerawat, meskipun doksisiklin mungkin memiliki risiko efek samping yang sedikit lebih rendah.[12][15] Formulasi minosiklin oral/sistemik dan topikal yang lebih baru tersedia untuk mengobati jerawat.[12][16]

Secara historis, minosiklin oral telah menjadi pengobatan yang efektif untuk jerawat.[17] Namun, jerawat yang disebabkan oleh bakteri yang resistan terhadap antibiotik merupakan masalah yang berkembang di banyak negara.[18] Di Eropa dan Amerika Utara, sejumlah orang dengan jerawat tidak lagi merespons pengobatan dengan antibiotik golongan tetrasiklin dengan baik karena gejala jerawat mereka disebabkan oleh bakteri (terutama Cutibacterium acnes) yang resistan terhadap antibiotik ini. Untuk mengurangi tingkat resistensi sekaligus meningkatkan efektivitas pengobatan, antibiotik oral umumnya harus dikombinasikan dengan krim jerawat topikal seperti benzoil peroksida atau retinoid (tretinoin, adapalen, dll.).[19] Terdapat pula kekhawatiran tentang minosiklin sistemik yang memiliki berbagai efek samping yang jarang terjadi dalam hal penggunaannya untuk mengobati jerawat.[12][20]

Minosiklin oral digunakan untuk mengobati jerawat hingga 3 hingga 4 bulan. Data di atas 3 hingga 4 bulan terbatas.[12]

Infeksi lain

Minosiklin juga digunakan untuk infeksi kulit lainnya seperti infeksi akibat Staphylococcus aureus yang resistan terhadap metisilin.[21]

Meskipun spektrum aktivitas minosiklin yang lebih luas dibandingkan dengan turunan tetrasiklin lainnya yang mencakup aktivitas melawan Neisseria meningitidis,[22] penggunaannya untuk profilaksis tidak lagi direkomendasikan karena efek sampingnya (pusing dan vertigo).

Minosiklin dapat digunakan untuk mengobati galur tertentu dari infeksi Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin dan penyakit yang disebabkan oleh Acinetobacter spp. yang resisten terhadap obat.[23]

Beberapa kegunaannya meliputi:

Minosiklin telah dilaporkan efektif dalam pemberantasan ISK dan prostatitis.[11][27][28] Tinjauan Cochrane tahun 2013 mengidentifikasi dan menyertakan dua uji klinis komparatif minosiklin untuk prostatitis bakteri kronis.[27] Untuk kondisi ini, minosiklin ditemukan setara atau lebih unggul daripada doksisiklin,[29][30] setara dengan trimetoprim/sulfametoksazol,[31][32] dan lebih unggul daripada sefalosporin generasi pertama yakni sefaleksin.[27][33][34] Obat ini juga setara dengan fluorokuinolon ofloksasin dalam pengobatan prostatitis bakteri kronis yang disebabkan oleh Ureaplasma urealyticum.[27][35] Durasi pengobatan minosiklin untuk prostatitis bakteri kronis berkisar antara 2 hingga 4 minggu.[27][30][32][34][35]

Bentuk yang tersedia

Minosiklin tersedia dalam bentuk kapsul oral 50 dan 100 mg, di antara berbagai formulasi lainnya.[2][36] Bentuk oral minosiklin biasanya diminum dua kali sehari, sekali setiap 12 jam, meskipun dosis terbagi empat kali sehari juga dapat digunakan.[2] Bentuk oral lepas lambat juga tersedia. Formulasi topikal juga tersedia.[12][16][36]

Kontraindikasi

Obat ini dikontraindikasikan pada orang dengan hipersensitivitas terhadap antibiotik golongan tetrasiklin, karena terdapat sensitivitas silang yang lengkap pada kelompok ini. Obat ini juga dikontraindikasikan pada orang dengan gangguan hati berat dan setelah minggu ke-16 kehamilan.[5]

Efek samping

Minosiklin dapat menyebabkan sakit perut, diare, pusing, ketidakstabilan, kantuk, sariawan, migrain, dan muntah. Obat ini meningkatkan kepekaan terhadap sinar matahari, dan dapat memengaruhi kualitas tidur dan jarang menyebabkan gangguan tidur.[37] Obat ini juga telah dikaitkan dengan kasus lupus.[38] Penggunaan minosiklin yang berkepanjangan dapat menyebabkan pewarnaan biru-abu-abu pada kulit, kuku, dan jaringan parut. Pewarnaan ini tidak permanen, tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama agar warna kulit kembali normal; tetapi, warna kulit coklat keruh di area yang terpapar sinar matahari biasanya permanen.[39] Perubahan warna biru permanen pada gusi atau perubahan warna gigi juga dapat terjadi. Efek samping yang jarang tetapi serius meliputi demam, menguningnya mata atau kulit, sakit perut, sakit tenggorokan, perubahan penglihatan, dan perubahan mental termasuk depersonalisasi.[40][41]

Terkadang, terapi minosiklin dapat mengakibatkan penyakit autoimun seperti lupus terkait obat dan hepatitis autoimun, yang biasanya terjadi pada pria yang juga mengalami lupus akibat minosiklin, namun wanita lebih mungkin mengalami lupus akibat minosiklin. Pemulihan yang signifikan atau lengkap terjadi pada sebagian besar orang yang mengalami masalah autoimun akibat minosiklin dalam jangka waktu beberapa minggu hingga satu tahun setelah penghentian terapi minosiklin. Masalah autoimun muncul selama terapi kronis, tetapi terkadang dapat terjadi hanya setelah terapi jangka pendek selama beberapa minggu.[42][43] Reaksi obat dengan sindrom eosinofilia dan gejala sistemik (DRESS) dapat terjadi selama beberapa minggu pertama terapi dengan minosiklin.[43]

Minosiklin dapat menyebabkan gangguan vestibular termasuk gejala pusing, ataksia, vertigo, dan tinitus.[44][45] Efek samping vestibular jauh lebih umum terjadi pada wanita daripada pria, dilaporkan terjadi pada 50 hingga 70% wanita yang menerima minosiklin.[44]Templat:Additional citation needed Namun, sumber lain menyatakan bahwa efek samping vestibular hanya terjadi pada 1 hingga 10% pasien. Bagaimanapun, penelitian lain telah menemukan bahwa efek samping terjadi lebih sering pada wanita daripada pria (masing-masing sekitar 58% vs. 34%).[45] Karena efek samping vestibularnya, minosiklin dikatakan jarang digunakan pada pasien wanita.[44]Templat:Additional citation needed Efek samping vestibular minosiklin biasanya hilang setelah penghentian obat.[46][47][48][49]

Gejala reaksi alergi meliputi ruam, gatal, bengkak, pusing parah, dan kesulitan bernapas.[40] Minosiklin juga dilaporkan sangat jarang menyebabkan hipertensi intrakranial idiopatik (pseudotumor serebri),[50] efek samping yang juga lebih umum terjadi pada pasien wanita, yang berpotensi menyebabkan kerusakan penglihatan permanen jika tidak dikenali dan diobati sejak dini.[51]

Berlawanan dengan kebanyakan antibiotik turunan tetrasiklin lainnya (doksisiklin tidak termasuk), minosiklin dapat digunakan pada penderita penyakit ginjal, tetapi dapat memperburuk lupus eritematosus sistemik.[52] Hal ini juga dapat memicu atau membuka kedok hepatitis autoimun.[53]

Minosiklin dapat menyebabkan kondisi langka hipertensi intrakranial idiopatik, yang memiliki gejala awal berupa sakit kepala, gangguan penglihatan, pusing, muntah, dan kebingungan.[54] Pembengkakan otak dan Rheumatoid Arthritis merupakan efek samping minosiklin yang jarang terjadi pada beberapa orang.[55]

Seperti kebanyakan turunan tetrasiklin lainnya, minosiklin menjadi berbahaya setelah tanggal kedaluwarsa. Meskipun sebagian besar obat resep kehilangan potensinya setelah tanggal kedaluwarsa, tetrasiklin diketahui menjadi toksik seiring waktu. Tetrasiklin yang kedaluwarsa dapat menyebabkan kerusakan serius pada ginjal karena pembentukan produk degradasi, yakni anhidro-4-epitetrasiklin.[56] Penyerapan minosiklin terganggu jika dikonsumsi bersamaan dengan suplemen kalsium atau zat besi. Tidak seperti beberapa antibiotik golongan tetrasiklin lainnya, obat ini dapat dikonsumsi dengan makanan kaya kalsium seperti produk susu, meskipun hal ini sedikit mengurangi penyerapannya.[57]

Seperti turunan tetrasiklin lainnya, minosiklin dikaitkan dengan iritasi dan ulserasi esofagus jika cairan yang dikonsumsi bersamaan dengan obat ini tidak mencukupi sebelum tidur.[58]

Sebuah studi tahun 2007 menunjukkan bahwa minosiklin membahayakan pasien sklerosis lateral amiotrofik (ALS). Pasien yang mengonsumsi minosiklin mengalami penurunan kondisi lebih cepat daripada pasien yang mengonsumsi plasebo. Mekanisme efek samping ini tidak diketahui, meskipun terdapat hipotesis bahwa obat ini memperburuk komponen autoimun dari penyakit primer. Efeknya tampaknya tidak bergantung pada dosis karena pasien yang mengonsumsi dosis tinggi tidak mengalami kondisi yang lebih buruk daripada pasien yang mengonsumsi dosis rendah.[59]

Efek samping lain yang mungkin jarang terjadi dari minosiklin antara lain hiperpigmentasi dan reaksi hipersensitivitas.[12][20] Obat ini telah dikaitkan dengan efek samping yang lebih jarang dan serius dibandingkan turunan tetrasiklin lainnya. Beberapa efek samping minosiklin yang jarang terjadi dapat mengakibatkan kematian.[20][45] Hal ini telah memacu minat terhadap minosiklin topikal daripada sistemik untuk pengobatan jerawat.[12][45]

Minosiklin adalah obat lain yang diketahui menyebabkan leukopenia.

Minosiklin telah menunjukkan toksisitas tiroid pada hewan termasuk hewan pengerat, babi mini, anjing, dan monyet.[2]

Penggunaan minosiklin untuk mengobati jerawat telah dikaitkan dengan disbiosis kulit dan usus (lihat penyalahgunaan antibiotik).[60]

Overdosis

Gejala overdosis minosiklin dapat berupa pusing, mual, dan muntah. Tidak ada penawar khusus untuk overdosis minosiklin dan pengobatan harus berdasarkan gejala dan suportif. Obat ini tidak dihilangkan melalui hemodialisis atau dialisis peritoneal.[2]

Interaksi

Kombinasi minosiklin dengan produk susu, antasida, suplemen kalsium dan magnesium, produk zat besi, laksatif yang mengandung magnesium, atau pengikat asam empedu dapat menurunkan efektivitas minosiklin dengan membentuk khelat. Menggabungkannya dengan isotretinoin, asitretin, atau retinoid lain dapat meningkatkan risiko hipertensi intrakranial. Minosiklin secara signifikan mengurangi konsentrasi obat anti-HIV atazanavir dalam tubuh.[5][61]

Farmakologi

Farmakodinamik

Aktivitas antibiotik

Minosiklin memediasi aktivitas antibiotiknya dengan mengikat subunit ribosom 30S bakteri dan dengan demikian menghambat sintesis protein.[62][63] Obat ini terutama bersifat bakteriostatik.[2] Obat ini merupakan antibiotik berspektrum luas dan menunjukkan aktivitas melawan berbagai bakteri gram-positif dan gram-negatif.[11][62][63]

Aktivitas lainnya

Minosiklin menunjukkan sejumlah aktivitas di luar target selain aktivitas antibiotiknya. Aktivitasnya termasuk penghambatan metaloproteinase matriks (MMP), efek antiinflamasi, efek antiapoptosis, efek antioksidan, dan efek neuroprotektif.[63][64][65]

Beberapa aktivitas minosiklin lain yang dilaporkan meliputi:

  • Penghambatan PARP1 Ki = 13,8 nM[66]
  • Neuroproteksi IC50 = 10 nM[67]
  • Penghambatan penuh mikroglia = 20 nM[67]
  • Penekanan aktivitas lokomotor mencit = 0,5 mg/kg[68]
  • Penghambatan tidak langsung sintase oksida nitrat yang dapat diinduksi[69]

Farmakokinetik

Absorpsi

Minosiklin diabsorbsi dengan cepat dan hampir sempurna dari bagian atas usus halus. Mengonsumsinya bersama makanan termasuk susu tidak memiliki pengaruh yang relevan terhadap resorpsi. Konsentrasi plasma darah tertinggi dicapai setelah 1 hingga 2 jam.[butuh rujukan]

Distribusi

Obat ini memiliki ikatan protein plasma sebesar 70 hingga 75%. Obat ini menembus hampir semua jaringan; konsentrasi yang sangat tinggi ditemukan di kantong empedu dan hati. Obat ini melewati sawar darah otak lebih baik daripada doksisiklin dan turunan tetrasiklin lainnya, mencapai konsentrasi yang relevan secara terapeutik dalam cairan serebrospinal dan juga pada selaput otak yang meradang.[5][70] Minosiklin mencapai konsentrasi yang baik di kandung kemih, dan banyak jaringan lainnya. Obat ini menunjukkan penetrasi yang sangat baik ke dalam kelenjar prostat.[11][71] Namun, meskipun permeasi jaringan prostat dan semen baik, kadarnya lebih rendah dalam cairan prostat.[11]

Metabolisme

Minosiklin diinaktivasi oleh metabolisme di hati hingga sekitar 50%. Obat ini terutama dimetabolisme menjadi 9-hidroksiminosiklin. Dua metabolit N-demetilasi juga terbentuk.[72]

Eliminasi

Sisanya sebagian besar diekskresikan ke dalam usus (sebagian melalui kantong empedu, sebagian langsung dari pembuluh darah) dan dikeluarkan melalui feses. Sekitar 10–15% dikeluarkan melalui ginjal. Obat ini diekskresikan sekitar 5 hingga 10% tanpa perubahan dalam urin. Sebagai perbandingan, turunan tetrasiklin lain seperti doksisiklin dan tetrasiklin itu sendiri, diekskresikan 30 hingga 70% tanpa perubahan dalam urin.[71] Waktu paruh biologis minosiklin adalah 11 hingga 26 jam pada orang sehat, hingga 30 jam pada mereka yang mengalami gagal ginjal,[4] dan jauh lebih lama pada mereka yang mengalami penyakit hati.[5][70]

Kimia

Minosiklin adalah turunan tetrasiklin.[11][65] Obat ini memiliki struktur yang erat kaitannya dengan antibiotik turunan tetrasiklik lainnya seperti tetrasiklin, doksisiklin, dan tigesiklin.[11][65]

Obat ini digunakan dalam bentuk minosiklin hidroklorida dihidrat,[70] yang sedikit larut dalam air dan sedikit larut dalam etanol. Minosiklin bereaksi asam dalam larutan berair.[5]

Koefisien partisi (P) minosiklin telah dilaporkan sebesar 39,4 (yaitu, log P sebesar 1,60).[73] Namun sumber lain menyatakan log P eksperimental minosiklin sebesar 0,05;[72] 0,5;[74] dan 1,1.[75] Bagaimanapun, minosiklin secara konsisten digambarkan sebagai senyawa kimia yang sangat lipofilik dengan penetrasi dan distribusi jaringan yang sangat baik.[11][73][76] Senyawa ini dikatakan unik di antara turunan tetrasiklin lainnya karena merupakan senyawa yang paling lipofilik dari semua anggota kelompok ini. Minosiklin memiliki lipofilitas 10 hingga 30 kali lebih besar daripada tetrasiklin dan lipofilisitas 5 kali lebih besar daripada doksisiklin.[11][76] Lipofilisitas minosiklin yang ditingkatkan dianggap menguntungkan dalam hal efektivitas antibiotik klinisnya.[11]

Masyarakat dan budaya

Merek

  • Minomycin
  • Minostad
  • Akamin
  • Minocin
  • Minoderm
  • Cyclimycin
  • Arestin[77]
  • Nomika
  • Aknemin
  • Solodyn
  • Dynacin
  • Sebomin
  • Mino-Tabs
  • Acnamino
  • Minopen
  • Maracyn 2
  • Quatrocin
  • Minox
  • Minoz
  • Divaine
  • Vinocyclin 100
  • Dentomycin
  • Amzeeq
  • Zilxi
  • Cleeravue-M

Ketersediaan generik

Obat ini tersedia sebagai obat generik.[7]

Penelitian

Gangguan neuropsikiatri

Depresi

Minosiklin telah dipelajari dalam pengobatan depresi.[78][79][80][81] Menurut tinjauan sistematis tahun 2023 tentang minosiklin untuk depresi yang resistan terhadap pengobatan berdasarkan empat uji klinis, "Tidak ada perbedaan signifikan antara minosiklin dan plasebo untuk depresi yang tidak merespons terapi antidepresan lini pertama."[78] Demikian pula, tinjauan sistematis tahun 2025 dan metaanalisis dari empat uji coba terkontrol acak menemukan bahwa minosiklin tidak secara signifikan lebih efektif daripada plasebo dalam mengobati depresi.[79] Namun, minosiklin mungkin memiliki beberapa manfaat dalam pengobatan depresi yang resistan terhadap pengobatan dengan peradangan.[80] Metaanalisis lain yang juga diterbitkan pada tahun 2023, menemukan bahwa minosiklin efektif dalam pengobatan depresi, termasuk depresi yang resistan terhadap pengobatan, dengan ukuran efek kecil hingga sedang.[81]

Skizofrenia

Penelitian awal telah menemukan manfaat tentatif dari minosiklin pada skizofrenia,[82] dengan beberapa uji coba yang sedang berlangsung hingga tahun 2012.[83] Sebuah metaanalisis tahun 2014 menemukan bahwa minosiklin dapat mengurangi skor gejala negatif dan total dan ditoleransi dengan baik.[84] Sebuah metaanalisis tahun 2019, yang mencakup 13 uji coba terkontrol acak, menemukan bahwa minosiklin efektif dalam pengobatan gejala skizofrenia positif, negatif, dan umum; dengan ukuran efek kecil hingga sedang.[85] Demikian pula, tinjauan sistematis dan metaanalisis tahun 2023 terhadap 10 uji coba terkontrol acak menemukan bahwa minosiklin efektif dalam mengobati gejala skizofrenia total, negatif, dan umum; tetapi tidak efektif dalam mengobati gejala positif atau kognitif, sekali lagi dengan ukuran efek yang kecil hingga sedang.[86]

Kondisi lain

Beberapa studi awal menunjukkan bahwa minosiklin mungkin bermanfaat sebagai pengobatan tambahan untuk gangguan obsesif kompulsif (OCD) sedang hingga berat bila digunakan dengan penghambat penyerapan kembali serotonin selektif (SSRI).[86][87]

Stroke dan penyakit neurodegeneratif

Dalam penelitian dan uji coba yang sedang berlangsung, minosiklin menunjukkan efikasi dan tampaknya merupakan agen neuroprotektif yang menjanjikan pada pasien strok akut, terutama pada subkelompok AIS. RCT lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan minosiklin pada pasien ICH.[88]

Penelitian sedang mengkaji kemungkinan efek neuroprotektif dan antiinflamasi minosiklin terhadap perkembangan sekelompok gangguan neurodegeneratif, termasuk sklerosis multipel, rheumatoid arthritis, penyakit Huntington, dan penyakit Parkinson.[89][90][91][92]

Sebuah uji coba tidak menemukan perbedaan antara minosiklin dan plasebo pada orang dengan penyakit Alzheimer.[93] Minosiklin cukup neuroprotektif pada model mencit penyakit Huntington.[94]

Sklerosis multipel

Sebuah studi tahun 2007 melaporkan dampak antibiotik minosiklin terhadap hasil klinis dan pencitraan resonansi magnetik (MRI) serta molekul imun serum pada 40 pasien MS selama 24 bulan pengobatan minosiklin label terbuka. Meskipun tingkat kekambuhan praperawatan yang cukup tinggi pada kelompok pasien sebelum perawatan (1,3/tahun pra-pendaftaran; 1,2/tahun selama periode dasar tiga bulan), tidak ada kekambuhan yang terjadi antara bulan ke-6 dan ke-24 pada minosiklin. Selain itu, meskipun aktivitas penyakit MRI signifikan praperawatan (19/40 pemindaian memiliki aktivitas peningkatan gadolinium selama tiga bulan run-in), satu-satunya pasien dengan lesi peningkatan gadolinium pada MRI pada bulan ke-12 dan ke-24 menggunakan minosiklin setengah dosis. Kadar interleukin 12 (IL-12), yang pada kadar tinggi dapat menghambat reseptor IL-12 proinflamasi, meningkat selama 18 bulan perawatan, seperti halnya kadar molekul adhesi sel vaskular terlarut-1 (VCAM-1). Aktivitas matriks metaloproteinase-9 menurun akibat perawatan. Hasil klinis dan MRI dalam penelitian ini didukung oleh perubahan imunologi sistemik dan memerlukan investigasi lebih lanjut mengenai minosiklin pada MS.[95][96][97]

Delirium

Sebuah uji coba terkontrol acak tahun 2024 menemukan bahwa minosiklin profilaksis memberikan penurunan kecil namun signifikan pada insiden delirium pada pasien kritis. Tanpa diduga, terdapat pula penurunan signifikan mortalitas di rumah sakit dengan profilaksis minosiklin.[98][99] Manfaat mortalitas minosiklin mungkin semata-mata disebabkan oleh efek bakterisidanya.[100]

Perlindungan pendengaran

Beberapa studi praklinis (kultur sel in vitro dan model hewan) menunjukkan bahwa minosiklin mungkin memiliki manfaat otoprotektif. Model hewan menunjukkan bahwa minosiklin berpotensi mengurangi gangguan pendengaran akibat kebisingan dan ledakan, kemungkinan dengan melindungi sel-sel rambut dan mengurangi peradangan.[101][102] Studi in vitro dan hewan juga menunjukkan bahwa minosiklin dapat membantu mengurangi ototoksisitas dari obat-obatan tertentu seperti gentamisin,[103] neomisin,[104] dan sisplatin.[105][106]

Kegunaan lain

Baik minosiklin maupun doksisiklin telah menunjukkan efektivitas pada asma karena efek penekan kekebalan tubuh.[107] Minosiklin dan doksisiklin memiliki efektivitas yang cukup dalam mengobati rheumatoid Arthritis.[108] Namun, pedoman American College of Rheumatology tahun 2015 untuk pengobatan rheumatoid arthritis tidak mencantumkan minosiklin.[109]

Minosiklin juga telah digunakan sebagai pengobatan "terakhir" untuk toksoplasmosis pada pasien AIDS.[110]

Minosiklin telah disarankan sebagai pengobatan yang mungkin untuk sindrom pasca-COVID-19 ("long COVID"), tetapi belum ada uji klinis yang berkualitas.[111][112][113] Hal yang sama berlaku untuk minosiklin sebagai pengobatan potensial untuk ensefalomielitis mialgik/sindrom keletihan kronis (ME/CFS).[112][113][114]

Referensi

  1. "Minocycline Use During Pregnancy". Drugs.com. 4 Desember 2018. Diakses tanggal 16 Mei 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Minocin- minocycline hydrochloride injection". DailyMed. 28 Juli 2021. Diakses tanggal 19 Februari 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 "Amzeeq- minocycline aerosol, foam". DailyMed. 25 Januari 2023. Diakses tanggal 18 Februari 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Minocycline Hydrochloride Monograph for Professionals". Drugs.com. American Society of Health-System Pharmacists. Diakses tanggal 23 Maret 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Dinnendahl V, Fricke U, ed. (2010). "Minocyclin". Arzneistoff-Profile (dalam bahasa Jerman). Vol. 7 (Edisi 24). Eschborn, Germany: Govi Pharmazeutischer Verlag. ISBN 978-3-7741-9846-3.
  6. "Minocycline". go.drugbank.com.
  7. 1 2 3 4 5 British national formulary : BNF 76 (Edisi 76). Pharmaceutical Press. 2018. hlm. 556. ISBN 9780857113382.
  8. "Minocycline Use During Pregnancy". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Maret 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Fischer J, Ganellin CR (2006). Analogue-based Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 489. ISBN 9783527607495.
  10. "First Generic Drug Approvals". U.S. Food and Drug Administration. 17 Oktober 2022. Diakses tanggal 28 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jonas M, Cunha BA (1982). "Minocycline". Ther Drug Monit. 4 (2): 137–145. doi:10.1097/00007691-198206000-00002. PMID 7048646.
  12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Reynolds RV, Yeung H, Cheng CE, Cook-Bolden F, Desai SR, Druby KM, Freeman EE, Keri JE, Stein Gold LF, Tan JK, Tollefson MM, Weiss JS, Wu PA, Zaenglein AL, Han JM, Barbieri JS (Mei 2024). "Guidelines of care for the management of acne vulgaris". J Am Acad Dermatol. 90 (5): 1006.e1–1006.e30. doi:10.1016/j.jaad.2023.12.017. PMID 38300170.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Strauss JS, Krowchuk DP, Leyden JJ, Lucky AW, Shalita AR, Siegfried EC, Thiboutot DM, Van Voorhees AS, Beutner KA, Sieck CK, Bhushan R (April 2007). "Guidelines of care for acne vulgaris management". Journal of the American Academy of Dermatology. 56 (4): 651–663. doi:10.1016/j.jaad.2006.08.048. PMID 17276540.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. "Minocycline, Doxycycline and Acne Vulgaris". ScienceOfAcne.com. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Agustus 2012. Diakses tanggal 7 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Kircik LH (November 2010). "Doxycycline and minocycline for the management of acne: a review of efficacy and safety with emphasis on clinical implications". Journal of Drugs in Dermatology. 9 (11): 1407–1411. PMID 21061764.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. 1 2 Onge ES, Mobley WC (Januari 2021). "Minocycline Topical Foam: A New Drug for the Treatment of Acne". Ann Pharmacother. 55 (1): 105–110. doi:10.1177/1060028020939926. PMID 32618475.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. Hubbell CG, Hobbs ER, Rist T, White JW (Desember 1982). "Efficacy of minocycline compared with tetracycline in treatment of acne vulgaris". Archives of Dermatology. 118 (12): 989–992. doi:10.1001/archderm.1982.01650240033017. PMID 6216858.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. Eady EA, Gloor M, Leyden JJ (2003). "Propionibacterium acnes resistance: a worldwide problem". Dermatology. 206 (1): 54–56. doi:10.1159/000067822. PMID 12566805. S2CID 6111436.
  19. Ross JI, Snelling AM, Carnegie E, Coates P, Cunliffe WJ, Bettoli V, Tosti G, Katsambas A, Galvan Peréz Del Pulgar JI, Rollman O, Török L, Eady EA, Cove JH (Maret 2003). "Antibiotic-resistant acne: lessons from Europe". The British Journal of Dermatology. 148 (3): 467–478. arXiv:0706.4406. doi:10.1046/j.1365-2133.2003.05067.x. hdl:10454/3069. PMID 12653738. S2CID 20838517.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. 1 2 3 Dominic MR (2021). "Adverse Reactions Induced by Minocycline: A Review of Literature". Curr Drug Saf. 16 (3): 309–321. doi:10.2174/1574886316666210120090446. PMID 33494681.
  21. Rogers RL, Perkins J (September 2006). "Skin and soft tissue infections". Primary Care. 33 (3): 697–710. doi:10.1016/j.pop.2006.06.005. PMID 17088156.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. Fraser A, Gafter-Gvili A, Paul M, Leibovici L (Maret 2005). "Prophylactic use of antibiotics for prevention of meningococcal infections: systematic review and meta-analysis of randomised trials". European Journal of Clinical Microbiology & Infectious Diseases. 24 (3): 172–181. doi:10.1007/s10096-005-1297-7. PMID 15782277. S2CID 1259483.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. Bishburg E, Bishburg K (November 2009). "Minocycline--an old drug for a new century: emphasis on methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and Acinetobacter baumannii". International Journal of Antimicrobial Agents. 34 (5): 395–401. doi:10.1016/j.ijantimicag.2009.06.021. PMID 19665876.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. Copeland KF, Brooks JI (April 2010). "A novel use for an old drug: the potential for minocycline as anti-HIV adjuvant therapy". The Journal of Infectious Diseases. 201 (8): 1115–1117. doi:10.1086/651278. PMID 20205572.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. Mungroo MR, Khan NA, Siddiqui R (Desember 2020). "Mycobacterium leprae: Pathogenesis, diagnosis, and treatment options". Microbial Pathogenesis. 149 104475. doi:10.1016/j.micpath.2020.104475. PMID 32931893. S2CID 221748544.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. U.S. National Library of Medicine (11 December 2009) 'Perioral dermatitis'. Retrieved 7 August 2010.
  27. 1 2 3 4 5 Perletti G, Marras E, Wagenlehner FM, Magri V (Agustus 2013). "Antimicrobial therapy for chronic bacterial prostatitis". Cochrane Database Syst Rev. 2013 (8): CD009071. doi:10.1002/14651858.CD009071.pub2. PMC 11361477. PMID 23934982.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  28. Hanus PM, Danziger LH (1984). "Treatment of chronic bacterial prostatitis". Clin Pharm. 3 (1): 49–55. PMID 6365416.
  29. Freeman CD, Nightingale CH, Quintiliani R (1994). "Minocycline: old and new therapeutic uses". Int J Antimicrob Agents. 4 (4): 325–335. doi:10.1016/0924-8579(94)90034-5. PMID 18611625. Clinical evaluation was used to compare the effectiveness of minocycline in prostatitis with that of doxycycline [40], cotrimoxazole [41,42], trimethoprim [42], and cephalexin [43]. Standard doses of all antibiotics were employed in these studies, with minocycline being administered orally or IV as a 200 mg loading dose followed by 100 mg twice daily. In all cases, minocycline was found to be as good or better than the comparative agent(s).
  30. 1 2 Brannan W (Mei 1975). "Treatment of chronic prostatitis. Comparison of Minocycline and Doxycycline". Urology. 5 (5): 626–631. doi:10.1016/0090-4295(75)90114-4. PMID 1093309.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. Madsen PO, Jensen KM, Iversen P (1983). "Chronic bacterial prostatitis: theoretical and experimental considerations". Urol Res. 11 (1): 1–5. doi:10.1007/BF00272700. PMID 6344395. In a recent clinical study, trimethoprim-sulfamethoxazole and minocycline were found equally effective [34], while Ristuccia and Cunha chose doxycycline for the treatment of chronic bacterial prostatis because of its ability to penetrate the prostate, its broad antibacterial spectrum including chlamydia and its few side effects [35].
  32. 1 2 Paulson DF, White RD (Agustus 1978). "Trimethoprium-sulfamethoxazole and minocycline- hydrochloride in the treatment of culture-proved bacterial prostatitis". J Urol. 120 (2): 184–185. doi:10.1016/s0022-5347(17)57096-2. PMID 671629.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. Magri V, Boltri M, Cai T, Colombo R, Cuzzocrea S, De Visschere P, Giuberti R, Granatieri CM, Latino MA, Larganà G, Leli C, Maierna G, Marchese V, Massa E, Matteelli A, Montanari E, Morgia G, Naber KG, Papadouli V, Perletti G, Rekleiti N, Russo GI, Sensini A, Stamatiou K, Trinchieri A, Wagenlehner FM (Januari 2019). "Multidisciplinary approach to prostatitis". Arch Ital Urol Androl. 90 (4): 227–248. doi:10.4081/aiua.2018.4.227. hdl:2434/637909. PMID 30655633. The antibiotic treatment of chronic prostatitis is currently based on the use of fluoroquinolones that, given for 2 to 4 weeks, cured about 70% of men with chronic bacterial prostatitis. [...] Tetracyclines, especially doxycycline and minocycline, and macrolides have been extensively used to treat CBP. In a RCT minocycline demonstrated better microbiological (45 vs 21%) and clinical (65 vs 46%) cure rates than cephalexin.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. 1 2 Paulson DF, Zinner NR, Resnick MI, Childs SJ, Love T, Madsen PO (April 1986). "Treatment of bacterial prostatitis. Comparison of cephalexin and minocycline". Urology. 27 (4): 379–387. doi:10.1016/0090-4295(86)90321-3. PMID 3515737.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. 1 2 Ohkawa M, Yamaguchi K, Tokunaga S, Nakashima T, Shoda R (1993). "Antimicrobial treatment for chronic prostatitis as a means of defining the role of Ureaplasma urealyticum". Urol Int. 51 (3): 129–132. doi:10.1159/000282530. PMID 8249222.
  36. 1 2 "Drugs@FDA: FDA-Approved Drugs". accessdata.fda.gov. Diakses tanggal 2 Desember 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. Nonaka K, Nakazawa Y, Kotorii T (Desember 1983). "Effects of antibiotics, minocycline and ampicillin, on human sleep". Brain Research. 288 (1–2): 253–259. doi:10.1016/0006-8993(83)90101-4. PMID 6661620. S2CID 22726747.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. "MedlinePlus Drug Information: Minocycline Oral".
  39. Geria AN, Tajirian AL, Kihiczak G, Schwartz RA (2009). "Minocycline-induced skin pigmentation: an update". Acta Dermatovenerologica Croatica. 17 (2): 123–126. PMID 19595269.
  40. 1 2 "minocycline (Dynacin): Antibiotic Side Effects & Dosage". MedicineNet.
  41. Cohen PR (Januari 2004). "Medication-associated depersonalization symptoms: report of transient depersonalization symptoms induced by minocycline". Southern Medical Journal. 97 (1): 70–73. doi:10.1097/01.SMJ.0000083857.98870.98. PMID 14746427. S2CID 27125601.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. Mongey AB, Hess EV (Maret 2008). "Drug insight: autoimmune effects of medications-what's new?". Nature Clinical Practice. Rheumatology. 4 (3): 136–144. doi:10.1038/ncprheum0708. PMID 18200008. S2CID 205340777.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. 1 2 Ochsendorf F (2010). "Minocycline in acne vulgaris: benefits and risks". American Journal of Clinical Dermatology. 11 (5): 327–341. doi:10.2165/11319280-000000000-00000. PMID 20642295. S2CID 24501240.
  44. 1 2 3 Sweet RL, Gibbs RS (2001). Infectious Diseases of the Female Genital Tract (Edisi 4th). Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 635. Minocycline, but not the other tetracyclines, can cause vestibular disturbances with dizziness, ataxia, vertigo, and tinnitus. It is reversible when the drug is stopped. This side effect is much more common in women than in men, occurring in 50% to 70% of women receiving minocycline. As a result of this frequent and bothersome side effect, minocycline is rarely used in female patients.
  45. 1 2 3 4 Martins AM, Marto JM, Johnson JL, Graber EM (Juni 2021). "A Review of Systemic Minocycline Side Effects and Topical Minocycline as a Safer Alternative for Treating Acne and Rosacea". Antibiotics. 10 (7): 757. doi:10.3390/antibiotics10070757. PMC 8300648. PMID 34206485.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. Bauman N (2010). Ototoxic Drugs Exposed (Edisi 3). Integrity First Publications. hlm. 435–436. ISBN 978-1-935939-00-9. You can develop symptoms of ototoxicity after only one or two doses. These symptoms normally disappear a day or two after you stop taking this drug.
  47. "Minocycline Side Effects: Common, Severe, Long Term". Drugs.com. 27 Desember 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Januari 2024. Diakses tanggal 16 Januari 2024. Headache, dizziness, vertigo, and ataxia have been reported. These side effects were reversible within 3 to 48 hours of stopping therapy and occurred less often with low doses.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  48. Williams DN, Laughlin LW, Lee YH (September 1974). "Minocycline: Possible vestibular side-effects". Lancet. 2 (7883): 744–6. doi:10.1016/s0140-6736(74)90941-6. PMID 4143012. 17 (89%) of 19 persons taking minocycline for the treatment of bacteriuria or for prophylaxis of meningococcal disease developed nausea, vomiting, weakness, ataxia, vertigo, or dizziness, 24-48 hours after the initiation of therapy. These symptoms usually occurred in combination, were often acute and severe, and disappeared shortly after therapy was discontinued.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  49. Jacobson JA, Daniel B (Oktober 1975). "Vestibular reactions associated with minocycline". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 8 (4): 453–6. doi:10.1128/AAC.8.4.453. PMC 429369. PMID 1081373.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  50. Friedman DI (2005). "Medication-induced intracranial hypertension in dermatology". American Journal of Clinical Dermatology. 6 (1): 29–37. doi:10.2165/00128071-200506010-00004. PMID 15675888. S2CID 28395784.
  51. Mechrgui M, Kanani S (Agustus 2022). "The Ophthalmic Side Effects of Topiramate: A Review". Cureus. 14 (8): e28513. doi:10.7759/cureus.28513. PMC 9420653. PMID 36059357.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  52. Gough A, Chapman S, Wagstaff K, Emery P, Elias E (Januari 1996). "Minocycline induced autoimmune hepatitis and systemic lupus erythematosus-like syndrome". BMJ. 312 (7024): 169–172. doi:10.1136/bmj.312.7024.169. PMC 2349841. PMID 8563540.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  53. Krawitt EL (Januari 2006). "Autoimmune hepatitis". The New England Journal of Medicine. 354 (1): 54–66. doi:10.1056/NEJMra050408. PMID 16394302. S2CID 5361674.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  54. Friedman DI (2005). "Medication-induced intracranial hypertension in dermatology". American Journal of Clinical Dermatology. 6 (1). Springer Science and Business Media LLC: 29–37. doi:10.2165/00128071-200506010-00004. PMID 15675888. S2CID 28395784.
  55. Lefebvre N, Forestier E, Farhi D, Mahsa MZ, Remy V, Lesens O, Christmann D, Hansmann Y (Mei 2007). "Minocycline-induced hypersensitivity syndrome presenting with meningitis and brain edema: a case report". Journal of Medical Case Reports. 1 22. doi:10.1186/1752-1947-1-22. PMC 1884162. PMID 17511865.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  56. "Principles and methods for the assessment of nephrotoxicity associated with exposure to chemicals". Environmental health criteria: 119. World Health Organization (WHO). ISBN92-4-157119-5. ISSN 0250-863X. 1991
  57. Piscitelli SC, Rodvold K (2005). Drug Interactions in Infectious Diseases. Humana Press. ISBN 978-1-58829-455-5.
  58. Drugs.com 'Minocycline Disease Interactions'. Retrieved 12 February 2017.
  59. Couzin J (November 2007). "Clinical research. ALS trial raises questions about promising drug". Science. 318 (5854): 1227. doi:10.1126/science.318.5854.1227a. PMID 18033854. S2CID 72187805.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  60. Thompson KG, Rainer BM, Antonescu C, Florea L, Mongodin EF, Kang S, Chien AL (Februari 2020). "Minocycline and Its Impact on Microbial Dysbiosis in the Skin and Gastrointestinal Tract of Acne Patients". Annals of Dermatology. 32 (1): 21–30. doi:10.5021/ad.2020.32.1.21. PMC 7992645. PMID 33911705.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  61. "Minocycline". mediQ. Diakses tanggal 6 Agustus 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  62. 1 2 Asadi A, Abdi M, Kouhsari E, Panahi P, Sholeh M, Sadeghifard N, Amiriani T, Ahmadi A, Maleki A, Gholami M (September 2020). "Minocycline, focus on mechanisms of resistance, antibacterial activity, and clinical effectiveness: Back to the future". J Glob Antimicrob Resist. 22: 161–174. doi:10.1016/j.jgar.2020.01.022. PMID 32061815.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  63. 1 2 3 Garrido-Mesa N, Zarzuelo A, Gálvez J (Januari 2013). "What is behind the non-antibiotic properties of minocycline?". Pharmacol Res. 67 (1): 18–30. doi:10.1016/j.phrs.2012.10.006. PMID 23085382.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  64. Singh S, Khanna D, Kalra S (2021). "Minocycline and Doxycycline: More Than Antibiotics". Curr Mol Pharmacol. 14 (6): 1046–1065. doi:10.2174/1874467214666210210122628. PMID 33568043.
  65. 1 2 3 Bahrami F, Morris DL, Pourgholami MH (Januari 2012). "Tetracyclines: drugs with huge therapeutic potential". Mini Rev Med Chem. 12 (1): 44–52. doi:10.2174/138955712798868977. PMID 22070692.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  66. Alano CC, Kauppinen TM, Valls AV, Swanson RA (Juni 2006). "Minocycline inhibits poly(ADP-ribose) polymerase-1 at nanomolar concentrations". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 103 (25): 9685–9690. Bibcode:2006PNAS..103.9685A. doi:10.1073/pnas.0600554103. PMC 1480467. PMID 16769901.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  67. 1 2 Tikka T, Fiebich BL, Goldsteins G, Keinanen R, Koistinaho J (April 2001). "Minocycline, a tetracycline derivative, is neuroprotective against excitotoxicity by inhibiting activation and proliferation of microglia". The Journal of Neuroscience. 21 (8): 2580–2588. doi:10.1523/JNEUROSCI.21-08-02580.2001. PMC 6762519. PMID 11306611.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  68. "minomycin-if" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 September 2017. Diakses tanggal 8 September 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  69. Amin AR, Attur MG, Thakker GD, Patel PD, Vyas PR, Patel RN, Patel IR, Abramson SB (November 1996). "A novel mechanism of action of tetracyclines: effects on nitric oxide synthases". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 93 (24): 14014–14019. Bibcode:1996PNAS...9314014A. doi:10.1073/pnas.93.24.14014. PMC 19486. PMID 8943052.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  70. 1 2 3 Haberfeld H, ed. (2020). Austria-Codex (dalam bahasa Jerman). Vienna: Österreichischer Apothekerverlag. Minostad 50 mg-Kapseln.
  71. 1 2 Cunha BA, Garabedian-Ruffalo SM (Desember 1990). "Tetracyclines in urology: current concepts". Urology. 36 (6): 548–556. doi:10.1016/0090-4295(90)80201-w. PMID 2247929.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  72. 1 2 "Minocycline: Uses, Interactions, Mechanism of Action". DrugBank Online. 30 Juni 1971. Diakses tanggal 2 Desember 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  73. 1 2 Saivin S, Houin G (Desember 1988). "Clinical pharmacokinetics of doxycycline and minocycline". Clin Pharmacokinet. 15 (6): 355–366. doi:10.2165/00003088-198815060-00001. PMID 3072140.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  74. Fuoco D (Juni 2012). "Classification Framework and Chemical Biology of Tetracycline-Structure-Based Drugs". Antibiotics. 1 (1): 1–13. doi:10.3390/antibiotics1010001. PMC 4790241. PMID 27029415.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  75. Florence AT, Attwood D (1988). "Solubility and Partitioning of Drugs". Physicochemical Principles of Pharmacy. London: Macmillan Education UK. hlm. 131–171. doi:10.1007/978-1-349-16558-2_5. ISBN 978-0-333-23405-1.
  76. 1 2 Leyden JJ, Del Rosso JQ (Februari 2011). "Oral antibiotic therapy for acne vulgaris: pharmacokinetic and pharmacodynamic perspectives". J Clin Aesthet Dermatol. 4 (2): 40–47. PMC 3050614. PMID 21386956.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  77. "How ARESTIN is supplied and dosed". OraPharma, Inc. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2010. Diakses tanggal 1 Januari 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  78. 1 2 Shamim MA, Manna S, Dwivedi P, Swami MK, Sahoo S, Shukla R, Srivastav S, Thaper K, Saravanan A, Anil A, Varthya SB, Singh S, Shamim MA, Satapathy P, Chattu SK, Chattu VK, Padhi BK, Sah R (November 2023). "Minocycline in depression not responding to first-line therapy: A systematic review and meta-analysis". Medicine (Baltimore). 102 (45): e35937. doi:10.1097/MD.0000000000035937. PMC 10637431. PMID 37960804.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  79. 1 2 Huang H, Zou Z, Chen B (2025). "Efficacy of Minocycline in Depression: A Systematic Review and Meta-analysis". Clin Neuropharmacol. 48 (1): 1–6. doi:10.1097/WNF.0000000000000618. PMID 39591510.
  80. 1 2 Al Jumaili W, Vora D, Trivedi C, Jain S (September 2023). "Role of Minocycline as an Adjunct Neuroinflammatory Modulator in Treatment-Resistant Depression: A Systematic Review of Randomized Controlled Trials". Prim Care Companion CNS Disord. 25 (5). doi:10.4088/PCC.22r03467. PMID 37713730. Results: Minocycline as an adjunct immunomodulator shows inconsistent benefit in TRD. Minocycline has some beneficial effect on depression scale scores and inflammatory markers in TRD patients with inflammatory disequilibrium (C-reactive protein elevation exceeds 3 mg/L). However, minocycline showed an inconclusive effect in TRD with no clear immunologic dysregulation.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  81. 1 2 Qiu Y, Duan A, Yin Z, Xie M, Chen Z, Sun X, Wang Z, Zhang X (2023). "Efficacy and tolerability of minocycline in depressive patients with or without treatment-resistant: a meta-analysis of randomized controlled trials". Front Psychiatry. 14: 1139273. doi:10.3389/fpsyt.2023.1139273. PMC 10277685. PMID 37342175.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  82. Dean OM, Data-Franco J, Giorlando F, Berk M (Mei 2012). "Minocycline: therapeutic potential in psychiatry". CNS Drugs. 26 (5): 391–401. doi:10.2165/11632000-000000000-00000. PMID 22486246.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  83. Arehart-Treichel J (17 Agustus 2012). "Will Antibiotic Fulfill Its Psychosis-Fighting Promise?". Psychiatric News. 47 (16): 10. doi:10.1176/pn.47.16.psychnews_47_16_10-a.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  84. Oya K, Kishi T, Iwata N (September 2014). "Efficacy and tolerability of minocycline augmentation therapy in schizophrenia: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials". Human Psychopharmacology. 29 (5): 483–491. doi:10.1002/hup.2426. PMID 25087702. S2CID 3564390.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  85. Zheng W, Zhu XM, Zhang QE, Cheng G, Cai DB, He J, Ng CH, Ungvari GS, Peng XJ, Ning YP, Xiang YT (Oktober 2019). "Adjunctive minocycline for major mental disorders: A systematic review". J Psychopharmacol. 33 (10): 1215–1226. doi:10.1177/0269881119858286. PMID 31294649.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  86. 1 2 Panizzutti B, Skvarc D, Lin S, Croce S, Meehan A, Bortolasci CC, Marx W, Walker AJ, Hasebe K, Kavanagh BE, Morris MJ, Mohebbi M, Turner A, Gray L, Berk L, Walder K, Berk M, Dean OM (Maret 2023). "Minocycline as Treatment for Psychiatric and Neurological Conditions: A Systematic Review and Meta-Analysis". International Journal of Molecular Sciences. 24 (6): 5250. doi:10.3390/ijms24065250. PMC 10049047. PMID 36982324.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  87. van Roessel PJ, Grassi G, Aboujaoude EN, Menchón JM, Van Ameringen M, Rodríguez CI (Januari 2023). "Treatment-resistant OCD: Pharmacotherapies in adults". Comprehensive Psychiatry. 120 152352. doi:10.1016/j.comppsych.2022.152352. hdl:2445/192315. PMID 36368186.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  88. Malhotra K, Chang JJ, Khunger A, Blacker D, Switzer JA, Goyal N, Hernandez AV, Pasupuleti V, Alexandrov AV, Tsivgoulis G (Agustus 2018). "Minocycline for acute stroke treatment: a systematic review and meta-analysis of randomized clinical trials". Journal of Neurology. 265 (8): 1871–1879. doi:10.1007/s00415-018-8935-3. hdl:10757/624615. PMID 29948247. S2CID 49431206.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  89. "Preliminary Study Shows Creatine and Minocycline May Warrant Further Study In Parkinson's Disease" (Rilis pers). National Institute of Health. 23 Februari 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Maret 2007. Diakses tanggal 22 Maret 2007.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  90. Chen M, Ona VO, Li M, Ferrante RJ, Fink KB, Zhu S, Bian J, Guo L, Farrell LA, Hersch SM, Hobbs W, Vonsattel JP, Cha JH, Friedlander RM (Juli 2000). "Minocycline inhibits caspase-1 and caspase-3 expression and delays mortality in a transgenic mouse model of Huntington disease". Nature Medicine. 6 (7): 797–801. doi:10.1038/77528. PMID 10888929. S2CID 22681391.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  91. Tikka TM, Koistinaho JE (Juni 2001). "Minocycline provides neuroprotection against N-methyl-D-aspartate neurotoxicity by inhibiting microglia". Journal of Immunology. 166 (12): 7527–7533. doi:10.4049/jimmunol.166.12.7527. PMID 11390507.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  92. Nirmalananthan N, Greensmith L (Desember 2005). "Amyotrophic lateral sclerosis: recent advances and future therapies". Current Opinion in Neurology. 18 (6): 712–719. doi:10.1097/01.wco.0000187248.21103.c5. PMID 16280684. S2CID 3255995.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  93. Howard R, Zubko O, Bradley R, Harper E, Pank L, O'Brien J, Fox C, Tabet N, Livingston G, Bentham P, McShane R, Burns A, Ritchie C, Reeves S, Lovestone S, Ballard C, Noble W, Nilforooshan R, Wilcock G, Gray R (Februari 2020). "Minocycline at 2 Different Dosages vs Placebo for Patients With Mild Alzheimer Disease: A Randomized Clinical Trial". JAMA Neurology. 77 (2): 164–174. doi:10.1001/jamaneurol.2019.3762. PMC 6865324. PMID 31738372.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  94. Beal MF, Ferrante RJ (Mei 2004). "Experimental therapeutics in transgenic mouse models of Huntington's disease". Nature Reviews. Neuroscience. 5 (5): 373–384. doi:10.1038/nrn1386. PMID 15100720. S2CID 19496441.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  95. Zemke D, Majid A (2004). "The potential of minocycline for neuroprotection in human neurologic disease". Clinical Neuropharmacology. 27 (6): 293–298. doi:10.1097/01.wnf.0000150867.98887.3e. PMID 15613934. S2CID 30431947.
  96. Maier K, Merkler D, Gerber J, Taheri N, Kuhnert AV, Williams SK, Neusch C, Bähr M, Diem R (Maret 2007). "Multiple neuroprotective mechanisms of minocycline in autoimmune CNS inflammation". Neurobiology of Disease. 25 (3): 514–525. doi:10.1016/j.nbd.2006.10.022. PMID 17239606. S2CID 39628457.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  97. Popovic N, Schubart A, Goetz BD, Zhang SC, Linington C, Duncan ID (Februari 2002). "Inhibition of autoimmune encephalomyelitis by a tetracycline". Annals of Neurology. 51 (2): 215–223. doi:10.1002/ana.10092. PMID 11835378. S2CID 21209994.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  98. Xu J, Ren X, Huang X, Jin Y, Wang M, Zhong L, He G, Wang S, Wang Q, Dai M, Xiong Y, Xu Y, He X, Pan Y, Wang H, Xia Q, Shao H, Huang L, Cai H (Desember 2024). "Epidemiological and clinical characteristics of ammonia-producing microorganisms in the lungs of patients with severe pneumonia: a multicentre cohort study". J Transl Med. 22 (1) 1148. doi:10.1186/s12967-024-05974-2. PMC 11673322. PMID 39725980. Dal-Pizzol et al. reported that minocycline could reduce the incidence of delirium and mortality in critically ill patients [26], [...]{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  99. Dal-Pizzol F, Coelho A, Simon CS, Michels M, Corneo E, Jeremias A, Damásio D, Ritter C (Mei 2024). "Prophylactic Minocycline for Delirium in Critically Ill Patients: A Randomized Controlled Trial". Chest. 165 (5): 1129–1138. doi:10.1016/j.chest.2023.11.041. PMID 38043911.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  100. Wang SY, Wei JC (November 2024). "Prophylactic Minocycline for Delirium With Unexpected Death Benefits: What Was Treated Unexpectedly?". Chest. 166 (5): e172–e173. doi:10.1016/j.chest.2024.05.044. PMID 39521560.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  101. Zhang J, Song YL, Tian KY, Qiu JH (Februari 2017). "Minocycline attenuates noise-induced hearing loss in rats". Neuroscience Letters. 639: 31–35. doi:10.1016/j.neulet.2016.12.039. PMID 28007648. S2CID 38379616.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  102. Perumal V, Ravula AR, Shao N, Chandra N (Januari 2023). "Effect of minocycline and its nano-formulation on central auditory system in blast-induced hearing loss rat model". Journal of Otology. 18 (1): 38–48. doi:10.1016/j.joto.2022.09.002. PMC 9937842. PMID 36820161.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  103. Wei X, Zhao L, Liu J, Dodel RC, Farlow MR, Du Y (2005). "Minocycline prevents gentamicin-induced ototoxicity by inhibiting p38 MAP kinase phosphorylation and caspase 3 activation". Neuroscience. 131 (2): 513–21. doi:10.1016/j.neuroscience.2004.11.014. PMID 15708492. S2CID 3125930.
  104. Robinson AM, Vujanovic I, Richter CP (2015). "Minocycline protection of neomycin induced hearing loss in gerbils". BioMed Research International. 2015: 934158. doi:10.1155/2015/934158. PMC 4407513. PMID 25950003.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  105. Lee CK, Shin JI, Cho YS (Juni 2011). "Protective Effect of Minocycline Against Cisplatin-induced Ototoxicity". Clinical and Experimental Otorhinolaryngology. 4 (2): 77–82. doi:10.3342/ceo.2011.4.2.77. PMC 3109331. PMID 21716954.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  106. Du B, Zhang Y, Tang Y, Wang P (Mei 2011). "Minocycline attenuates ototoxicity and enhances antitumor activity of cisplatin treatment in vitro". Otolaryngology–Head and Neck Surgery. 144 (5): 719–25. doi:10.1177/0194599810395090. PMID 21493367. S2CID 25994657.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  107. Joks R, Durkin HG (Desember 2011). "Non-antibiotic properties of tetracyclines as anti-allergy and asthma drugs". Pharmacological Research. 64 (6): 602–609. doi:10.1016/j.phrs.2011.04.001. PMID 21501686.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  108. Greenwald RA (Desember 2011). "The road forward: the scientific basis for tetracycline treatment of arthritic disorders". Pharmacological Research. 64 (6): 610–613. doi:10.1016/j.phrs.2011.06.010. PMID 21723947.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  109. "Clinical Practice Guidelines: Rheumatoid Arthritis". American College of Rheumatology. Diakses tanggal 13 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  110. Lacassin F, Schaffo D, Perronne C, Longuet P, Leport C, Vilde JL (Januari 1995). "Clarithromycin-minocycline combination as salvage therapy for toxoplasmosis in patients infected with human immunodeficiency virus". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 39 (1): 276–277. doi:10.1128/AAC.39.1.276. PMC 162527. PMID 7695324.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  111. Benzakour L, Bondolfi G (24 Maret 2022). "Update of the Potential Treatments for Psychiatric and Neuropsychiatric Symptoms in the Context of the Post-COVID-19 Condition: Still a Lot of Suffering and Many More Things to Learn". Trauma Care. 2 (2): 131–150. doi:10.3390/traumacare2020011. ISSN 2673-866X. Other authors also proposed the use of anti-inflammatory medications such as minocycline and tumor necrosis factor (TNF)-alpha inhibitors to treat post-COVID-19 depression, but no clinical study exists for these potential treatments at the time of writing this article [51].{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  112. 1 2 Numata T (Agustus 2021). "Could Minocycline Be a "Magic Bullet" for the Treatment of Myalgic Encephalomyelitis/Chronic Fatigue Syndrome?". Intern Med. 60 (16) 7182-21: 2527–2528. doi:10.2169/internalmedicine.7182-21. PMC 8429309. PMID 33814504.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  113. 1 2 Miwa K (Maret 2025). "Oral minocycline therapy as first-line treatment in patients with Myalgic encephalomyelitis and long COVID: A pilot study". eNeurologicalSci. 38 100537. doi:10.1016/j.ensci.2024.100537. PMC 11665601. PMID 39720104.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  114. Miwa K (Agustus 2021). "Oral Minocycline Therapy Improves Symptoms of Myalgic Encephalomyelitis, Especially in the Initial Disease Stage". Intern Med. 60 (16) 6082-20: 2577–2584. doi:10.2169/internalmedicine.6082-20. PMC 8429282. PMID 33896862.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan