Rabu, 30 September 2026
13:34 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Biul slentek

Biul slentek

Bagikan:
Biul slentek
250px-Zoological_researches_in_Java%2C_and_the_neighbouring_islands_BHL47293022.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
M. orientalis
Nama binomial
Melogale orientalis
(Horsfield, 1821)
250px-Javan_Ferret-badger_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Habitat biul slentek
Sinonim

Gulo orientalis Horsfield, 1821[2]

Artikel takson sembarang

Biul slentek (nama ilmiah: Melogale orientalis) adalah spesies mamalia kecil dalam famili Mustelidae. Hewan ini adalah endemik di Jawa dan Bali. Di Jawa Tengah, hewan ini disebut nyentek; sementara dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Javan ferret-badger.

Pengenalan dan habitat

Hewan ini berukuran kecil dengan panjang kepala hingga badan sekitar 300–400 mm, dan ekornya antara 45–50% panjang kepala dan tubuhnya tadi. Warna tubuhnya kecokelatan, dengan pola-pola putih di kepalanya. Hewan yang mirip biul kalimantan (M. everetti), tetapi dengan ekor yang lebih panjang dan tengkorak yang lebih besar.[3]

Biul slentek menyebar terbatas di pulau Jawa dan Bali (lihat peta agihan). Lokasi penyebarannya adalah:[2]

... terbatas di wilayah selatan G. Prahu, di antara dua puncak gunung penting di Jawa Tengah, yakni G. Tegal (G. Slamet ?) dan G. Sumbing,
yang merupakan bagian dari wilayah Bagelen dan Banyumas, terus hingga ke daerah Gowong di sebelah timurnya.

Subspesies

Spesies ini dibagi ke dalam subspesies berikut:[4][5]

  • M. o. orientalis
  • M. o. sundaicus

Referensi

  1. ↑ "Melogale orientalis". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 21 Maret 2009. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Database entry includes a brief justification of why this species is of data deficient
  2. 1 2 Horsfield, T. 1821. Zoological Researches in Java, and the neighbouring islands, 4 pp. & plate. Kingsbury, Parbury & Allen, London.
  3. ↑ Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, & S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam. The Sabah Society, Wildlife Conservation Society dan World Wildlife Fund Malaysia. Hal. 364
  4. ↑ Sody, H.J.V. 1937. Notes on Some Mammals from Sumatra, Java, Bali, Buru and New Guinea. Temminckia 2: 211-220. E.J. Brill, Leiden.
  5. ↑ Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of the Indomalayan Region: a systematic review. Nat. Hist. Mus. Publ. and Oxford Univ. Press. p. 200


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan