Rabu, 04 November 2026
17:32 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Kotrimoksazol

Kotrimoksazol

Bagikan:
Kotrimoksazol
250px-Trimethoprim_and_sulfamethoxazole.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Trimetoprim (atas) dan sulfametoksazol (bawah)
Kombinasi dari
TrimetoprimInhibitor Dihidrofolat reduktase
SulfametoksazolAntibiotik sulfonamida
Data klinis
Nama dagangBactrim, Cotrim, Primadex, Septra, lainnya
Nama lainTemplat:Infobox drug/localINNvariants
AHFS/Drugs.commonograph
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Oral, intravena[1]
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Pengenal
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
ChEBI
CompTox Dashboard (EPA)
  (verify)

Trimetoprim/sulfametoksazol (TMP/SMX), atau kotrimoksazol, adalah antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.[1] Obat ini terdiri dari satu bagian trimetoprim dan lima bagian sulfametoksazol.[2] Obat ini diindikasikan untuk pengobatan infeksi saluran kemih, infeksi kulit akibat Staphylococcus aureus yang resisten metisilin, diare pelancong, infeksi saluran pernapasan, kolera, dan lainnya.[1][2] Obat ini dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah pneumonia pneumocystis dan toksoplasmosis pada pasien HIV/AIDS.[1] Obat ini dapat diminum atau diberikan secara intravena.[1]

Efek samping yang umum terjadi antara lain mual, muntah, ruam, dan diare.[1] Efek samping yang lebih berat seperti reaksi alergi parah dan infeksi akibat Clostridium difficile terkadang dapat terjadi.[1] Pasien yang sedang hamil di trimester akhir tidak direkomendasikan untuk menerima obat ini.[1] Obat ini aman digunakan pada pasien yang sedang menyusui selama bayi memiliki kondisi yang sehat.[3] TMP/SMX bersifat bakterisida.[1] TMP/SMX bekerja dengan menghambat sintesis folat pada bakteri.[1]

TMP/SMX pertama kali dipasarkan pada tahun 1974.[4] Obat ini terdapat dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[5] Obat ini tersedia dalam bentuk generik.[2]

Indikasi

Ko-trimoksazol awalnya diklaim lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan sulfametoksazol atau trimetoprim saja dalam mengobati infeksi bakteri, tetapi hal ini masih diperdebatkan.[6] Karena memiliki angka kejadian efek samping yang lebih tinggi, penggunaannya telah dibatasi hanya untuk keadaan tertentu di berbagai negara.[7] Obat ini efektif untuk infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi ginjal dan saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, infeksi kulit, sepsis, dan infeksi lain yang disebabkan oleh organisme sensitif. Ko-trimoksazol dapat mengurangi risiko kekambuhan retinokoroiditis.[8] Karena resistensi antibiotik yang semakin meluas membuat kotrimoksazol lebih sering digunakan saat ini.[9]

Kepekaan

Kotrimoksazol efektif untuk infeksi akibat organisme berikut:[10][11]

Beberapa organisme yang resisten terhadap kotrimoksazol adalah Pseudomonas aeruginosa, mycoplasma,[11] dan Francisella tularensis (organisme penyebab tularemia).[12][13]

Kehamilan dan menyusui

Kotrimoksazol dikontraindikasikan pada pasien hamil, walau kategori kehamilan di Australia adalah C dan di Amerika kategori adalah D.[10] Penggunaan kotrimoksazol selama trimester pertama (selama organogenesis) dan 12 minggu sebelum kehamilan dapat menyebabkan cacat pada janin.[10] Penggunaan kotrimoksazol juga meningkatkan risiko persalinan prematur (nisbah jangkaan: 1,51) dan berat bayi saat lahir yang rendah (nisbah jangkaan: 1,67).[14][15] Penelitian pada hewan juga menunjukkan hal yang serupa.[16] Kotrimoksazol juga terdapat dalam ASI dan karena hal itu tidak disarankan untuk menyusui selama pengobatan dengan kotrimoksazol.[10]

Bayi

Penggunaan kotrimoksazol pada bayi berusia kurang dari 2 bulan tidak disarankan karena adanya risiko efek samping.[17][18]

Reaksi merugikan obat

Kontraindikasi

Kontraindikasi kotrimoksazol antara lain:[10][19]

  • Hipersensitivitas terhadap komponen obat
  • Kehamilan
  • Kerusakan hati yang parah
  • Gangguan hematologi yang parah dan porfiria (karena adanya sulfonamida).
  • Gangguan ginjal berat (CrCl <15 ml/menit)
  • Neonatus selama 6 minggu pertama. Kecuali untuk pengobatan/profilaksis pneumositosis jiroveci (P. carinii) pada bayi berumum 4 minggu ke atas.

Efek samping

Efek samping yang terjadi antara lain:[16]

  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Bingung
  • Trombositopenia
  • Uremia pada pasien dengan gangguan ginjal
  • Gangguan sumsum tulang belakang
  • Hilang nafsu makan
  • Tidak sadarkan diri

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Co-trimoxazole". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-09-06. Diakses tanggal Ags 1, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Hamilton, Richart (2015). Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. hlm. 105. ISBN 9781284057560.
  3. ↑ "Sulfamethoxazole / trimethoprim Pregnancy and Breastfeeding Warnings". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 September 2015. Diakses tanggal 31 Agustus 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Oxford Handbook of Infectious Diseases and Microbiology. OUP Oxford. 2009. hlm. 56. ISBN 9780191039621. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-11-24.
  5. ↑ "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Brumfitt, W; Hamilton-Miller, JM (Desember 1993). "Reassessment of the rationale for the combinations of sulphonamides with diaminopyrimidines". Journal of Chemotherapy. 5 (6): 465–9. doi:10.1080/1120009X.1993.11741097. PMID 8195839.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Co-trimoxazole use restricted". Drug Ther Bull. 33 (12): 92–3. Desember 1995. doi:10.1136/dtb.1995.331292. PMID 8777892.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Pradhan E, Bhandari S, Gilbert RE, Stanford M (2016). "Antibiotics versus no treatment for toxoplasma retinochoroiditis". Cochrane Database Syst Rev. 5 (5): CD002218. doi:10.1002/14651858.CD002218.pub2. PMID 27198629.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  9. ↑ "Potential of old-generation antibiotics to address current need for new antibiotics". Expert Rev Anti Infect Ther. 6 (5): 593–600. Oktober 2008. doi:10.1586/14787210.6.5.593. PMID 18847400.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 3 4 5 "Bactrim, Bactrim DS (trimethoprim/sulfamethoxazole) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more". Medscape Reference. WebMD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Januari 2014. Diakses tanggal 13 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. 1 2 Wormser, GP; Keusch, GT; Heel, RC (Desember 1982). "Co-trimoxazole (trimethoprim-sulfamethoxazole): an updated review of its antibacterial activity and clinical efficacy". Drugs. 24 (6): 459–518. doi:10.2165/00003495-198224060-00002. PMID 6759092.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "TULAREMIA" (PDF). Infectious Disease Epidemiology Section. Louisiana Office of Public Health. 17 Juli 2011. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 23 Februari 2014. Diakses tanggal 12 Februari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Harik, NS (1 Juli 2013). "Tularemia: Epidemiology, Diagnosis, and Treatment" (PDF). Pediatric Annals. 42 (7): 288–292. doi:10.3928/00904481-20130619-13. PMID 23805970. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 22 Februari 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Yang, J; Xie, RH; Krewski, D; Wang, YJ; Walker, M; Wen, SW (Mei 2011). "Exposure to trimethoprim/sulfamethoxazole but not other FDA category C and D anti-infectives is associated with increased risks of preterm birth and low birth weight". International Journal of Infectious Diseases. 15 (5): e336–e341. doi:10.1016/j.ijid.2011.01.007. PMID 21345707.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Santos, F; Sheehy, O; Perreault, S; Ferreira, E; Berard, A (Oktober 2011). "Exposure to anti-infective drugs during pregnancy and the risk of small-for-gestational-age newborns: a case–control study". BJOG. 118 (11): 1374–1382. doi:10.1111/j.1471-0528.2011.03041.x. PMID 21749628.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. 1 2 "BACTRIM®" (PDF). TGA eBusiness Services. Roche Products Pty Limited. 18 September 2012. Diakses tanggal 13 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "Bactrim Dosage Guide". Minars Dermatology (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-19.
  18. ↑ "Drugs & Medications". www.webmd.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-19.
  19. ↑ "Co-Trimoxazole Tablets 80/400mg - Summary of Product Characteristics (SPC)". electronic Medicines Compendium. Actavis UK Ltd. 17 Oktober 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2014. Diakses tanggal 13 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan