Selasa, 13 Oktober 2026
23:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Streptomisin

Streptomisin

senyawa kimia

Bagikan:
Streptomisin
250px-Streptomycin3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Streptomycin-1ntb-xtal-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
AHFS/Drugs.commonograph
Rute
pemberian
Intramuscular, intravenous
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas84% to 88% (est.)[1]
Waktu paruh eliminasi5 to 6 hours
EkskresiRenal
Pengenal
  • 5-(2,4-diguanidino-
    3,5,6-trihydroxy-cyclohexoxy)- 4-[4,5-dihydroxy-6-(hydroxymethyl)
    -3-methylamino-tetrahydropyran-2-yl] oxy-3-hydroxy-2-methyl
    -tetrahydrofuran-3-carbaldehyde
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
NIAID ChemDB
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.323 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC21H39N7O12
Massa molar581.574 g/mol
Model 3D (JSmol)
Titik leleh12 °C (54 °F)
  • C[C@H]1[C@@]([C@H]([C@@H](O1)O[C@@H]2[C@H]([C@@H]([C@H]([C@@H]([C@H]2O)O)N=C(N)N)O)N=C(N)N)O[C@H]3[C@H]([C@@H]([C@H]([C@@H](O3)CO)O)O)NC)(C=O)O
  • InChI=1S/C21H39N7O12/c1-5-21(36,4-30)16(40-17-9(26-2)13(34)10(31)6(3-29)38-17)18(37-5)39-15-8(28-20(24)25)11(32)7(27-19(22)23)12(33)14(15)35/h4-18,26,29,31-36H,3H2,1-2H3,(H4,22,23,27)(H4,24,25,28)/t5-,6-,7+,8-,9-,10-,11+,12-,13-,14+,15+,16-,17-,18-,21+/m0/s1 checkY
  • Key:UCSJYZPVAKXKNQ-HZYVHMACSA-N checkY
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Streptomisin (Inggris: Streptomycin) adalah antibiotik yang dihasilkan oleh jamur tanah streptomyces griseus.[2] Antibiotik tersebut diperdagangkan sebagai garam trihidroklorida, fosfat atau sekuisulfat, maupun garam rangkap dengan kalsium klorida.[2]

Salah satunya jenis streptomisin adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang memiliki spektrum kerja yang menengah. Spektrum kerja streptomisin meliputi bakteri bacillus Gram negatif seperti Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, dan Enterobacter sp. Streptomycin dapat digunakan untuk mengatasi sejumlah infeksi seperti tuberkulosi, radang pada endokardium jantung (endokarditis), tularemia dan infeksi saluran kemih, dan juga ramai digunakan dalam media untuk menghambat pertumbuhan mikrob. Streptomisin yang tersedia di pasaran adalah dalam bentuk streptomisin sulfat.

Mekanisme kerja aminoglikosida adalah golongan antibiotik yang bekerja dengan menekan pertumbuhan bakteri. Streptomisin akan menghambat sintesis protein dengan berikatan secara permanen pada sub unit ribosom 30s dan 16s RNA bakteri. Terjadinya ikatan tersebut dapat mengganggu pembentukan kode asam amino oleh mRNA sehingga urutan asam amino pada polipeptida bakteri tidak sesuai. Kesalahan urutan asam amino tersebut mengarah pada pembentukan rantai peptida nonfungsional atau toksik pada sel bakteri

Nama umum Streptomisin

Beberapa nama dagang yang mengandung streptomisin, antara lain[2]

  • Streptomycin sulfate.
  • Agri Strep.
  • Streptobrettin.
  • Streptorex.
  • Verstrep.

Di Indonesia, obat yang mengandung streptomisin, misalnya Chlorostrep, Hostamycin, Mycillin, dan Penstrep.[2]

Bentuk fisik

Strepromisin berbentuk bubuk atau bubuk butiranm tidak berbau, rasanya sedikit pahit, mudah larut dalam air, tetapi praktis tidak larut dalam alkohol, klorofom, dan eter.[2]

Kegunaan

Streptomisin berkhasiat sebagai anti-bakteri tuberkulostatik.[2] Streptomisin dapat digunakan untuk pengobatan tuberkulosis, tularemia, bubonic plague, glanders, dan bruselosis.[3] Selain itu dapat juga digunakan bersama penisilin untuk mengobati endokarditis yang diakibatkan oleh stafilokukus.[3]

Efek Samping

Beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam penggunaan streptomisin, bahwa antibiotik tersebut dapat mengakibatkan:

  • Ototoksisitas, berupa kehilangan pendengaran terhadap frekuensi tinggi, tinitus, dan gangguan vestibuler.[3]
  • Nefrotoksisitas, yaitu gangguan pada fungsi ginjal.[3]
  • Otoksisitas dan nefrotoksisitas lebih sering terjadi pada penggunaan streptomisin dibandingkan dengan aminoglikosida lainnya.[3]
  • Kemerahan pada kulit, dermatitis eksfoliatif, syok anafilaktik, neutropenia, agranulositosis, anemia aplastik, dan trombositopenia.[3]

Rujukan

  1. ↑ Zhu M, Burman WJ, Jaresko GS, Berning SE, Jelliffe RW, Peloquin CA. (Oktober 2001). "Population pharmacokinetics of intravenous and intramuscular streptomycin in patients with tuberculosis". Pharmacotherapy. 21 (9): 1037–1045. doi:10.1592/phco.21.13.1037.34625. PMID 11560193. Diakses tanggal 2010-05-25.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3312-3313
  3. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia) Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK UNSRI., Kumpulan Kuliah Farmakologi: Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC, 2004, hal. 632
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan