Senin, 02 November 2026
00:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Martin Chalfie

Martin Chalfie

ahli biologi asal Amerika Serikat

Bagikan:
Martin Chalfie
250px-Martin_Chalfie-press_conference_Dec_07th%2C_2008-4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir15 Januari 1947 (umur 79)
Chicago, Illinois, U.S.
KewarganegaraanAmerika
AlmamaterHarvard University
Dikenal karenaisolasi dan pemanfaatan protein berpendar hijau (GFP) (green fluorescent protein).
Karier ilmiah
BidangNeurosains
Tempat kerjaColumbia University

Martin Chalfie (lahir pada tahun 1947) adalah seorang lulusan dari Universitas Harvard dan sekarang sebagai profesor dalam bidang biologi saraf (neurobiologi) dari Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat.[1]

Martin Chalfie mendapat hadiah Nobel untuk bidang kimia tahun 2008 bersama-sama dengan Osamu Shimomura dan Roger Y. Tsien untuk penemuan mereka dalam pengembangan protein hijau berpendar, GFP (green fluorescent protein). Chalfie adalah orang yang pertama kali menunjukkan bagaiman memanfaatkan gen penghasil GFP sebagai penanda untuk menunjukkan ekspresi gen. Salah satu penelitian pertamanya adalah dengan mewarnai enam sel nematoda tembus pandang Caenorhabditis elegans.[2]

Referensi

  1. ↑ "The Nobel Prize in Chemistry 2008". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-11. Diakses tanggal 2008-10-08.
  2. ↑ Website of the Nobel Prize committee.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Martin Chalfie.
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


40px-Gilbert_Stuart_Williamstown_Portrait_of_George_Washington.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Amerika Serikat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan