Senin, 05 Oktober 2026
21:35 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Heksosa

Heksosa

Bagikan:
Dua heksosa penting, dalam proyeksi Fischer.

Heksosa adalah monosakarida yang tersusun atas enam atom karbon dalam molekulnya terdiri dari aldoheksosa jika mengandung alkanal dan ketoheksosa jika mengandung alkanon.[1] Rumus kimia senyawa heksosa adalah C6H12O6.[2] Berdasarkan gugus fungsinya, heksosa dikelomopokkan menjadi aldoheksosa dan ketoheksosa.[3] Gula heksosa dapat disintesis secara biologis, maupun kimiawi.[4]

Aldoheksosa

250px-D-glucose-chain-2D-Fischer.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
D-glukosa dalam proyeksi Fischer. Atom karbon nomor 2 sampai 4 merupakan pusat kiral.[3]

Aldoheksosa mengacu pada gula heksosa yang memiliki gugus aldehid pada ujung rantai atom karbon.[3] Isomer aldoheksosa yang paling banyak ditemukan memiliki orientasi kanan (dextro).[5] Aldoheksosa mempunyai 4 pusat kiral yang menghasilkan 16 (2^4) macam kemungkinan stereoisomer aldoheksosa.[5] Konfigurasi D(dextro)/L(levo) adalah tergantung oleh orientasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor lima.[6]

Isomer aldoheksosa antara lain adalah:

Dari semua isomer aldoheksosa, D-Glukosa merupakan yang paling sering ditemukan.[7]

Ketoheksosa

Ketoheksosa adalah gula heksosa yang mempunyai gugus keton.[5] Ketoheksosa memiliki 3 pusat kiral, oleh karena itu ketoheksosa mempunyai 8 (2^3) variasi stereoisomer ketoheksosa.[3]

Isomer ketoheksosa antara lain adalah:

Proyeksi Harworth

120px-Beta-D-Glucopyranose.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyeksi Harworth yang menggambarkan struktur beta-D-glukopiranosa

Di dalam larutan, gula heksosa jarang sekali membentuk struktur rantai lurus.[3] Sering kali, gula heksosa membentuk cincin siklik.[3] Untuk menggambarkan struktur heksosa pada rantai siklik digunakan penggambaran proyeksi Harworth.[6] Cincin heksosa yang membentuk persegi enam disebut piranosa, sementara yang persegi lima disebut furanosa.[3] Pada aldoheksosa, struktur yang paling banyak terbentuk adalah piranosa.[3] Furanosa dapat terbentuk pada aldoheksosa, hanya saja, struktur piranosa lebih stabil.[3]

Turunan Heksosa

Selain gula heksosa sederhana, seperti glukosa, mannosa, dan heksosa, sebuah makhluk hidup dapat mengandung berbagai turunan dari heksosa.[3] Turunan heksosa dapat terbentuk melalui substitusi gugus hidroksil dengan gugus lainnya, atau ketika sebuah atom karbon pada heksosa teroksidasi menjadi sebuah gugus karboksil.[3] Gugus hidroksil pada heksosa dapat mengalami substitusi dengan berbagai gugus kimia, seperti gugus amino, atau gugus fosfat.[3]

Di dalam makhluk hidup, substitusi gugus hidroksil pada heksosa dapat memiliki peran penting.[3] Sebagai contoh, turunan glukosamin yang berperan dalam penyusunan komponen dinding sel bakteri.[3] Di sini, glukosamin dihasilkan melalui substitusi gugus hidroksil pada atom karbon nomor dua dengan gugus amino.[3]

Selain itu, turunan heksosa yang terfoforilasi (mengalami kondensasi dengan gugus fosfat) memiliki berbagai peran penting dalam berbagai proses metabolisme, salah satunya adalah pembentukan senyawa karbohidrat kompleks.[3] Pada sintesis karbohidrat kompleks, heksosa yang terfosforilasi berperan sebagai senyawa perantara.[3] Selain itu, tujuan lain sel melakukan fosforilasi heksosa adalah untuk menjebak gula di dalam sel.[3] Hal ini karena sebagian besar sel tidak memiliki transporter membran pada membran selnya. Lebih jauh lagi, gula heksosa yang terfosforilasi juga beperan penting dalam pembentukkan nukleotida, komponen penyusun asam deoksiribonukleat.[3]

Referensi

  1. ↑ Astari, Rika; Triana, Winda (2018). Kamus Kesehatan Indonesia-Arab (PDF). Sleman, Yogyakarta: Trussmedia Grafika. hlm. 166. ISBN 978-602-5747-22-9. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-05-28. Diakses tanggal 2021-12-31.
  2. ↑ (Inggris) Forbes JC, Watson D (1992). Plants in Agriculture. Cambridge University Press. ISBN 9780521427913.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 (Inggris) Nelson DL (2004). Lehninger Principles of Biochemistry, 4th edition. W.H. Freeman. ISBN 9780716743392.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  4. ↑ (Inggris) Gyorgydeak Z, Pelyvas I (1998). Monosaccharide Sugars: Chemical Synthesis by Chain Elongation, Degradation, and Epimerization. Academic Press. ISBN 9780080536989.
  5. 1 2 3 (Inggris) Bettelheim F, Brown W, Campbell M, Farrell S (2006). Introduction to General, Organic and Biochemistry. Cengage Learning. ISBN 9780495011972.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. 1 2 3 (Inggris) Solomons TWG, Fryhle CB, Snyder SA (2014). Organic Chemistry. United States of America: Wiley. ISBN 9781118133576.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ (Inggris) Roberts M (2000). Advanced Biology. Nelson Thornes. ISBN 9780174387329.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)

Lihat pula

Pranala luar

Jenis-jenis karbohidrat
Umum
Geometri
Monosakarida
Diosa
Triosa
Tetrosa
Pentosa
Heksosa
Heptosa
Di atas 7
Sakarida jamak
Disakarida
Trisakarida
Tetrasakarida
Oligosakarida
lain
Polisakarida
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan