Senin, 21 September 2026
23:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Dubuk

Dubuk

Dubuk
Rentang waktu: Akhir Pliosen – Sekarang
250px-Crocuta_crocuta_-Ngorongoro_Conservation_Area%2C_Tanzania-8.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dubuk di Taman Nasional Ngoro
250px-Spotted_hyena_%28Crocuta_crocuta%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ngoro]], Tanzania
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Crocuta
Spesies:
C. crocuta
Nama binomial
Crocuta crocuta
(Erxleben, 1777)[2]
250px-Spotted_Hyaena_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ranah persebaran dubuk
Artikel takson sembarang

Dubuk (serapan bahasa Arab:الضَبُعُ yang berarti "hiena") atau hiena tutul, adalah mamalia karnivora dari suku Hyaenidae, yang jumlahnya terbanyak di antara spesies yang sekerabat dengannya. Meskipun daerah persebaran spesies ini selama masa prasejarah mencakup Eurasia dari Eropa Atlantik sampai Cina, sekarang mereka hanya terdapat di seluruh Afrika di sebelah selatan Sahara kecuali Lembah Kongo.[3] Dubuk hidup di sebuah komunitas matriarkal yang disebut klan, yang terdiri sampai 80 individu.[2]

Dubuk adalah anggota terbesar yang diketahui dari familia Hyaenidae, secara fisik dubuk agak berbeda dari spesies Hiena lain karena bentuk tubuhnya yang samar-samar terlihat mirip beruang. Selain itu telinga dubuk biasanya membulat, surainya kurang menonjol, dan bulunya bertotol, giginya lebih dwiguna, putingnya lebih sedikit serta terdapat penis semu pada dubuk betina. Dubuk adalah satu-satunya spesies mamalia yang diketahui tidak memiliki lubang vagina eksternal, tetapi memiliki penis palsu.[4]

Meskipun sering kali dianggap sebagai hewan pemakan bangkai yang penakut, sebagian besar dubuk mendapatkan makanan dengan cara berburu hewan ungulata berukuran sedang,[2] dan sering kali berselisih dengan singa mengenai masalah makanan dan wilayah kekuasaan.[5] Mereka termasuk yang tercerdas di antara hewan karnivora, dengan penelitian yang mengindikasikan tingkat kecerdasan sosial mereka setara dengan spesies primata.

Dubuk biasanya muncul dalam mitologi dan cerita rakyat Afrika, dengan penggambaran sosok yang berbeda-beda, mulai dari pembawa terang, sampai simbol kerusakan moral.

Referensi

  1. "Crocuta crocuta". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 22 Maret 2009. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Database entry includes a brief justification of why this species is of least concern.
  2. 1 2 3 Background in Kruuk (1972)
  3. Geography and Habitat in Kruuk (1972)
  4. Glickman SE, Cunha GR, Drea CM, Conley AJ and Place NJ. (2006). Mammalian sexual differentiation: lessons from the spotted hyena. Diarsipkan 22 February 2013 di Wayback Machine. Trends Endocrinol Metab 17:349–356.
  5. Relationships with other predators from The Art of being a Lion by Christine and Michel Denis-Huot, White Star publishers, 2002
Spesies Carnivora yang masih hidup
Prionodon (Linsang asiatik)
Felidae (kucing)
Pantherinae
Neofelis
Panthera
Felinae sensu stricto
Garis keturunan
kucing merah
Pardofelis
Catopuma
Garis keturunan
karakal
Caracal
Leopardus
Lynx
Garis keturunan
puma
Acinonyx
Puma
Garis keturunan
kucing kuwuk
Prionailurus
Felis
Viverroidea
    • lihat dibawah↓
Hemigalinae
Paradoxurinae
Paradoxurus

Viverrinae
sensu lato
Viverrinae
sensu stricto
Viverra
Genettinae
Poiana
(African linsangs)
Genetta
(Rabah)
Herpestoidea
    • see below↓
Hyaenidae
(hyena)
Proteles
Hyaeninae
(hyena penghancur tulang)
Crocuta
Herpestidae sensu lato
Eupleridae
(Malagasy
carnivorans)
Euplerinae
(Malagasy civets)
Eupleres (falanoucs)
Galidiinae
(vontsira)
Galidictis
Salanoia
Herpestidae sensu stricto (mongooses)
Suricata
Mungos
Helogale
Crossarchus
(kusimanse)
Urva
(garangan asia)
Bdeogale
Herpestes
(slender mongooses)
Canidae (anjing)
Urocyon
Vulpini
Nyctereutes
Vulpes
(rubah)
Canini
(anjing sejati)
Cerdocyonina
(zorro)
Speothos
Lycalopex
Canina
(canid mirip serigala)
Lupulella
Canis
Ursidae
(beruang)
Ailuropoda
Tremarctos
Ursinae
Ursus
Mustelida
Pinnipedia (anjing laut)
    • lihat dibawah↓
Musteloidea
    • lihat dibawah↓
Odobenidae

Otariidae
(anjing laut bertelinga:
anjing laut bulu,
singa laut)
Callorhinus
Otariinae
Zalophus
Neophoca
Arctocephalus
Phocidae
(Anjing laut nirtelinga
atau anjing laut sejati)
Phocinae
("anjing laut utara")
Phocini
Phoca
Pusa
Monachinae
("southern seals")
Monachini
(anjing laut rahib)
Neomonachus
Mirounga
(anjing laut gajah)
Lobodontini
(anjing laut antarktik)
Ailuridae
Mephitidae
(sigung)
Conepatus
(sigung hidung-babi)
Mephitis
Mydaus
([teledu sigung)
Spilogale
(sigung tutul)
Procyonidae
Bassariscus
Procyon
(rakun)
Bassaricyon
(olingo)
Nasuina
(koati)
Nasua
Nasuella
Mustelidae
    • lihat dibawah↓
Mellivora
Melinae
(Teledu eurasia)
Arctonyx
Meles
Melogale
(biul)
Guloninae
Pekania
Gulo
Martes
(amunin)
Ictonychinae
Lyncodontini
Galictis
(grison)
Ictonychini
(Cerpelai afrika)
Vormela
Ictonyx
Lutrinae
(berang-berang)
Lontra
Enhydra
Lutra
Lutrogale
Aonyx
Mustelinae
Neogale
Mustela
(cerpelai)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan