Minggu, 20 September 2026
18:27 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Salmonella

Salmonella

Gambar virus Salmonella

Salmonella
250px-SalmonellaNIAID.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambaran mikrograf mikroskop elektron yang menunjukkan Salmonella typhimurium (warna merah) yang menyerang kultur sel manusia.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Bacteria
Kerajaan: Pseudomonadati
Filum: Pseudomonadota
Kelas: Gammaproteobacteria
Ordo: Enterobacterales
Famili: Enterobacteriaceae
Genus: Salmonella
Lignières, 1900
Spesies
Artikel takson sembarang

Salmonella adalah genus bakteri enterobakteria Gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan demam tifoid, demam paratipus, dan keracunan makanan.[1] Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kepada saluran pencernaan manusia. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak dengan bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida.[2] Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakteri ini pada tahun 1885 pada tubuh babi.[3][4]

Patogenisitas

Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases).[5] Pada umumnya, serotipe Salmonella menyebabkan penyakit pada organ pencernaan.[5] Penyakit yang disebabkan oleh Salmonella disebut salmonelosis.[5] Ciri-ciri orang yang mengalami salmonelosis adalah diare, kram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi Salmonella.[5] Gejala lainnya adalah sakit kepala, mual, dan muntah-muntah.[5]

Genus Salmonella terdiri atas dua spesies, yaitu S. bongori dan S. enterica. Tiga serotipe utama dari jenis S. enterica adalah S. typhi, S. typhimurium, dan S. enteritidis.[6] Salmonella typhi menyebabkan penyakit demam tifus akibat invasi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang disebabkan oleh keracunan makanan atau intoksikasi.[6] Gejala demam tifus meliputi demam, mual-mual, muntah dan kematian.[6] Salmonella typhi memiliki keunikan yaitu hanya menyerang manusia, dan tidak ada inang lain.[6] Infeksi Salmonella dapat berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun.[7] Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi.[7]

Media tumbuh

Untuk menumbuhkan Salmonella dapat digunakan berbagai macam media, salah satunya adalah media Hektoen Enteric Agar (HEA).[8] Media lain yang dapat digunakan adalah SS agar, bismuth sulfite agar, brilliant green agar, dan xylose-lisine-deoxycholate (XLD) agar.[9] HEA merupakan media selektif-diferensial.[8] Media ini tergolong selektif karena terdiri dari garam empedu yang berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan beberapa Gram negatif sehingga diharapkan bakteri yang tumbuh hanya Salmonella.[8] Media ini digolongkan menjadi media diferensial karena dapat membedakan bakteri Salmonella dengan bakteri lainnya dengan cara memberikan tiga jenis karbohidrat pada media, yaitu laktosa, glukosa, dan salisin, dengan komposisi laktosa yang paling tinggi.[8] Salmonella tidak dapat memfermentasi laktosa sehingga asam yang dihasilkan hanya sedikit karena hanya berasal dari fermentasi glukosa saja.[9] Hal ini menyebabkan koloni Salmonella akan berwarna hijau-kebiruan karena asam yang dihasilkannya bereaksi dengan indikator yang ada pada media HEA, yaitu fuksin asam dan biru bromtimol.[9]

Referensi

  1. (Inggris) Ryan KJ, Ray CG (editors) (2004). Sherris Medical Microbiology (Edisi 4th ed.). McGraw Hill. ISBN 0-8385-8529-9.{{cite book}}: |author= memiliki nama generik; |edition= memiliki teks tambahan
  2. (Inggris) Giannella RA (1996). "Salmonella". Dalam Baron S et al (eds.) (ed.). Baron's Medical Microbiology (Edisi 4th ed.). Univ of Texas Medical Branch. ISBN 0-9631172-1-1.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan; |editor= memiliki nama generik
  3. Salmonella di Who Named It
  4. Daniel Elmer Salmon di Who Named It
  5. 1 2 3 4 5 (Inggris) FSIS. 2006. foodborne illness and disease. [terhubung berkala] http://www.fsis.usda.gov/Fact_Sheets/Foodborne_Illness_&_Disease_Fact_Sheets/index.asp Diarsipkan 2013-05-20 di Wayback Machine. [11 Apr 2008].
  6. 1 2 3 4 (Inggris) Maloy S. 1999. Salmonella Information. [terhubung berkala]. http://www.Salmonella.org/info.html Diarsipkan 2010-08-26 di Wayback Machine. [11 Apr 2008].
  7. 1 2 (Inggris) CDC. 2006. Division of Bacterial and Mycotic Diseases-Salmonellosis.[terhubung berkala] http://wwwn.cdc.gov/travel/contentDiseases.aspx#salm Diarsipkan 2009-05-06 di Wayback Machine. [11 Apr 2008].
  8. 1 2 3 4 (Inggris) King S, Metzger WI. 1968. A new plating medium for the isolation of enteric pathogens. I. hektoen enteric agar. Appl Microbiol 16(4):577-578.
  9. 1 2 3 (Inggris) Taylor WI, Schelhart D. 1970. Isolation of Shigellae. 8. Comparison of xylose lysine deoxycholate agar, hektoen enteric agar, Salmonella-Shigella agar, and eosin methylene blue agar with stool specimens. Appl Microbiol 21:32-37.

Pranala luar

Wikispecies mempunyai informasi mengenai Salmonella.
Klasifikasi Prokariota: Bakteri
Domain: ArchaeaBacteriaEukaryota
G-/
OM
Terra-/Glidobacteria
Gracilicutes
Proteobacteria
Planctobacteria
Sphingobacteria
Lain
Eurybacteria
Tanpa grup/lain
G+/
no OM
Actinobacteria
Actinobacteridae
Actinomycetales
Bifidobacteriales
Sub kelas lain
Firmicutes
Bacilli
Clostridia
Tenericutes/
Mollicutes
catatan: tidak semua klasifikasi secara universal diterima
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan