Rabu, 04 November 2026
19:45 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Pes bubo

Pes bubo

Penyakit Manusia dan Hewan

Bagikan:
Pes bubo
250px-Plague_-buboes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bubo di paha atas orang yang terjangkit penyakit pes
SpesialisasiPenyakit menular
GejalaDemam, sakit kepala, muntah, pembengkakan kelenjar getah bening
KomplikasiGangren, meningitis[1]
Awitan umum1–7 hari setelah paparan
PenyebabYersinia pestis disebarkan oleh kutu
Metode diagnostikMenemukan bakteri dalam darah, dahak, atau kelenjar getah bening
PengobatanAntibiotik seperti streptomisin, gentamisin, atau doksisiklin
Frekuensi783 kasus dilaporkan setiap tahun (WHO 2013)
Kematian10% kematian dengan pengobatan
30–90% jika tidak diobati

Pes bubo (bahasa Inggris: bubonic plague) adalah penyakit zoonotik yang menyebar terutama di antara hewan pengerat kecil dan pinjalnya.[2] Penyakit ini merupakan salah satu dari tiga jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang berasal dari famili Enterobacteriaceae. Tanpa penanganan, pes bubo membunuh sekitar dua dari tiga orang yang terinfeksi dalam kurun waktu empat hari.

Istilah "bubo" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "kelenjar bengkak." Kelenjar getah bening yang bengkak (bubo) biasanya muncul di ketiak dan kunci paha orang yang terinfeksi. Istilah "pes bubo" sering kali digunakan sebagai sinonim dari pes. Akan tetapi, keduanya merupakan konsep yang berbeda. Pes bubo merujuk secara spesifik kepada infeksi yang masuk melalui kulit dan menjalar melalui sistem limfatik.

Dalam sejarah, penyakit ini telah menelan korban jiwa yang besar di Eropa. Tercatat paling tidak pernah terjadi dua wabah pes bubo besar: Wabah Yustinianus pada abad ke-6[3] dan Maut Hitam pada abad ke-14 sampai ke-16. Wabah-wabah berikutnya juga pecah pada abad ke-17, seperti Wabah Besar Sevilla (1647), Wabah Besar London (1665–1666), Wabah Besar Wina (1679), dan Wabah Besar Marseilles (1720). Sementara itu, wabah muncul kembali pada pertengahan abad ke-19 di Asia Tengah. Penyakit ini lalu menyebar dan menewaskan jutaan orang di Tiongkok dan India, yang lalu menyebar ke seluruh dunia sampai abad ke-20.

Pes bubo juga pernah dimanfaatkan sebagai senjata perang. Selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua, tentara Jepang mengebom kota Ningbo dengan kutu yang membawa pes bubo.[4] Selama Pengadilan Kejahatan Perang Khabarovsk, Jenderal Kiyashi Kawashima mengaku bahwa pada tahun 1941, pinjal-pinjal yang terinfeksi pes disebarkan di kota Changde.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ Clinic, Bubonic plague. "Plague". Mayo Clinic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Mei 2013. Diakses tanggal 16 Juni 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Plague, Overview". Health Topics A to Z. Diakses tanggal 23 Oktober 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ McCormick (2007), hal. 290-312.
  4. ↑ Japan triggered bubonic plague outbreak, doctor claims, , http://www.scaruffi.com/politics/wwii.html, A time-line of World War II, Scaruffi Piero. Prince Tsuneyoshi Takeda and Prince Mikasa received a special screening by Shirō Ishii of a film showing imperial planes loading germ bombs for bubonic dissemination over Ningbo in 1940. (Daniel Barenblatt, A Plague upon Humanity, 2004, hal. 32.)
  5. ↑ Daniel Barenblatt, A Plague upon Humanity., 2004, halaman 220–221.
Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan