
Antasida atau antasid adalah zat yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung serta digunakan untuk meredakan nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, atau sakit perut.[1] Beberapa antasida telah digunakan dalam pengobatan konstipasi dan diare.[2] Antasida yang dipasarkan mengandung garam-garam aluminium, kalsium, magnesium, atau natrium.[2] Beberapa sediaan mengandung kombinasi dua jenis garam, seperti magnesium karbonat dan aluminium hidroksida (misalnya hidrotalsit).[3]
Cara kerja
Antasida secara langsung akan menetralkan keasaman, meningkatkan pH, atau secara reversibel mengurangi atau menghalangi sekresi asam lambung oleh sel untuk mengurangi keasaman di lambung.[4]
Rasa pedih terasa ketika asam klorida lambung mencapai saraf di mukosa saluran pencernaan. Lalu saraf tersebut mengirim sinyal rasa sakit ke sistem saraf pusat. Hal ini terjadi pada bagian saraf yang terkena asam.[5]
Antasida mengandung ion-ion basa yang secara kimiawi menetralkan asam lambung, sehingga mengurangi kerusakan pada lapisan lambung dan esofagus, serta meredakan nyeri.[1] Beberapa antasida juga menghambat pepsin, sebuah enzim yang dapat merusak esofagus pada kondisi refluks asam.[2][6]
Indikasi
Antasida yang diminum untuk meredakan sakit maag, gejala utama penyakit refluks gastroesofagus, ataupun gangguan asam pencernaan. Pengobatan dengan antasida dan hanya ditujukan untuk gejala ringan saja.[7] Pengobatan ulkus akibat keasaman yang berlebihan mungkin memerlukan antagonis H2 atau penghambat pompa proton untuk menghambat asam, dan mengurangi iritasi lambung.[7]
Efek samping
Efek samping yang terjadi ada seseorang bisa bervariasi.[8] Efek samping yang umumnya terjadi adalah sembelit, diare, dan kentut terus-menerus.[9]: Table 2
Penggunaan berlebihan dari antasid dapat menyebabkan acid rebound, yaitu peningkatan produksi asam lambung, sehingga memperparah sakit maag.[10][11]
Berkurangnya keasaman perut dapat menyebabkan mengurangi kemampuan untuk mencerna dan menyerap nutrisi tertentu, seperti zat besi dan vitamin B. Kadar pH yang rendah di lambung biasanya membunuh bakteri yang tertelan, tetapi antasida meningkatkan kerentanan terhadap infeksi karena kadar pH-nya naik. Hal ini juga bisa mengakibatkan berkurangnya kemampuan biologis dari beberapa obat. Misalnya, ketersediaan hayati ketokonazol (anti jamur) berkurang pada pH lambung yang tinggi (kandungan asam rendah).[2]
Peningkatan pH dapat mengubah kemampuan biologis obat lain, seperti tetrasiklin dan amfetamin. Ekskresi obat-obatan tertentu juga dapat terpengaruh. Perpaduan tetrasiklin dengan aluminium hidroksida dapat menyebabkan mual, muntah, dan ekskresi fosfat, sehingga kekurangan fosfat.[2]
Formulasi
Antasida dapat diformulasikan dengan bahan aktif lain seperti simetikon untuk mengendalikan perut kembung, atau asam alginat untuk bertindak sebagai penghalang fisik terhadap asam.[12]
Cair

Beberapa sediaan antasida cair telah dipasarkan. Sediaan cair yang umum meliputi magnesium hidroksida dan kombinasi magnesium/aluminium. Salah satu keunggulan potensial dari penggunaan sediaan cair dibandingkan tablet adalah bahwa cairan dapat memberikan kelegaan yang lebih cepat, meskipun hal ini mungkin disertai dengan durasi kerja yang lebih pendek.[13]
Tablet
Tablet kunyah
Tablet kunyah adalah salah satu bentuk antasida yang paling umum, biasanya dibuat dari garam karbonat atau hidroksida, dan tersedia secara bebas tanpa resep. Saat mencapai lambung, garam antasida berbentuk bubuk ini berikatan dengan ion hidronium (H+), menghasilkan garam klorida, karbon dioksida, dan air. Proses ini menurunkan konsentrasi ion H+ di lambung, sehingga menaikkan pH dan menetralkan asam.[9]: Gambar 1 Garam karbonat yang umum tersedia dalam bentuk tablet meliputi garam kalsium, magnesium, aluminium, dan natrium.[14]
Tablet efervesen
Tablet efervesen adalah tablet yang dirancang untuk larut dalam air, kemudian melepaskan karbon dioksida.[15][16][17] Bahan umum tablet ini termasuk asam sitrat dan natrium bikarbonat, yang bereaksi saat bersentuhan dengan air untuk menghasilkan karbon dioksida. Antasida efervesen juga dapat mengandung aspirin,[18] natrium karbonat, atau asam tartarat.[19] Tablet yang mengandung aspirin dapat menyebabkan iritasi lambung lebih lanjut dan timbulnya tukak karena efek aspirin pada lapisan mukosa lambung.[20]
Merek dagang
Beberapa merek dagang obat ini meliputi Alka-Seltzer, Gaviscon, Tums, Gelusil, dan Eno.[21][22][23]
Referensi
- 1 2 Internal Clinical Guidelines Team. (UK) (2014). Dyspepsia and Gastro-Oesophageal Reflux Disease: Investigation and Management of Dyspepsia, Symptoms Suggestive of Gastro-Oesophageal Reflux Disease, or Both. National Institute for Health and Care Excellence: Clinical Guidelines. London: National Institute for Health and Care Excellence (UK). PMID 25340236.
- 1 2 3 4 5 Salisbury BH, Terrell JM (2020). "Antacids". StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. PMID 30252305. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 November 2021. Diakses tanggal 24 November 2020.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Aluminium hydroxide and magnesium carbonate Uses, Side Effects & Warnings". Drugs.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Mei 2021. Diakses tanggal 24 November 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ McColl KE (Oktober 2011). "The elegance of the gastric mucosal barrier: designed by nature for nature". Gut. 61 (6): 787–788. doi:10.1136/gutjnl-2011-301612. PMID 22147513.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "When does long-term acid reflux become a serious issue?". Harvard Health (dalam bahasa Inggris). 2017-06-01. Diakses tanggal 2025-08-14.
- ↑ Bardhan KD, Strugala V, Dettmar PW (2012). "Reflux revisited: advancing the role of pepsin". International Journal of Otolaryngology. 2012 646901. doi:10.1155/2012/646901. PMC 3216344. PMID 22242022.
- 1 2 "Consumer Summary – Treatment Options for GERD or Acid Reflux Disease: A Review of the Research for Adults". U.S. Department of Health & Human Services. Agency for Healthcare Research and Quality. 23 September 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Oktober 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ George J, Majeed W, Mackenzie IS, Macdonald TM, Wei L (November 2013). "Association between cardiovascular events and sodium-containing effervescent, dispersible, and soluble drugs: nested case-control study". BMJ. 347 f6954. doi:10.1136/bmj.f6954. PMC 3898660. PMID 24284017.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Garg V, Narang P, Taneja R (Maret 2022). "Antacids revisited: review on contemporary facts and relevance for self-management". The Journal of International Medical Research. 50 (3) 03000605221086457. doi:10.1177/03000605221086457. PMC 8966100. PMID 35343261.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Texter EC (Februari 1989). "A critical look at the clinical use of antacids in acid-peptic disease and gastric acid rebound". The American Journal of Gastroenterology. 84 (2): 97–108. PMID 2644821.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hade JE, Spiro HM (Juli 1992). "Calcium and acid rebound: a reappraisal". Journal of Clinical Gastroenterology. 15 (1): 37–44. doi:10.1097/00004836-199207000-00010. PMID 1500660. S2CID 10897187.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Thompson WG (12 September 2014). "Antacids". IFFGD Publication #520. International Foundation for Functional Gastrointestinal Disorders, Inc. (IFFGD). Diarsipkan dari asli tanggal 6 Mei 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Barnett CC, Richardson CT (November 1985). "In vivo and in vitro evaluation of magnesium-aluminium hydroxide antacid tablets and liquid". Digestive Diseases and Sciences. 30 (11): 1049–1052. doi:10.1007/BF01315602. PMID 4053915. S2CID 8133980.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Ogawa R, Echizen H (Oktober 2011). "Clinically significant drug interactions with antacids: an update". Drugs. 71 (14): 1839–1864. doi:10.2165/11593990-000000000-00000. PMID 21942976. S2CID 36875514.
- ↑ Dubogrey I (2013). "Putting the Fizz into Formulation". European Pharmaceutical Contractor. No. Autumn. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Agustus 2021. Diakses tanggal 17 April 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tablets". British Pharmacopeia. 2003. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Januari 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ International Pharmacopoeia 2006. World Health Organization. 2006. hlm. 966. ISBN 978-92-4-156301-7. Diakses tanggal 1 Juli 2013.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Alka Seltzer Directions of use, Sodium & Aspirin content – Alka Seltzer relief from Headaches, Migraine & Upset stomach". alkaseltzer.ie. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2015. Diakses tanggal 17 April 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Blair GT, DeFraties JJ (2000). "Hydroxy Dicarboxylic Acids". Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Kirk Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. hlm. 1–19. doi:10.1002/0471238961.0825041802120109.a01. ISBN 978-0-471-23896-6.
- ↑ Graham DY, Smith JL (Maret 1986). "Aspirin and the stomach". Annals of Internal Medicine. 104 (3): 390–398. doi:10.7326/0003-4819-104-3-390. PMID 3511824.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Which OTC Meds Treat Heartburn?". WebMD. 30 Maret 2023. Diakses tanggal 8 Januari 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Eno – Summary of Product Characteristics at eMC". Electronic Medicines Compendium. Diakses tanggal 2 September 2016. Last updated 1 Januari 2016
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Gelusil - Uses, Side Effects, and More". Diakses tanggal 27 Februari 2024.
Pranala luar
Definisi kamus antasida di Wikikamus
| Magnesium (meningkatkan motilitas) | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Aluminium (menurunkan motilitas) | |||||
| Kalsium | |||||
| Natrium | |||||
| Kombinasi dan kompleks aluminium, kalsium dan magnesium | |||||
| |||||
| Saluran pencernaan (A) | |
|---|---|
| Darah dan organ pembentuk darah (B) | |
| Sistem kardiovaskular (C) | |
| Kulit (D) | |
| Sistem reproduksi (G) | |
| Sistem endokrin (H) | |
| Infeksi dan infestasi (J, P) | |
| Penyakit ganas dan sistem imun (L) | |
| Otot, tulang, dan sendi (M) | |
| Otak dan sistem saraf (N) | |
| Sistem pernafasan (R) | |