Rabu, 21 Oktober 2026
15:40 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Cerpelai kecil

Cerpelai kecil

Bagikan:
Cerpelai kecil
Rentang waktu: Pleistosen Akhir – Masa kini
250px-Mustela_nivalis_-British_Wildlife_Centre-4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cerpelai kecil di British Wildlife Centre, Surrey, England
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Mustelidae
Genus: Mustela
Spesies:
M. nivalis
Nama binomial
Mustela nivalis
Linnaeus, 1766
250px-Least_Weasel_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran global spesies

Cerpelai kecil[2] (Mustela nivalis) atau yang juga dikenal sebagai cerpelai biasa atau hanya cerpelai, adalah anggota terkecil dalam genus Mustela dari famili Mustelidae dan ordo Carnivora. Spesies ini berasal dari Eurasia Amerika Utara dan Afrika Utara, dan telah dikenalkan ke Selandia Baru, Malta, Kreta, Azores, dan São Tomé. Spesies ini diklasifikasikan sebagai spesies risiko rendah oleh IUCN, karena distribusinya yang luas dan populasinya yang besar di seluruh Belahan Bumi Utara. Delapan belas subspesies telah dikenali.

Cerpelai kecil memiliki variasi ukuran yang besar di sepanjang persebaranya. Tubuhnya panjang dan ramping, sementara kaki dan ekornya relatif pendek. Warnanya berbeda secara geografis, begitu juga jenis bulu dan panjang ekornya. Sisis dorsal, panggul, kaki dan ekor hewan ini biasanya berwarna cokelat sementara perutnya putih. Garis yang memisahkan kedua warna tersebut biasanya lurus. Pada ketinggian tinggi dan di bagian utara sebarannya, warna bulunya berubah menjaid sepenuhnya putih pada musim dingin.

Hewan pengerat kecil mencakup bagian terbesar dari diet cerpelai kecil. Selain itu, hewan ini juga memakan kelinci, mamalia lainnya, dan terkadang burung beserta telurnya, ikan dan katak. Jantan menandai teritori mereka dengan penanda bau[3] dan memiliki sebaran tempat tinggal eksklusif yang dapat bertumpangtindih atau mencakup beberapa sebaran betina.[4] Cerpelai kecil menggunakan lubang-lubang yang sudah ada untuk tidur, menyimpan makanan dan membesarkan anakan mereka. Mereka kawin pada musim semi dan panas, dan dapat menghasilkan sekitar enam anak sekali kawin, yang dibesarkan sepenuhnya oleh betina. Karena ukurannya yang kecil dan sifatnya yang cekatan, cerpelai kecil telah memainkan peran penting dalam mitos dan legenda berbagai budaya.

Referensi

  1. ↑ McDonald, R.A.; Abramov, A.V.; Stubbe, M.; Herrero, J.; Maran, T.; Tikhonov, A.; Cavallini, P.; Kranz, A.; Giannatos, G.; Kryštufek, B.; Reid, F. (2019) [amended version of 2016 assessment]. "Mustela nivalis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T70207409A147993366. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-1.RLTS.T70207409A147993366.en. Diakses tanggal 18 Februari 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ "Cerpelai: Predator Kecil yang Lincah dan Berani - Royal Ole2". 2025-07-12. Diakses tanggal 2025-09-26.
  3. ↑ Harris & Yalden 2008, hlm. 471–472 harvnb error: tanpa target: CITEREFHarrisYalden2008 (bantuan)
  4. ↑ Erlinge, S. (1974). "Distribution, territoriality and numbers of the Weasel Mustela nivalis in relation to prey abundance". Oikos. 25 (3): 308–314. Bibcode:1974Oikos..25..308E. doi:10.2307/3543948. JSTOR 3543948.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan