Selasa, 20 Oktober 2026
03:51 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Rakun

Rakun

genus mamalia

Bagikan:
Procyon
Rentang waktu: Pliosen–Masa kini, 4.9–0 jtyl
250px-Raccoon-10.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rakun biasa (P. lotor)
250px-Mano_pelada_%28Procyon_cancrivorus_nigripes%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rakun pemakan-kepiting (P. cancrivorus)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Procyonidae
Subfamili: Procyoninae
Tribus: Procyonini
Subtribus: Procyonina
Genus: Procyon
Storr, 1780
Spesies tipe
Ursus lotor
Spesies
Artikel takson sembarang

Rakun[2] merupakan kumpulan mamalia malam yang tergabung dalam genus Procyon yang terdiri dari 3 spesies dalam famili Procyonidae. Spesies yang paling dikenal adalah rakun biasa (P. lotor), lalu rakun pemakan kepiting (P. cancrivorus) dan rakun cozumel (P. pygmaeus).[3]

250px-Procyon_pygmaeus_cub.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rakun cozumel (P. pygmaeus)

Hewan ini dikenal dengan bulu abu-abu yang tebal untuk melindungi dari cuaca dingin dan tanda khas "topeng" hitam di wajahnya. Rakun memiliki panjang tubuh sekitar 40–70 cm dan berat antara 3,5 hingga 9 kg. Mereka dikenal sebagai hewan yang sangat cerdas, dengan kemampuan mengingat solusi masalah hingga tiga tahun. [4]

Makanan

Sebagai omnivora, rakun memakan berbagai jenis makanan, termasuk invertebrata, tumbuhan, dan vertebrata kecil. Mereka sering ditemukan di berbagai habitat, mulai dari hutan hingga perkotaan, karena kemampuan adaptasi mereka yang luar biasa. Mereka bahkan mampu membuat sarang di area buatan manusia, seperti lumbung atau kendaraan tua.

Keahlian utama rakun adalah kemampuan pemecahan masalah. Mereka sering menjadi fokus penelitian tentang kecerdasan hewan karena kemampuan mereka untuk menyelesaikan teka-teki. Bahkan, di lingkungan perkotaan, rakun dapat membuka tempat sampah atau mencari cara mengakses makanan dengan memanfaatkan sumber daya manusia, menunjukkan fleksibilitas dan kecerdasan adaptif yang luar biasa. Namun, interaksi mereka dengan manusia sering kali menyebabkan konflik, terutama di lingkungan urban.[5]

Rujukan

  1. ↑ Kurtén, Björn; and Anderson, Elaine (1980) Pleistocene Mammals of North America Columbia University Press, New York ISBN 0-231-03733-3
  2. ↑ Farndon, John; Kirkwood, Jon (2003). Femi Olivia, Rara Tanjung Hidayat, Margaretha Hutauruk Eddy (ed.). Ensiklopedia Mini Hewan (Sampul kertas) (dalam bahasa Indonesia). Diterjemahkan oleh Edia Permata. Jakarta: Erlangga. hlm. 116. ISBN 9796889897. Diakses tanggal 2025-07-26.{{cite book}}: |pages= and |page= ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link)
  3. ↑ admin (2019-05-29). "The Three Extant Species of Raccoon | Raccoon Removal Indianapolis" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-02-17.
  4. ↑ "Raccoon". National Geographic.
  5. ↑ "How our actions are making raccoons smarter". National Geographic.

Karya tulis

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Procyon.
Spesies Carnivora yang masih hidup
Prionodon (Linsang asiatik)
Felidae (kucing)
Pantherinae
Neofelis
Panthera
Felinae sensu stricto
Garis keturunan
kucing merah
Pardofelis
Catopuma
Garis keturunan
karakal
Caracal
Leopardus
Lynx
Garis keturunan
puma
Acinonyx
Puma
Garis keturunan
kucing kuwuk
Prionailurus
Felis
Viverroidea
    • lihat dibawah↓
Hemigalinae
Paradoxurinae
Paradoxurus

Viverrinae
sensu lato
Viverrinae
sensu stricto
Viverra
Genettinae
Poiana
(African linsangs)
Genetta
(Rabah)
Herpestoidea
    • see below↓
Hyaenidae
(hyena)
Proteles
Hyaeninae
(hyena penghancur tulang)
Crocuta
Herpestidae sensu lato
Eupleridae
(Malagasy
carnivorans)
Euplerinae
(Malagasy civets)
Eupleres (falanoucs)
Galidiinae
(vontsira)
Galidictis
Salanoia
Herpestidae sensu stricto (mongooses)
Suricata
Mungos
Helogale
Crossarchus
(kusimanse)
Urva
(garangan asia)
Bdeogale
Herpestes
(slender mongooses)
Canidae (anjing)
Urocyon
Vulpini
Nyctereutes
Vulpes
(rubah)
Canini
(anjing sejati)
Cerdocyonina
(zorro)
Speothos
Lycalopex
Canina
(canid mirip serigala)
Lupulella
Canis
Ursidae
(beruang)
Ailuropoda
Tremarctos
Ursinae
Ursus
Mustelida
Pinnipedia (anjing laut)
    • lihat dibawah↓
Musteloidea
    • lihat dibawah↓
Odobenidae

Otariidae
(anjing laut bertelinga:
anjing laut bulu,
singa laut)
Callorhinus
Otariinae
Zalophus
Neophoca
Arctocephalus
Phocidae
(Anjing laut nirtelinga
atau anjing laut sejati)
Phocinae
("anjing laut utara")
Phocini
Phoca
Pusa
Monachinae
("southern seals")
Monachini
(anjing laut rahib)
Neomonachus
Mirounga
(anjing laut gajah)
Lobodontini
(anjing laut antarktik)
Ailuridae
Mephitidae
(sigung)
Conepatus
(sigung hidung-babi)
Mephitis
Mydaus
([teledu sigung)
Spilogale
(sigung tutul)
Procyonidae
Bassariscus
Procyon
(rakun)
Bassaricyon
(olingo)
Nasuina
(koati)
Nasua
Nasuella
Mustelidae
    • lihat dibawah↓
Mellivora
Melinae
(Teledu eurasia)
Arctonyx
Meles
Melogale
(biul)
Guloninae
Pekania
Gulo
Martes
(amunin)
Ictonychinae
Lyncodontini
Galictis
(grison)
Ictonychini
(Cerpelai afrika)
Vormela
Ictonyx
Lutrinae
(berang-berang)
Lontra
Enhydra
Lutra
Lutrogale
Aonyx
Mustelinae
Neogale
Mustela
(cerpelai)


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan