Minggu, 20 September 2026
17:13 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Pes bubo

Pes bubo

Penyakit Manusia dan Hewan

Pes bubo
250px-Plague_-buboes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bubo di paha atas orang yang terjangkit penyakit pes
SpesialisasiPenyakit menular
GejalaDemam, sakit kepala, muntah, pembengkakan kelenjar getah bening
KomplikasiGangren, meningitis[1]
Awitan umum1–7 hari setelah paparan
PenyebabYersinia pestis disebarkan oleh kutu
Metode diagnostikMenemukan bakteri dalam darah, dahak, atau kelenjar getah bening
PengobatanAntibiotik seperti streptomisin, gentamisin, atau doksisiklin
Frekuensi783 kasus dilaporkan setiap tahun (WHO 2013)
Kematian10% kematian dengan pengobatan
30–90% jika tidak diobati

Pes bubo (bahasa Inggris: bubonic plague) adalah penyakit zoonotik yang menyebar terutama di antara hewan pengerat kecil dan pinjalnya.[2] Penyakit ini merupakan salah satu dari tiga jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang berasal dari famili Enterobacteriaceae. Tanpa penanganan, pes bubo membunuh sekitar dua dari tiga orang yang terinfeksi dalam kurun waktu empat hari.

Istilah "bubo" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "kelenjar bengkak." Kelenjar getah bening yang bengkak (bubo) biasanya muncul di ketiak dan kunci paha orang yang terinfeksi. Istilah "pes bubo" sering kali digunakan sebagai sinonim dari pes. Akan tetapi, keduanya merupakan konsep yang berbeda. Pes bubo merujuk secara spesifik kepada infeksi yang masuk melalui kulit dan menjalar melalui sistem limfatik.

Dalam sejarah, penyakit ini telah menelan korban jiwa yang besar di Eropa. Tercatat paling tidak pernah terjadi dua wabah pes bubo besar: Wabah Yustinianus pada abad ke-6[3] dan Maut Hitam pada abad ke-14 sampai ke-16. Wabah-wabah berikutnya juga pecah pada abad ke-17, seperti Wabah Besar Sevilla (1647), Wabah Besar London (1665–1666), Wabah Besar Wina (1679), dan Wabah Besar Marseilles (1720). Sementara itu, wabah muncul kembali pada pertengahan abad ke-19 di Asia Tengah. Penyakit ini lalu menyebar dan menewaskan jutaan orang di Tiongkok dan India, yang lalu menyebar ke seluruh dunia sampai abad ke-20.

Pes bubo juga pernah dimanfaatkan sebagai senjata perang. Selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua, tentara Jepang mengebom kota Ningbo dengan kutu yang membawa pes bubo.[4] Selama Pengadilan Kejahatan Perang Khabarovsk, Jenderal Kiyashi Kawashima mengaku bahwa pada tahun 1941, pinjal-pinjal yang terinfeksi pes disebarkan di kota Changde.[5]

Catatan kaki

  1. Clinic, Bubonic plague. "Plague". Mayo Clinic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Mei 2013. Diakses tanggal 16 Juni 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Plague, Overview". Health Topics A to Z. Diakses tanggal 23 Oktober 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. McCormick (2007), hal. 290-312.
  4. Japan triggered bubonic plague outbreak, doctor claims, , http://www.scaruffi.com/politics/wwii.html, A time-line of World War II, Scaruffi Piero. Prince Tsuneyoshi Takeda and Prince Mikasa received a special screening by Shirō Ishii of a film showing imperial planes loading germ bombs for bubonic dissemination over Ningbo in 1940. (Daniel Barenblatt, A Plague upon Humanity, 2004, hal. 32.)
  5. Daniel Barenblatt, A Plague upon Humanity., 2004, halaman 220–221.
Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan