Minggu, 20 September 2026
17:39 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Lynx iberia

Lynx iberia

Lynx iberia
Rentang waktu: Pleistosen
250px-Lince_Ib%C3%A9rico_Do%C3%B1ana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
L. pardinus
Nama binomial
Lynx pardinus
Temminck, 1827
250px-Iberian_lynx_distribution_in_Spain_%28end_of_2011%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel takson sembarang

Lynx iberia (bahasa Latin:Lynx pardinus; bahasa Inggris:Iberian lynx) adalah salah satu dari empat spesies yang ada dalam genus Lynx, yang terdiri dari kucing liar berukuran sedang. Spesies ini berasal dari Semenanjung Iberia, di barat daya Eropa dan diklasifikasikan sebagai spesies rentan dalam Daftar Merah IUCN.[2] Sepanjang abad ke-20, populasi lynx Iberia mengalami penurunan signifikan akibat perburuan berlebihan, perburuan liar, fragmentasi habitat, dan berkurangnya mangsa utama mereka, kelinci eropa (Oryctolagus cuniculus), yang dipengaruhi oleh myxomatosis dan penyakit perdarahan kelici.[3][4][5] Hal itu juga dipengaruhi oleh hilangnya scrubland sebagai habitat utamanya untuk pembangunan manusia. Lynx ini sekarang menjadi salah satu spesies kucing paling langka di dunia. Bukti fosil menunjukkan bahwa lynx Iberia telah mendiami wilayah Iberia sejak akhir masa Pleistosen Awal, sekitar satu juta tahun yang lalu.

Pada awal abad ke-21, lynx Iberia berada pada ambang kepunahan, dengan hanya 94 individu yang tersisa di dua subpopulasi yang terisolasi di Andalucia pada tahun 2002. Sejak saat itu, upaya konservasi telah dilakukan, termasuk perbaikan habitat, penyetokan kembali kelinci, translokasi, pelepasliaran kembali (reintroduksi), dan pemantauan lynx Iberia. Hasilnya, populasi lynx tumbuh dari 326 individu pada tahun 2012 menjadi sekitar 2.021 individu pada tahun 2024, yang mengarah pada klasifikasi ulang sebagai spesies yang rentan.[6][7][8]

Sebelumnya dianggap sebagai subspesies dari lynx eurasia (Lynx lynx), sekarang lynx iberia diklasifikasikan sebagai spesies terpisah. Kedua spesies terjadi bersama-sama di pusat Eropa pada zaman Pleistosen, yang dipisahkan oleh pilihan habitat. Lynx iberia diyakini adalah hasil dari evolusi Lynx issiodorensis.

Riset genetik

Kucing liar Iberia memiliki keragaman genetik yang lebih rendah dibandingkan dengan kucing liar (felid) lainnya dengan variasi genetik yang terbatas, sebagai akibat dari fragmentasi habitat, kemacetan populasi, dan isolasi unit populasi. Terdapat perbedaan genetik pada penanda mikrosatelit antara lynx Iberia di Doñana dan Andujar. Sampel dari Doñana menunjukkan tingkat perkawinan sedarah yang tinggi karena isolasi jangka panjang.[9]

Budaya populer

Seniman jalanan asal Portugal, Bordalo II, menciptakan instalasi dari sampah untuk menekankan isu konsumsi berlebihan. Karya-karyanya yang bertema hewan dirancang untuk menarik perhatian pada kehancuran spesies akibat sampah yang dihasilkan manusia.[10] Di antara patung-patung publiknya adalah lynx Iberia raksasa di Parque das Nações, Lisbon, Portugal, yang dibuat untuk Konferensi Dunia Menteri yang Bertanggung Jawab untuk Pemuda 2019 dan Forum Pemuda Lisboa+21.[11]

Referensi

  1. Lynx pardinus
  2. "Iberian lynx rebounding thanks to conservation action – IUCN Red List – Press release | IUCN". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Juni 2024. Diakses tanggal 20 Juni 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Simón, M.A. (2012). Ten years conserving the Iberian lynx. Seville: Consejería de Agricultura, Pesca y Medio Ambiente. Junta de Andalusía. ISBN 978-84-92807-80-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juni 2024. Diakses tanggal 3 Januari 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Rodríguez-Hidalgo, A.; Lloveras, L.; Moreno-García, M.; Saladié, P.; Canals, A.; Nadal, J. (2013). "Feeding behaviour and taphonomic characterization of non-ingested rabbit remains produced by the Iberian lynx (Lynx pardinus)". Journal of Archaeological Science. 40 (7): 3031–3045. Bibcode:2013JArSc..40.3031R. doi:10.1016/j.jas.2013.03.006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juni 2024. Diakses tanggal 29 Januari 2019.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Fordham, D.A.; Akçakaya, H.R.; Brook, B.W.; Rodríguez, A.; Alves, P.C.; Civantos, E.; Trivino, M.; Watts, M.J.; Araujo, M.B. (2013). "Adapted conservation measures are required to save the Iberian lynx in a changing climate" (PDF). Nature Climate Change. 3 (10): 899–903. Bibcode:2013NatCC...3..899F. doi:10.1038/nclimate1954. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2017. Diakses tanggal 2 Januari 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Lopez, G.; Lopez, M.; Fernandez, L.; Ruiz, G.; Arenas, R.; Del Rey, T.; Gil, J.M.; Garrote, G.; Garcia, M. (2012). "Population development of the Iberian lynx since 2002". Cat News. 57: 34.
  7. Jones, S. (2020). "The lynx effect: Iberian cat claws its way back from brink of extinction". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Oktober 2020. Diakses tanggal 29 Oktober 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Jones, Sam (20 Juni 2024). "Iberian lynx no longer endangered after numbers improve in Spain and Portugal". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juni 2024. Diakses tanggal 20 Juni 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Casas-Marce, M.; Soriano, L.; López-Bao, J. V.; Godoy, J. A. (2013). "Genetics at the verge of extinction: insights from the Iberian lynx". Molecular Ecology. 22 (22): 5503–5515. Bibcode:2013MolEc..22.5503C. doi:10.1111/mec.12498. PMID 24128177.
  10. "Bordalo II" (video (1 min.) + text). Street Art Bio. 5 April 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Juli 2023. Diakses tanggal 30 Juli 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Ahmmed, Roman (19 Juli 2021). "A huge cat sculpture at Park of Nations in Lisbon, Portugal". Local Guides Connect. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Juli 2023. Diakses tanggal 30 Juli 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Spesies Carnivora yang masih hidup
Prionodon (Linsang asiatik)
Felidae (kucing)
Pantherinae
Neofelis
Panthera
Felinae sensu stricto
Garis keturunan
kucing merah
Pardofelis
Catopuma
Garis keturunan
karakal
Caracal
Leopardus
Lynx
Garis keturunan
puma
Acinonyx
Puma
Garis keturunan
kucing kuwuk
Prionailurus
Felis
Viverroidea
    • lihat dibawah↓
Hemigalinae
Paradoxurinae
Paradoxurus

Viverrinae
sensu lato
Viverrinae
sensu stricto
Viverra
Genettinae
Poiana
(African linsangs)
Genetta
(Rabah)
Herpestoidea
    • see below↓
Hyaenidae
(hyena)
Proteles
Hyaeninae
(hyena penghancur tulang)
Crocuta
Herpestidae sensu lato
Eupleridae
(Malagasy
carnivorans)
Euplerinae
(Malagasy civets)
Eupleres (falanoucs)
Galidiinae
(vontsira)
Galidictis
Salanoia
Herpestidae sensu stricto (mongooses)
Suricata
Mungos
Helogale
Crossarchus
(kusimanse)
Urva
(garangan asia)
Bdeogale
Herpestes
(slender mongooses)
Canidae (anjing)
Urocyon
Vulpini
Nyctereutes
Vulpes
(rubah)
Canini
(anjing sejati)
Cerdocyonina
(zorro)
Speothos
Lycalopex
Canina
(canid mirip serigala)
Lupulella
Canis
Ursidae
(beruang)
Ailuropoda
Tremarctos
Ursinae
Ursus
Mustelida
Pinnipedia (anjing laut)
    • lihat dibawah↓
Musteloidea
    • lihat dibawah↓
Odobenidae

Otariidae
(anjing laut bertelinga:
anjing laut bulu,
singa laut)
Callorhinus
Otariinae
Zalophus
Neophoca
Arctocephalus
Phocidae
(Anjing laut nirtelinga
atau anjing laut sejati)
Phocinae
("anjing laut utara")
Phocini
Phoca
Pusa
Monachinae
("southern seals")
Monachini
(anjing laut rahib)
Neomonachus
Mirounga
(anjing laut gajah)
Lobodontini
(anjing laut antarktik)
Ailuridae
Mephitidae
(sigung)
Conepatus
(sigung hidung-babi)
Mephitis
Mydaus
([teledu sigung)
Spilogale
(sigung tutul)
Procyonidae
Bassariscus
Procyon
(rakun)
Bassaricyon
(olingo)
Nasuina
(koati)
Nasua
Nasuella
Mustelidae
    • lihat dibawah↓
Mellivora
Melinae
(Teledu eurasia)
Arctonyx
Meles
Melogale
(biul)
Guloninae
Pekania
Gulo
Martes
(amunin)
Ictonychinae
Lyncodontini
Galictis
(grison)
Ictonychini
(Cerpelai afrika)
Vormela
Ictonyx
Lutrinae
(berang-berang)
Lontra
Enhydra
Lutra
Lutrogale
Aonyx
Mustelinae
Neogale
Mustela
(cerpelai)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan