Rabu, 28 Oktober 2026
13:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Haemophilus influenzae

Haemophilus influenzae

Bagikan:
Haemophilus influenzae
250px-Haemophilus_influenzae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
H. influenzae pada cawan agar cokelat
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Bacteria
Kerajaan: Pseudomonadati
Filum: Pseudomonadota
Kelas: Gammaproteobacteria
Ordo: Pasteurellales
Famili: Pasteurellaceae
Genus: Haemophilus
Spesies:
H. influenzae
Nama binomial
Haemophilus influenzae
(Lehmann & Neumann 1896)
Winslow et al. 1917

Haemophilus influenzae merupakan bakteri gram negatif berbentuk kokobasil. Bakteri berkapsul ini memiliki sifat non-motil dan anaerob fakultatif.[1] Bakteri ini pertama kali diidentifikasi oleh Pfeiffer pada 1892 yang menduga bahwa bakteri ini adalah penyebab influenza. Penyebaran bakteri ini terjadi melalui tetesan udara maupun kontak dengan sekret. Virulensi bakteri H. influenzae terkait dengan polisakarida yang dimilikinya. [2] Strain H. influenzae yang tidak memiliki kapsul lebih relatif jinak, sedangkan strain yang memiliki kapsul atau lapisan polisakarida dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius.[3]

Karakteristik

Haemophilus influenzae memerlukan nutrisi dan lingkungan khusus dalam pertumbuhannya. Bakteri ini tumbuh pada lingkungan dengan suhu 35-37° C dan konsentrasi CO2 5%-10.% [4] Faktor X berupa hemin dan faktor V berupa NAD (Nikotinamida adenina dinukleotida) juga dibutuhkan oleh Haemophilus influenzae dalam pertumbuhannya. Faktor X diperlukan oleh H, influenzae untuk pembentukan enzim yang mengandung heme (sitokrom, katalase, oksidase).[1] Media berbasis agar darah (blood agar) yang berwarna coklat dapat digunakan untuk pertumbuhan bakteri ini, karena mengandung faktor X dan V.[1][4]

Patogenitas

Haemophilus influenzae merupakan bakteri dengan rentang patogenitas yang luas. H. influenzae tipe b (Hib) diidentifikasi sebagai salah satu penyebab penyakit invasif seperti meningitis pada anak. Bakteri ini juga dapat membentuk kolonisasi yang komensal di saluran pernapasan dan memicu pneumonia.[4] Infeksi pada saluran pernapasan bawah dapat pula disebabkan oleh strain H. influenzae yang tidak berkapsul. Penyakit pernapasan lain seperti penyakit paru obstruktif kronis(PPOK) berupa bronkitis, bronkiektasis, dan fibrosis kistik dapat pula terjadi akibat Haemophilus influenzae.[2] Kemampuan bakteri ini dalam melakukan kolonisasi sebagai patogen berkaitan dengan kurangnya ketergantungan pada mekanisme perlekatan tunggal dan kemampuannya untuk memberi respon cepat terhadap mekanisme pertahanan inang melalui variasi antigen protein dan enzim.[5]

Pencegahan

250px-Act-HIb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vaksin ActHIB untuk pencegahan penyakit invasif akibat Haemophilus influenzae tipe b.

Pada pasal 6 Permenkes Nomor 12 Tahun 2017 dinyatakan bahwa imunisasi dasar perlu diberikan pada bayi sebelum berusia satu tahun, yang terdiri atas imunisasi terhadap beberapa penyakit, termasuk pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe b (Hib). [6] [7] Vaksin Hib konjugat merupakan sediaan cari dari polisakarida kapsul poliribosilribitol fosfat (PRP) yang telah dimurnikan dari Hib. Vaksin Hib dapat diperoleh secara komersial dalam bentuk sediaan monovalen dan berupa vaksin kombinasi yang mengandung DTP (Difteri, Pertusis, Tetanus).[3]

Penanganan

Pemberian antibiotik oral seperti β-laktam merupakan terapi lini pertama terhadap pasien H. influenzae.[2]

Daftar Referensi

  1. 1 2 3 Prasasti, Azmi; Oktafiani, Devi; Kasiyati, Menik; Widiyastuti, Nurul Eko; Kawitantri, Orchidara Herning; Susilawati, Ni Made; Wulandari, Eka Yunita; Warella, Juen Carla; Apriyani (2023-03-28). Mikrobiologi & Parasitologi. Sada Kurnia Pustaka. ISBN 978-623-09-2658-7.
  2. 1 2 3 King, Paul (2012-06-14). "Haemophilus influenzae and the lung (Haemophilus and the lung)". Clinical and Translational Medicine. 1 (1): 10. doi:10.1186/2001-1326-1-10. ISSN 2001-1326. PMC 3567431. PMID 23369277.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  3. 1 2 "Haemophilus influenzae type b (Hib)". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-26.
  4. 1 2 3 Sulistyaningsih, Triyoga; Hapsari, Rebriarina; Farida, Helmia (2018). "PERBANDINGAN PERTUMBUHAN HAEMOPHILUS INFLUENZAE PADA AGAR COKLAT BERBASIS BLOOD AGAR, TRYPTIC SOY AGAR DAN COLUMBIA AGAR". Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) (dalam bahasa indo). 7 (2): 1622–1634. ISSN 2540-8844.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Foxwell, A. Ruth; Kyd, Jennele M.; Cripps, Allan W. (1998). "Nontypeable Haemophilus influenzae: Pathogenesis and Prevention". Microbiology and Molecular Biology Reviews. 62 (2): 294–308. doi:10.1128/mmbr.62.2.294-308.1998.
  6. ↑ Makarim, Fadhli Rizal (2019-04-19). "KEWAJIBAN IMUNISASI DASAR, MANFAAT DAN KEAMANAN". Jurnal Riptek (dalam bahasa American English). 11 (2): 87–96. ISSN 2716-3482.
  7. ↑ "Permenkes No. 12 Tahun 2017". Database Peraturan | JDIH BPK. Diakses tanggal 2023-11-26.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan