Senin, 28 September 2026
03:45 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Glukosa

Glukosa

gula monosakarida alami

D-Glukosa
250px-Alpha-D-glucopyranose-2D-skeletal.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
α-D-glukopiranosa (chair form)
120px-Alpha-D-Glucopyranose.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambaran proyeksi Haworth struktur glukosa (α-D-glukopiranosa)
120px-D-glucose-chain-2D-Fischer.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyeksi Fischer dari D-glukosa
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
D-Glukosa
Nama IUPAC (sistematis)
(2R,3S,4R,5R)-2,3,4,5,6-Pentahydroxyhexanal
Nama lain
Gula darah
Dekstrosa
Gula jagung
D-Glukosa
Gula anggur
Penanda
Model 3D (JSmol)
Singkatan Glc
Referensi Beilstein 1281604
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
Referensi Gmelin 83256
KEGG
MeSH Glucose
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C6H12O6/c7-1-2-3(8)4(9)5(10)6(11)12-2/h2-11H,1H2/t2-,3-,4+,5-,6?/m1/s1 checkY
    Key: WQZGKKKJIJFFOK-GASJEMHNSA-N checkY
  • OC[C@H]1OC(O)[C@H](O)[C@@H](O)[C@@H]1O
  • C([C@@H]1[C@H]([C@@H]([C@H]([C@H](O1)O)O)O)O)O
Sifat
C6H12O6
Massa molar 180,16 g·mol−1
Penampilan Bubuk putih
Densitas 1.54 g/cm3
Titik lebur α-D-glukosa: 146 °C
β-D-glukosa: 150 °C (302 °F; 423 K)
909 g/1 L (25 °C (77 °F))
Termokimia
Kapasitas kalor (C) 218.6 J K−1 mol−1[1]
Entropi molar standar (So) 209.2 J K−1 mol−1[1]
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) −1271 kJ/mol [2]
Entalpi
pembakaran
standar
ΔcHo298
−2805 kJ/mol
Bahaya
Lembar data keselamatan ICSC 0865
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi
250px-Beta-D-glucose-3D-vdW.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Model pengisi ruang molekul glukosa

Glukosa adalah gula dengan rumus molekul C6H12O6. Ini merupakan monosakarida yang paling melimpah,[3] sebuah subkategori karbohidrat. Glukosa dibuat dari air dan karbon dioksida selama fotosintesis oleh tumbuhan dan sebagian besar alga. Glukosa digunakan oleh tumbuhan untuk membuat selulosa, karbohidrat paling melimpah di dunia, untuk digunakan dalam dinding sel, dan oleh semua organisme hidup untuk membuat adenosina trifosfat (ATP), yang digunakan oleh sel sebagai energi.[4][5][6] Glukosa sering disingkat sebagai Glc.[7]

250px-Glucose_Haworth.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambaran proyeksi Haworth struktur glukosa (α-D-glukopiranosa)

Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.

Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat di mana-mana dalam biologi. Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik, sehingga akan mudah tersedia bagi sistem biokimia primitif. Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal (‘’peripheral neuropathy’’), kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.

120px-D-glucose-chain-2D-Fischer.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bentuk rantai D-Glukosa.

Dalam respirasi, melalui serangkaian reaksi terkatalisis enzim, glukosa teroksidasi hingga akhirnya membentuk karbon dioksida dan air, menghasilkan energi, terutama dalam bentuk ATP.[8] Sebelum digunakan, glukosa dipecah dari polisakarida.[9]

Glukosa dan fruktosa diikat secara kimiawi menjadi sukrosa. Pati, selulosa, dan glikogen merupakan polimer glukosa umum polisakarida).

Dekstrosa terbentuk akibat larutan D-glukosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kanan. Dalam kasus yang sama D-fruktosa disebut "levulosa" karena larutan levulosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kiri.

Isomerisme

Glucose_Fisher_to_Haworth.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Glukosa berubah dari proyeksi Fischer ke proyeksi Haworth.

Gula terdapat dalam dua enantiomer ( isomer cermin), D-glukosa dan L-glukosa, tetapi pada organisme, yang ditemukan hanya isomer D-isomer. Suatu karbohidrat berbentuk D atau L berkaitan dengan konformasi isomerik pada karbon 5. Jika berada di kanan proyeksi Fischer, maka bentuk cincinnya adalah enantiomer D, kalau ke kiri, maka menjadi enantiomer L. Sangat mudah diingat, merujuk pada D untuk "dextro”, yang merupakan akar bahasa Latin untuk "right" (kanan), sedangkan L untuk "levo" yang merupakan akar kata "left" (kiri). Struktur cincinnya sendiri dapat terbentuk melalui dua cara yang berbeda, yang menghasilkan glukosa-α (alfa) jeungt β (beta). Secara struktur, glukosa-α jeung -β berbeda pada gugus hidroksil yang terikat pada karbon pertama pada cincinnya. Bentuk α memiliki gugus hidroksil "di bawah" hidrogennya (sebagaimana molekul ini biasa digambarkan, seperti terlihat pada gambar di atas), sedangkan bentuk β gugus hidroksilnya berada "di atas" hidrogennya. Dua bentuk ini terbentuk bergantian sepanjang waktu dalam larutan air, hingga mencapai nisbah stabil α:β 36:64, dalam proses yang disebut mutarotasi yang dapat dipercepat.[10]

Sintesis

  1. sebagai hasil fotosintesis pada tumbuhan dan beberapa prokariota.
  2. terbentuk dalam hati dan otot rangka dari pemecahan simpanan glikogen (polimer glukosa).
  3. disintesis dalam hati dan ginjal dari zat antara melalui proses yang disebut glukoneogenesis.

Peran dalam metabolisme

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan juga dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.

250px-Solu%C5%A3ie_glucoz%C4%83_5%25.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Larutan glukosa 5%

Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernah secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Boerio-Goates, Juliana (1991), "Heat-capacity measurements and thermodynamic functions of crystalline α-D-glucose at temperatures from 10K to 340K", J. Chem. Thermodynam., 23 (5): 403–9, doi:10.1016/S0021-9614(05)80128-4.
  2. ↑ Ponomarev, V. V.; Migarskaya, L. B. (1960), "Heats of combustion of some amino-acids", Russ. J. Phys. Chem. (Engl. Transl.), 34: 1182–83.
  3. ↑ Domb, Abraham J.; Kost, Joseph; Wiseman, David (4 Februari 1998). Handbook of Biodegradable Polymers. CRC Press. hlm. 275. ISBN 978-1-4200-4936-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "NCATS Inxight Drugs — DEXTROSE, UNSPECIFIED FORM". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Desember 2023. Diakses tanggal 18 Maret 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Kamide, Kenji (2005). Cellulose products and Cellulose Derivatives: Molecular Characterization and its Applications (Edisi 1st). Amsterdam: Elsevier. hlm. 1. ISBN 978-0-08-045444-3. Diakses tanggal 13 Mei 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "L-glucose". Biology Articles, Tutorials & Dictionary Online (dalam bahasa American English). 7 Oktober 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Mei 2022. Diakses tanggal 6 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "2-Carb-2". iupac.qmul.ac.uk. Diakses tanggal 2025-02-10.
  8. ↑ Medical Biochemistry at a Glance @Google books, Blackwell Publishing, 2006, hlm. 52, ISBN 978-1-4051-1322-9, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-06, diakses tanggal 2015-01-22
  9. ↑ Medical Biochemistry at a Glance @Google books, Blackwell Publishing, 2006, hlm. 50, ISBN 978-1-4051-1322-9, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-06, diakses tanggal 2015-01-22
  10. ↑ Kirschner, Karl N.; Woods, Robert J. (2001), "Solvent interactions determine carbohydrate conformation", Proc. Natl. Acad. Sci. USA, 98 (19): 10541–45, doi:10.1073/pnas.191362798, PMC 58501, PMID 11526221

Pranala luar

Jenis-jenis karbohidrat
Umum
Geometri
Monosakarida
Diosa
Triosa
Tetrosa
Pentosa
Heksosa
Heptosa
Di atas 7
Sakarida jamak
Disakarida
Trisakarida
Tetrasakarida
Oligosakarida
lain
Polisakarida
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan